ARROHMAHPUTRA.COM – Suasana hangat dan penuh keakraban menyelimuti acara buka puasa bersama (bukber) antara para santri, pengasuh, dan jajaran Muspika Kecamatan Dau pada Selasa (24/2/2026). Meski diguyur hujan, lebih dari 30 tamu undangan tetap antusias hadir untuk menjalin silaturahmi di aula pesantren.
Rombongan tamu spesial sore itu dipimpin langsung oleh Ketua MUI Kecamatan Dau, KH. Abdul Malik. Acara diawali dengan suasana khidmat melalui lantunan ayat suci Al-Qur’an yang dibacakan oleh santri Ibrahim Al Muharram.
Sosok Inspiratif bagi Santri
Mewakili pihak tuan rumah, Ustadz Muh. Muhdi menyambut hangat kedatangan para tamu. Dalam sambutannya, pria asal Gresik ini menjadikan jajaran Muspika sebagai role model bagi para santri.

“Para santri yang berbahagia, bapak-bapak yang duduk di hadapan kita ini adalah inspirasi bagi kalian. Beliau-beliau ini terdiri dari Ketua MUI, aparat TNI, Polisi, pimpinan sekolah, bahkan Camat. Kalian kelak bisa menjadi seperti beliau,” ungkap Ustadz Muhdi, sembari menyampaikan permohonan maaf apabila terdapat kekurangan dalam penyambutan maupun jamuan.
Pesan Moral: Bakti Orang Tua dan Stop Bullying!
Momen bukber ini tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga sarana edukasi. Ketua MUI Kecamatan Dau, KH. Abdul Malik, memberikan pesan mendalam tentang pentingnya birrul walidain (berbakti kepada orang tua), baik yang masih hidup maupun yang telah tiada.

Selain itu, isu perundungan turut menjadi perhatian serius. Kapolsek Dau yang hadir dalam acara tersebut secara tegas mengingatkan para santri untuk tidak melakukan bullying (perundungan) kepada teman, serta memaparkan konsekuensi yang akan ditanggung oleh pelakunya.
Pesan senada juga disampaikan dalam tausiyah penutup oleh Ustadz Dr. Ahmad Fathoni Lc., MA. Beliau menekankan pentingnya menjaga niat dan lisan agar tidak berkata kasar atau menyakiti hati teman.
Menjelang kumandang azan Magrib, tausiyah ditutup dengan doa dan dilanjutkan dengan sesi foto bersama. Rombongan tamu kemudian diarahkan ke Aula Direksi untuk menikmati hidangan berbuka, sementara para santri berbuka puasa dengan penuh kebersamaan bersama kelompok halqoh-nya masing-masing.



