Site icon Ar-Rohmah Putra

Sambut Santri Baru, Ar-Rohmah Putra Gelar Deklarasi Anti Bullying

Sambut Santri Baru, Ar-Rohmah Putra Gelar Deklarasi Anti Bullying

Sambut Santri Baru, Ar-Rohmah Putra Gelar Deklarasi Anti Bullying

ARROHMAHPUTRA.COM — Awal tahun ajaran baru 2025/2026, semangat positif mewarnai SMP Ar-Rohmah Putra Islamic Boarding School Pesantren Hidayatullah Malang. Mengusung semangat kebersamaan, Pondok Pesantren Modern Favorit di Malang Raya ini secara resmi mendeklarasikan Anti-Bullying dalam program bertajuk “Welcome New Family”, Senin (15/7).

Deklarasi ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan penyambutan santri baru yang digelar secara khidmat di lapangan Ghaza. Ratusan santri, baik baru maupun senior, bersama para asatidz dan pimpinan pesantren, tampak antusias mengikuti kegiatan yang mengusung nilai-nilai kekeluargaan dan persaudaraan tersebut.

Kepala Sekolah SMP Ar-Rohmah Putra, Syarif Hidayatullah, menegaskan pentingnya menumbuhkan budaya positif di lingkungan pesantren. Yakni; dmulai dari membangun relasi antar santri yang sehat dan saling menghargai.

“Di sini, tidak ada istilah senior menindas junior. Setiap santri adalah saudara. Semua harus saling menguatkan, saling menjaga, dan saling menghormati. Itulah makna utama Welcome New Family,”tegasnya.

Menurut ustadz Syarif, demikian akrab dipanggil, deklarasi anti bullying ini merupakan bentuk komitmen SMP Ar-Rohmah Putra menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan ramah bagi semua santri. Dalam event istimewa tersebut, para santri pun secara serentak membacakan ikrar anti perundungan, dan perwakilan diantara mereka menandatangi prasasti Brotherhood Comitment Wall yang disaksikan langsung oleh para guru dan pengurus pesantren.

Lebih lanjut ustadz Syarif menjelaskan, implementasi deklrasi anti bullying ini, salah satunya ialah desain kegiatan santri yang dikemas berbasis family atau keluarga. Setiap kegiatan tersebut melibatkan dan mempersatukan seluruh santri dari jenjang yang berbeda. Di mana, setiap angkatan dipersaudarakan dengan angkatan lainnya. Antara santri kelas VII dengan santri kelas VIII dan kelas IX saling didekatkan. Hal itu tidak lain bertujuan agar diantara mereka terjalin hubungan emosional yang baik dan terjadi interaksi yang positif satu sama lainnya.

Para santri kelas VII dan VIII diajari dan dididik agar selalu menghormati yang lebih senior. Juga menyayangi dan menghormati pula kepada sesama santri satu angkatan. Pun sebaliknya, santri kelas IX atau yang lebih senior juga dididik untuk saling menyayangi, dan menjadi contoh serta teladan yang baik bagi adik-adik kelasnya. Sehingga senioritas yang muncul pun terbingkai dalam hal-hal positif dan kebaikan.

“Melalui program ini, para santri diajak memahami nilai-nilai ukhuwah Islamiyah, toleransi, empati, dan tanggung jawab sosial antar sesama,”pungkasnya./*Rypur

 

Exit mobile version