ARROHMAHPUTRA.COM — Berbagai program positif dilakukan SMP Ar-Rohmah Putra Islamic Boarding School Pesantren Hidayatullah Malang untuk meningkatkan kemampuan Bahasa Arab santri. Salah satunya dengan menggelar “Workshop & Coaching Tammam Ujian Terbuka Baca Kitab Al-Miftah Lil Ulum” di gedung Gaza, Rabu (15/1).
Hadir sebagai pemateri dalam helatan yang diikuti oleh seluruh santri kelas IX tersebut, Mohammad Badruzzaman beserta tim dari Pondok Pesantren Sidogiri, Pasuruan. Dalam meterinya ustadz Zaman, demikian sapaan akrabnya, menyampaikan pentingnya setiap santri memiliki kemampuan membaca kitab kuning.
“Menguasai bahasa Arab sangatlah penting. Ia adalah kunci untuk memahami ajaran agama Islam. Karena Al-Qur’an yang merupakan wahyu Allah diturunkan dalam bahasa Arab,”ungkapnya.

Menurut ustadz Zaman, belajar membaca kitab kuning itu tidak semudah mempelajari pelajaran lainnya. Banyak elemen pengetahuan yang harus dikuasai oleh santri. Baik itu ilmu Nahwu, Sharraf dan juga harus menghafal nazam. Kemudian, para santri juga wajib istiqomah latihan sehingga bisa lancar membaca dan memahami kitab kuning tersebut.
Meskipun sulit, lanjut ustadz Zaman, bukan berarti tidak bisa dipelajari. Asal ada kemauan yang tinggi dan semangat belajar yang kuat. Yang sulit tersebut pun bisa ditaklukkan. Terlebih, jika belajar membaca kitabnya dengan metode Al-Miftah Lil Ulum ini. Berbagai kesulitan yang biasa ditemui para santri saat belajar membaca kitab kuning bisa dikurangi.
Dalam pelatihan yang berlangsung sejak pukul 08.00 WIB hingga pukul 11.00 WIB tersebut para santri di bagi dalam 4 kelas. Masing-masing mereka mengikuti materi baca kitab Al-Miftah Lil Ulum. Yakni; metode baca kitab yang berisikan kaidah Nahwu dan Sharraf untuk tingkat dasar. Di mana, hampir keseluruhan isin Lil Ulum ini disadur dari kitab Jurmiyah dan ditambah beberapa keterangan dari Alfiyah Ibn Al-Malik dan Nadzm Al‘Imrity. Al-Miftah Lil Ulum ini pun terdiri dari empat jilid yang dilengkapi dengan Nadhom dan Tashrif.
Sementara itu Arshavino Febrian Fahda, salah satu peserta dari kelas IX Brandent, mengaku antusias mengikuti kegiatan yang merupakan bagian dari persiapan ujian terbuka menjelang kelulusan tersebut. Menurut santri yang akrab disapa Arsha ini, gelaran tersebut semakin meningkatkan pemahaman dan kemampuannya dalam membaca kitab kuning.
“Kegiatan ini sangat membantu saya dalam proses belajar baca kitab. Apalagi tutornya langsung melakukan pengecekan sejauh mana pemahaman saya dan teman-teman saya dalam meembaca kitab gundul ini,”pungkasnya./*Rypur