11 SISWA SMP AR-ROHMAH LOLOS FRC 2015 TINGKAT NASIONAL

Al-hamdulillah, SMP ar-Rohmah pesantren Hidayatullah Malang, tahun ini kembali menempatkan 11 wakilnya untuk bersaing dalam ajang Kompetisi Fakhruddin Ar-Razi 2015 tingkat Nasional yang akan diselenggarakan pada tanggal 1 Nopember 2015 di GOR Ciracas – Ciracas, Jakarta Timur. Fakhruddin Ar-Razi Competition (FRC) merupakan kompetisi yang menggabungkan antara Studi Islam dan Matematika secara bersamaan dengan visi-misi “Membentuk Generasi Ulama Intelek”, yang dapat menguasai Ilmu Pengetahuan Agama dan Matematika secara bersamaan sebagaimana Ulama terdahulu seperti; Fakhruddin ar-Razi, al-Khawarizmi, Ibnu Sina, dll.

Dalam kompetisi tersebut para peserta akan bersaing dengan siswa lain se-Indonesia untuk menjadi yang terbaik, sehingga para peserta yang lolos ke tingkat nasional merupakan siswa-siswa yang sebelumnya lolos seleksi di babak penyisihan yang diadakan di wilayah masing masing pada tanggal 20 September 2015 lalu. yang menarik dan menjadi pembeda dari olimpiade atau kompetisi kebanyakan, pada FRC tersebut siswa tidak hanya dituntut memiliki keahlian di bidang matematika saja tapi juga harus menguasa materi keaagamaan, sehingga membutuhkan persiapan dan pembinaan khusus.

Untuk itu do’a restu serta dukungannya kami harapkan, semoga delegasi SMP Ar-Rohmah Boarding School pesantren Hidayatullah Malang menjadi yang terbaik pada ajang tersebut. Aamiin.

Berikut nama-nama santri SMP Ar-Rohmah yang lolos ke tingkat Nasional FRC  2015

NO NAMA KELAS
1 Muhammad Rakan kabbani 9 Tahfidz
2 Fatahillah Ath-Thariq 9 Internasional
3 Rashif Arsada Zuhri 9  Internasional
4 Abdurrahman Al-Fauzi 9 Internasonal
5 Rizal Akbar Maulana Al-hakim 8 Olimpiade
6 M. Reva Alief Fathoni 8 Tahfidz
7 Moch. Sadita Setyawan 8 Internasional
8 Ja’far Shidqul azzam 8 Olimpiade
9 Muhammad Hilmy Ardhi Pradityo 7 Internasional
10 Hamzah Abdurrahman 7 Tahfidz
11 Ahmad Syah Rafif 7 Internasional
Read more...

Furqon: Duta Fisika Yang Ingin Membuat Pesawat

Perawakannya kecil. Hitam manis kulitnya. Kalau senyum, suka malu-malu. Terkesan agak pendiam, tapi enak diajak ngobrol. Oleh kawannya, dia dikenal baik, keren, pintar, sabar, rajin, tekun, rendah hati, istiqomah, gaul, kece, friendly.

Prestasinya segudang. Hafalannya juga banyak. Walau demikian, dia tidak sombong. Di kelas maupun di kamar, ketika ada teman yang kesulitan memahami pelajaran, dia selalu menjadi rujukan untuk bertanya setelah ustadz. “Mau mengajari teman jika diminta,” tulis seorang kawan sekamarnya ketika malam muhasabah beberapa waktu lalu. “Suka bagi-bagi ilmu,” tambah yang lain.

Mencarinya di antara 600-an santri tidaklah sulit. Selepas halaqoh subuh, ketika santri-santri sudah kembali ke asrama untuk persiapan sekolah, ia masih akan terlihat khusyuk melafalkan ayat-ayat alQur’an. Tidak banyak santri yang seperti ini; menambah waktu hafalan secara mandiri ketika halaqoh sudah bubar secara formal. Jika waktu formal halaqoh berakhir pada pukul 05.30 WIB, maka ia masih betah menghafal hingga pukul 06.00 WIB, bahkan tak jarang lebih dari itu.

Di kelas, ia juga dikenal memiliki akhlak yang baik. Ta’zhim kepada gurunya juga bagus. “Ketika belajar fisika, misalnya. Walaupun ia sudah paham dengan pelajaran, ia tetap masih khusyu memperhatikan penjelasan saya,” komentar salah seorang gurunya.

Diakui gurunya tersebut, ia memang tekun dalam belajar dan rajin bertanya pada pelajaran yang belum dimengerti. Rasa penasarannya terhadap soal-soal fisika sangat besar dan tinggi. Inilah yang menjadikan dirinya selalu termotivasi untuk selalu ikut lomba, fisika khususnya.

Dialah Muhammad Arif Furqon. Sehari-hari, dia lebih dikenal dengan panggilan Furqon. Anak ke-3 dari pasangan Abdul Rohman dan Idah Hadijha ini sudah 4 tahun lebih ‘hidup’ sebagai santri di LPI Ar-Rohmah Putra, Pondok Pesantren Hidayatullah Malang. Setelah 3 tahun belajar di SMPAr-Rohmah Putra, tidak ada pilihan lain baginya untuk tidak melanjutkan ke almamaternya di SMA Ar-Rohmah Putra. “Saya belum siap dengan dunia luar yang penuh dengan godaan,” jawabnya dengan yakin.

Duta Fisika

Santri-santri LPI Ar-Rohmah mungkin lebih mengenal dirinya sebagai duta fisika Ar-Rohmah. Bukan tanpa sebab. Santri yang kelahiran Malang ini memang selalu mewakili sekolah untuk mengikuti lomba fisika; baik ketika di SMP dulu maupun di SMA saat ini. Lomba terakhir yang diikutinya sebelum tulisan ini diturunkan adalah OSN Fisika tingkat provinsi mewakili Kabupaten Malang.

Sejak kelas VIII, Furqon memang sudah mulai mengikuti berbagai lomba fisika. Ada pengalaman menarik ketika Furqon didapuk mewakili Kabupaten Malang untuk mengikuti OSN Fisika tingkat provinsi. Saat itu Furqon masih kelas VIII. Untuk mensukseskan langkahnya di tingkat provinsi, oleh sekolah ia harus belajar intensif langsung dari dosen fisika. Selama sepekan, setiap pagi ia harus berangkat ke Universitas Negeri Malang, belajar dari dosen tersebut. “Alhamdulillah, walaupun tidak juara di tingkat provinsi, saya sudah bangga sempat menjadi mahasiswa satu pekan,” ujarnya membesarkan hati.

Pergi Nebeng, Pulang Tak Dijemput

Lain lagi ceritanya ketika SMA. Lombanya sama. OSN Fisika tingkat provinsi. Mewakili Kabupaten Malang. Ketika itu, Furqon sudah duduk di kelas X. Pengalaman yang didapatkan ketika itu kurang mengenakkan; pergi nebeng, pulang tidak dijemput.

Selama berhari-hari, Furqon kembali harus belajar intensif. Belajar dari pagi hingga sore. Lanjut kembali setelah makan malam hingga jam 22.00 WIB. Begitu terus ritme belajarnya selama dua pekan. 3 hari sebelum hari H, Furqon berangkat ke Masjid Sabilillah Malang dengan diantar salah seorang guru. Di sana, ia harus menunggu rombongan dari SMA Negeri 1 Kepanjen yang bertujuan sama; berangkat ke Surabaya untuk mengikuti OSN Fisika tingkat provinsi.
Kurang lebih 2 hari di Surabaya, tiba saatnya kembali ke Malang. Sebagaimana saat berangkat, ia juga harus nebeng dengan rombongan SMAN 1 Kepanjen yang membawa mobil. Kemudian, diturunkanlah ia di Masjid Sabilillah seperti saat dijemput sebelumnya. Naas bagi Furqon. Isya lama telah lewat, dan belum seorang pun yang datang menjemput untuk sampai ke pondok. “Lama menunggu, hingga yang muncul adalah bapak saya. Saya lalu pulang ke rumah, dan kembali ke pondok keesokan pagi,” lanjutnya menerangkan.

Target Harian

Satu yang patut dicontoh dari diri Furqon adalah kesungguhannya untuk belajar secara mandiri. Setiap hari kecuali Ahad, ia menargetkan menghafallan ayat-ayat alQur’an 1 halaman. Jika menggunakan mushaf standar ustmani, 1 halaman adalah 15 baris. Maka tak heran, di tahun pertama di SMA, hafalannya sudah sampai di juz ke-7.

Selain mendalami hafalan alQur’an, putra kelahiran Malang ini juga menarget dirinya harus bisa menyelesaikan dan memecahkan 6 soal fisika setiap harinya. Ketika menemui kesulitan dalam memecahkan soal-soal, banyak kesempatan untuk bertanya kepada gurunya. Sebab, setiap malam –kecuali Sabtu dan Ahad–, guru sekaligus wali kelasnya, Ustadz Abdurrahman juga memberikan les tambahan buat Furqon dan yang lainnya. Khusus Sabtu siang dan Ahad malam Ustadz Abdurrahman mewajibkan Furqon hadir mengikuti pembinaan.

Dengan intensitas belajar yang seperti ini, wajar jika banyak juara diraihnya. Berbagai lomba diikutinya. Berbagai piala dan penghargaan diraihnya. Tak hanya kejuaraan dan olimpiade, rangking kelas juga selalu menjadi langganannya.

Di tahun 2012/2013 misalnya, ketika masih duduk di bangku kelas VIII, Furqon menempati posisi 5 besar lomba Fisika se Jawa Timur yang diadakan MAN 3 Malang. Kemudian, tak lama berselang, di event OSN Fisika se Kabupaten Malang ia berhasil meraih juara 2. Di tahun ini juga, ia dinobatkan sebagai salah satu Siswa Berprestasi Kabupaten Malang.

Setahun kemudian, tahun pelajaran 2013/2014, Universtias Brawijaya mengadakan event BRAPHY (Brawijaya Physics Event) yang digelar se Jatim. Furqon yang sudah duduk di kelas IX saat itu, mampu mendapatkan posisi 4 besar untuk lomba Olimpiade Fisika. Masih di tahun yang sama, Furqon meraih juara pertama lomba Matematika IPA yang digelar di SMAN 1 Sidoarjo.

Prestasinya terus terukir. Di tahun pelajaran 2014/2015, Furqon kembali meraih juara 1 Fisika. Gelaran ini diadakan oleh MKKS Swasta se Kabupaten Malang. Selanjutnya, ia meraih tempat ke 2 dalam OSN Fisika se Kabupaten Malang dan menjadi salah satu wakil Kabupaten Malang untuk bertanding di tingkat provinsi.

Selain hobi fisika, Furqon juga hobi futsal dan beladiri. Taekwondo-in sabuk kuning ini tercatat pernah mendapat juara 2 Taekwondo ITATS Cup. Di dalam pondok sendiri, ia pernah juara 1 I’dad alQuwwah kelas A. Untuk futsal, ia pernah mengantarkan timnya meraih juara 2 pada JEF-L tahun 2012/2013.

Furqon empat dari kiri bersama teman-temannya kelas XI

Kini, Furqon telah duduk di bangku kelas XI. Ada harapan besar di dadanya untuk mengejar cita-cita besarnya.

“Saya ingin seperti BJ. Habibie; bisa membuat pesawat terbang,” ungkap Furqon dengan yakin.

Untuk mewujudkan cita-cita besarnya tersebut, Furqon berniat melanjutkan kuliah selepas SMA di bidang kedirgantaraan. Untuk itu ia juga punya harapan besar lainnya untuk bisa kuliah di tempat yang bisa mewujudkan cita-citanya membuat pesawat terbang tersebut.

“Teknik Aeronotika ITB, i’m coming,” tutupnya yakin.

Read more...

Membentuk Pribadi Muslim Yang Tangguh Lewat Pandu Hidayatullah

Sabtu pagi (29/8/2015), para santri SMP-SMA Ar-Rohmah Malang mengikuti kegiatan Pandu Hidayatullah. Kegiatan yang dilaksanakan secata rutin setiap Sabtu ini, wajib diikuti seluruh santri dari pukul 07.00 hingga 09.00 WIB.

“Pada dasarnya, kegiatan Pandu Hidayatullah di SMP-SMA Ar-Rohmah ini merupakan wadah pembinaan santri Hidayatullah yang dibentuk dan dikoordinasikan oleh pesantren untuk mencetak pribadi santri yang kuat dan tangguh sesuai dengan visi misi membentuk generasi cerdas, taqwa dan mandiri,” demikian yang disampaikan Syarif Hidayatullah, M. Pd.I, selaku kepala SMP Ar-Rohmah Malang.

“Santri SMP-SMA Ar-Rohmah adalah para kader yang disiapkan untuk memikul amanah dakwah. Sehingga merupakan sebuah keharusan bagi setiap santri untuk memiliki ruhani dan jasmani yang sehat dan kuat,” lanjut beliau.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa kegiatan pandu Hidayatullah yang diikuti oleh seluruh santri SMP-SMA Ar- Rohmah Malang ini dibina secara langsung oleh para instruktur pandu dari Syabab Hidayatullah Malang. Syabab itu sendiri merupakan organisasi kepemudaan dibawah naungan Ormas Hidayatullah. Sehingga, mereka merupakan para instruktur yang terlatih dan memahami dengan baik manhaj dakwah Hidayatullah.

IMG_20150829_082708

Para santri antusias mendengarkan arahan dari instruktur

Wildan Maulana, salah satu instruktur senior pandu Hidayatullah menyampaikan bahwa dalam kegiatan ini seluruh santri dibekali dengan materi-materi tsaqofiyah dan jasadiyah. Materi tsaqofiyah merupakan materi keagamaan yang meliputi aqidah, ibadah, dakwah, dan berjama’ah. Sementara materi jasadiyah merupakan materi-materi untuk melatih kedisiplinan, ketangkasan, dan tanggungjawab yang dilakukan melalui kegiatan-kegiatan lapangan, seperti baris-berbaris, tali temali, survival, dll.

Wildan yang juga merupakan anggota SAR Hidayatullah ini mengatakan bahwa para santri juga diberi bekal pengetahuan Medis First Responden (MPR). Harapannya, melalui materi ini selain para santri memiliki raga yang kuat dan sehat mereka juga mampu mengambil tindakan saat terjadi kecelakaan dalam bertugas.

Read more...

Siswa SMP Ar Rohmah, Raih Juara Siswa Berprestasi Kabupaten Malang 2015

Dalam rangka mengembangkan kemampuan dan semangat kompetitif siswa, Dinas Pendidikan Kab. Malang menyelenggarakan lomba Siswa Berprestasi. Sebuah ajang tahunan Dispendik untuk menyeleksi siswa-siswa berprestasi di kabupaten Malang.

Tahun ini, lomba Siswa Berprestasi kab. Malang digelar di SMA Negeri 1 Singosari. Di  ajang ini setiap sekolah hanya diperbolehkan mengirim siswa terbaiknya sebanyak 2 siswa, 1 putra dan 1 putri. Acara yang dilaksanakan pada Selasa (25/08/2015) ini diikuti sekitar 160 peserta perwakilan dari SMP se-Kab. Malang.

Kali ini, SMP ar Rohmah Malang mengirimkan siswa terbaiknya, Rafli Kusuma Wardhana untuk tampil dalam ajang tersebut. Ia merupakan salah satu siswa kelas VIII program kelas tahfidz SMP ar Rohmah.

Dalam ajang ini, para peserta bersaing untuk diuji kemampuannya melalui tes tulis yang meliputi tes matematika, bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Selain itu, para peserta juga mendapatkan tes wawasan dan tes bakat, yakni dengan membawakan keterampilan yang dikuasai setengah jadi.

Proses seleksi peserta dalam ajang ini cukup ketat. Dari total peserta yang ikut terpiilih 15 siswa dalam semifinal. Setelah itu, dipilih 5 siswa terbaik yang kemudian ditetapkan sebagai siswa Berprestasi kab. Malang. Mereka yang lolos dalam ajang ini akan mewakili kab. Malang dalam lomba Siswa Berprestasi SMP tingkat provinsi.

Alhamdulillah, setelah menjalani berbagai tahapan akhirnya Rafli Kusuma Wardhana, siswa SMP ar Rohmah asal Sidoarjo ini terpilih sebagai salah satu siswa Berprestasi kab. Malang 2015. InshaAllah, 7 – 9 September mendatang, ia bersama 4 siswa lain yang terpilih akan mewakili kab. Malang dalam lomba Siswa Berprestasi tingkat provinsi di Surabaya.

Untuk itu, segenap civitas akademika SMP ar Rohmah Malang mengharapkan doa dan dukungan dari semua untuk perjuangan ananda Rafli. Semoga lolos di tingkat provinsi dengan hasil yang terbaik.

Read more...

Adab-adab bepergian dan tujuan bersantai

Berlibur dan bersantai merupakan kebutuhan setiap manusia tak terkecuali bagi seorang muslim, saat musim liburan tiba maka bagi seorang suami inilah waktu yang tepat untuk lebih mendekatkan diri kepada anak dan isteri ,saat liburan tiba bagi seorang anak,  inilah saat yang tepat untuk birrul walidaini (berbakti kepada kedua  orang tua). Saat liburan tiba bagi perantau inilah saat yang tepat untuk bersilturrahim kepada kerabat ,saudara dan kawan, yang telah ditinggal dalam waktu yang lama demi mengais rizky ditanah rantau.

Berlibur dalam Islam tidak dilarang namun demikian tetap dalam koridor syari’at. Banyak hal positif yang bisa dilakukan pada saat liburan seperti contoh yang ditulis diatas, dalam sebuah kesempatan pembekalan yang pulang yang diadakan oleh LPI Ar Rohmah bagi para santri, salah seorang ustadz yang tampil sebagai pemateri menguncapkan sebuah ungkapan yang menarik untuk kita renungkan, beliau mengucapkan beberapa kalimat yang mungkin saja tidak akan pernah dilupakan oleh para santri, beliau senantiasa mengakhiri materi dengan ucapan “ selamat berlibur dan berliburlah dengan selamat”. Ungkapan ini beliau ucapkan sebagai peringatan agar dalam setiap liburan dan kesempatan apapun jangan lupa melaksanakan perintah Allah berupa shalat lima waktu meskipun dalam suasana liburan. Dari ungkapan inilah penulis mendapat ide untuk coba menuliskan beberapa hal yang perlu kita ingat bersama saat menikmati liburan, tulisan ini dimaksudkan untuk mengingatkan penulis dan pembaca akan pentingnya tetap menjaga syari’at Allah dalam situsai apapun.

Liburan kadang akrab dengan bepergian bagi keluarga yang diberi kelebihan rizky untuk melakukannya, bahkan akhir-akhir ini traveling menjadi trend yang jamak dilakukan oleh keluarga, berikut ini adab-adab yang perlu diperhatikan pada saat shafar atau bepergian :

1. Disunnahkan berpamitan lebih dulu bagi orang yang hendak pergi.

Disunnahkan untuk berpamitan  kepada keluarga, kerabat dan saudara-saudaranya. Berkata Ibnu Abdil Barr –rahimahullah-: “Jika salah seorang dari kalian keluar bersafar maka hendaklah  ia berpamitan kepada saudaranya, karena Allah swt menjadikan pada doa mereka barakah.”

Berkata Asy-Sya`bi –rahimahullah-: “Sunnahnya jika seseorang datang dari safar untuk mengunjungi saudaranya dan menyalaminya, kemudian jika ia hendak bersafar adalah mendatangi mereka dan berpamitan serta mengharapkan doa mereka.”

Menurut penulis orang yang paling utama untuk kita berpamitan adalah tetangga, berdasarkan pengalaman, tetangga adalah orang yang paling dekat dengan  rumah kita sehingga jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan maka tetanggalah yang paling pertama tahu dan mungkin saja mereka yang akan segera melakukan tindakan yang dibutuhkan pada saat kejadian.

2. Dibencinya safar sendirian & dilarang bagi wanita safar tanpa ada mahram

Ini tentang perjalanan jauh atau bepergian dimalam hari. Keharusan wanita safar disertai mahram malah dianggap mengekang kebebasan wanita. Padahal jika kita mau menyadari, aturan ini justru hendak menjaga serta melindungi kehormatan wanita. Lebih-lebih di masa sekarang.

Artinya : Dari Abu Hurairah ra.,ia berkata: Rasululloh SAW.,bersabda: “Tidak halal bagi seorang wanita yang beriman kepada Alloh dan hari akhir untuk bepergian yang memakan waktu sehari semalam kecuali bersama mahramnya.”(mutafaqun’alaih).

Artinya : Dari Ibnu Abbas ra.,bahwasannya ia mendengar Rasulullah SAW. bersabda : “Janganlah sekali-kali seorang pria melepas seorang wanita kecuali dengan mahramnya.” Ada seorang pria bertanya: “Wahai Rasululloh, sesungguhnya istriku pergi untuk berhaji, aku telah tercatat untuk mengikuti perang ini dan itu.” Beliau bersabda : “Pergilah kamu dan berhajilah bersama istrimu.” (mutafaqun ‘alaih).

Jika menyimak hadits diatas  , hingga  berangkat jihadpun bisa dibatalkan jika seorang suami harus menemani isterinya beprgian. Maka hal ini hendaknya diperhatikan bagi setiap wanita muslimah sehingga tidak gambapang untuk bepergian tanpa mahram, munculnya kasus-kasus TKW, perkosaan dijalanan barangkali karena semakin sedikitnya kita memperhatikan pentingya seorang mahram ketika bepergian.

3. Berdoa ketika bersafar

Ibnu Umar ra meriwayatkan, bahwa Rasulullah saw jika telah di atas unta untuk pergi safar, beliau bertakbir sebanyak 3x. kemudian berdoa:

“Maha Suci Allah yang telah menundukkan semua ini bagi kami padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya. Dan sesungguhnyalah kepada Rabb kami, kami akan kembali,” ( QS. Az-Zukhruf: 13-14).

Ya Allah, sungguh kami memohon kepada Engkau dalam safar ini kebaikan dan ketaqwaan, dan amalan-amalan yang Engkau ridhai. Ya Allah, berilah kemudahan bagi kami dalam safar kami ini, dekatkanlah jaraknya bagi kami sesudahnya. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kesulitan dalam safarku dan pemandangan yang menyedihkan, dan dari kembalian yang buruk pada harta dan keluargaku”

Dan apabila beliau kembali dari safar beliau mengucapkan kembali doa tersebut dan menambahkannya dengan ucapan:

“ Sebagai orang-orang yang kembali, bertaubat dan beribadah, lalu kepada Rabb kami, kami memuji”.

Itulah tiga adab yang bisa kami tuliskan ketika bepergian dan sebagaimana kegiatan yang lain bersantai dan berlibur juga bisa dimaksudkan untuk beberapa tujuan. Inilah tujuan bersantai yang mungkin juga anda sepakat dengan apa yang saya tuliskan

}  #1 Untuk Menghidupkan Sunnah dan Mengharap Ridho Allah ( Umroh, Khitan, Birul walidain, Silaturahim)

}  #2 Mengenalkan Ajaran Islam yang Indah

}  #3 Membahagiakan  dan Mengikat Hati Anggota Keluarga

}  #4 Menguatkan Semangat dan Menghilangkan Penat

}  #5 Mengambil Pelajaran dan Budaya dalam Perjalanan

}  #6 Mempelajari Sesuatu Yang Baru

}  #7 Memahami betapa Allah SWT. Maha Rahman dan Rahim kepada kita semua

}  #8 Memahami bahwa bersantai itu juga bagian dari nikmat yang wajib kita syukuri

Refrensi :

–          Islampos.com

–          Indonesiaopitimis.com

Selamat berlibur semoga Allah melindungi kita semua dalam perjalanan dan menjadikan kita sebagai seorang muslim yang senantiasa bsersyukur atas karunia Allah yang diberikan kepada kita.

Read more...

Implementasi Ramadhan sebagai Syahrul Jihad

Memasuki Ramadhan tahun ini, umat Islam Indonesia masih berjiabku dengan naiknya kebutuhan pokok sehari-hari, hal ini diakibatkan oleh kebijakan pemerintah yang menaikkan harga BBM hingga menyentuh harga 6500 per-liter. Meskipun pemerintah telah memberikan konpensasi kenaikan harga BBM dengan program BALSEM namun belum banyak mengurangi beban masyarakat. Hari ini dan entah sampai kapan harga-harga kebutuhan akan cenderung mengalami kenaikan, maka tidak salah jika saya mengatakan jika bulan Ramadhan telah datang pada momen yang sangat tepat. Mengapa demikian? sebab dibulan inilah Allah akan kembali menguji kesabaran hamba-Nya. Balasan dari Allah tentu saja akan lebih besar jika hamba-Nya menjalankan ibadah puasa disertai dengan ujian kehidupan lainnya.

Jika kita mengambil salah satu nama dari nama lain bulan Ramadhan, yaitu syahrul jihad, maka kondisi umat Islam Indonesia saat ini sangat tepat dengan pilihan nama syahrul jihad. Pemilihan nama ini tentu saja berpijak dari pendapat syaikhul islam Ibnu Qoyyim Al Jauzy. Dalam kitab zaadul ma’ad, Ibnu Qoyyim al Jauzy membagi jihad menjadi empat : jihad melawan hawa nafsu, jihad melawan syetan,jihad melawan orang kafir dan jihad melawan orang munafik.

Menghadapi kondisi ekonomi saat ini, maka Jihad melawan hawa nafsu saat ini menjadi hal yang krusial untuk kita fokuskan. Gaya hidup umat Islam yang lebih banyak  menjadi konsumen daripada produsen, secara tidak langsung telah membentuk sikap hidup yang boros. Bulan Ramadhan hadir menjadi solusi sekaligus ajang latihan untuk bersikap hidup hemat. Musuh setiap orang yang bernama hawa nafsu memang cenderung membawa manusia terjerumus kedalam sikap hidup hedonis.

Jihad  melawan hawa nafsu tidaklah mudah namun bukan berarti tidak bisa kita lakukan. Kekuatan iman adalah menjadi kekuatan yang diandalakan dalam jihad melawan hawa nafsu. Syetan memang telah dibelenggu dibulan Ramadhan namun kader syetan yang bernama hawa nafsu jauh lebih militan dibandingkan dengan syetan itu sendiri. Syetan telah melatih nafsu kita selama sebelas bulan, untuk mengalahkannya  Allah memberikan kita kesempatan untuk memeranginya selama bulan Ramadhan tahun ini. Mari kita jihad melawan nafsu kita dengan menjalankan puasa dan amalan sunnah lainnya. Siapkan pula senjata kita berupa : sabar, taqwa dan ikhlas agar nafsu bisa kita tawan dan kemenangan menjadi milik kita di sebelas bulan yang akan datang. selamat menjalankan ibadah Ramadhan semoga gelar taqwa menjadi milik kita semua.

Read more...

Wonderful School

Cerita fiksi berikut merupakan karya siswa SMP Ar-rohmah yang bernama Hanif Abdurrahman

“Hoaaaahm…!” Aku menguap untuk ke-73 kalinya. Matematika memang sangat membosankan. Terlalu rumit, memusingkan, membosankan, Dan Bla… bla… bla… lainnya. Mungkin ada tujuh ratus julukan buruk untuk matematika. Plus, gurunya adalah Pak Fadel, yang sama sekali tidak killer dan suaranya lemes bikin ngantuk. Wah, tidak heran bahwa 73% seisi kelas pada ngiler semua, 21% seisi kelas tidur gak pake ngiler, dan 5% seisi kelas terkantuk-kantuk sakaratul maut. Sisanya pada duduk manis, telinga terangkat, dan rajin mendengarkan gurunya Pak Fadel sampai Nyantol-tol-tol! Paling yang berhasil melakukan itu cuma lalat-lalat doang. (more…)

Read more...

Terdampar di Pulau Terpencil

Cerita fiksi berikut merupakan karya siswa SMP Ar-rohmah yang bernama Rudi Khoirul Azwar

Pagi ini aku membaca koran sambil menikmati secangkir teh hangat di depan rumah. Tiba-tiba pak pos datang dan aku mendapat sebuah surat yang isinya sebagai berikut,

“Kepada saudara Haize, kami pihak sekolah berterima kasih sekali karena Saudara telah mengharumkan nama sekolah kita tercinta dan itu semua membuat sekolah kita mendapat juara umum dalam menciptakan murid-murid berkelas. Jadi kami pihak sekolah memutuskan untuk memberikan hadiah berupa paket wisata ke Washington DC. Mungkin ini yang bisa kami sampaikan lewat sepucuk surat ini. Terima kasih”. (more…)

Read more...

Ramadhanku

Cerita fiksi berikut merupakan karya siswa SMP Ar-rohmah yang bernama Fadel Muhammad Irfan

Pagi ini adalah hari pertama di bulan Ramadhan. Sebagai seorang santri pagi ini aku piket bersama Renggi untuk membangunkan teman – temanku sekamar agar Shalat Tahajjud berjama’ah. Namaku Rico aku berasal dari Palembang, Sumatera Selatan aku masuk Pondok Pesantren karena pilihanku sendiri, tetapi aku sangat menyukai pondok ini karena pondok ini berbasis Internasional. Di sini kami akan diajarkan enam bahasa, yaitu bahasa Inggris, bahasa Arab, bahasa Jepang, bahasa Jerman, bahasa Prancis, dan Bahasa Spanyol. (more…)

Read more...