ARROHMAHPUTRA.COM — Bertandang ke Negeri Jiran, kurang puas rasanya apabila belum melihat pesona Masjid Kristal yang memiiki arsitektur unik, ramah lingkungan dan tentunya menakjubkan. Sebanyak 31 santri SMA Ar-Rohmah Putra Islamic Boarding School Pesantren Hidayatullah Malang pun berkesempatan mengunjungi salah satu landmark Malaysia tersebut.
Moch. Fatkhul Amri selaku ketua delegasi Ar-Rohmah Putra dalam “ASEAN Olympiad Science & Language Championship 2024” menuturkan bahwa, Masjid Kristal ini berdiri di atas lahan hasil reklamasi, di Pulau Wan Wan, dan masih berada dalam satu kompleks dengan kawasan wisata edukatif Taman Tamadun Islam, Kuala Terengganu.
“Mengunjungi masjid kebanggaan warga Malaysia ini, tentu menjadi kesempatan berharga bagi para santri untuk memahami lebih dalam bagaimana seni dan budaya Islam tersaji dalam sebuah maha karya arsitektur modern,”ujarnya.

Menurut ustadz Amri, demikian sapaan akrabnya, selama berada di masjid yang memiliki luas 2.146 meter persegi dan dapat menampung hingga 1.500 jamaah ini, para santri dibuat kagum oleh keindahan dan kemegahan arsitekturnya. Betapa tidak, masjid yang diresmikan oleh Perdana Menteri Malaysia Abdullah Ahmad Badawi pada tahun 2008 silam ini, sebagian besar bangunannya dipenuhi dengan kaca kristal yang mengkilap.
Dengan pemakaian kaca kristal itu menciptakan efek kilauan yang memukau. Pada malam hari, masjid yang dibangun selama dua tahun ini memancarkan warna kuning hasil pendaran kaca-kaca kristal yang menjadi pilar dari masjid ini. Pun saat siang hari yang cerah, pantulan sinar matahari membuat masjid ini seolah-olah berwarna kuning, coklat, atau bahkan hitam. Dan saat malam kembali tiba, dengan efek pencahayaannya yang megah, masjid ini tampak seperti terapung di atas air.
Selain kemegahan arsitekturnya, lanjut ustadz Amri, Masjid Kristal ini merupakan masjid pertama di Malaysia yang mengusung konsep ‘Intelligent Mosque’. Di mana di masjid ini dilengkapi dengan berragam fitur teknologi modern yang terintegrasi dengan ponsel jamaah. Diantaranya para jamaah bisa leluasa menggunakan internet dan mengakses Al-Qur’an digital. Selain itu, seluruh kelistrikan masjid menggunakan sumber listrik yang berasal dari tenaga matahari (solar panel). Sehingga masjid ini pun juga ramah lingkungan.
Tak hanya itu, tambah ustadz Amri, Masjid Kristal ini menyimpan sejarah elok tentang kegigihan dan juga kekuatan tekad untuk mewujudkan sebuah impian. Inspirasi awal pembangunan masjid ini pertama kali muncul dari pemimpin negara bagian Terengganu. Kala itu ia ingin membangun sebuah masjid ikonik yang mencerminkan kekayaan dan keindahan arsitektur Islam.
Pembangunan pun dimulai pada tahun 2006 dan selesai pada tahun 2008. Meskipun demikian, proses pembangunan Masjid Kristal ini tidaklah mudah. Dibutuhkan biaya yang cukup besar dan kolaborasi dari banyak pihak. Termasuk para arsitek, insinyur, pengrajin kaca dan lainnya. Hingga akhirnya pada tanggal 8 Februari 2008 silam, Masjid Kristal ini resmi dibuka, dan sejak saat itu menjadi salah satu destinasi utama di Terengganu, yang menghipnotis ribuan pengunjung setiap tahunnya./*Rypur