Ar-Rohmah Putra

Belajar Ilmu Pengetahuan Alam, SMP Ar-Rohmah Putra Ajari Santri Praktik Berkebun

Belajar Ilmu Pengetahuan Alam, SMP Ar-Rohmah Putra Ajari Santri Praktik Berkebun

ARROHMAHPUTRA.COM — Belajar tidak melulu berkutat dengan buku di dalam kelas. Di luar kelas pun bisa menjadi pembelajaran yang asyik dan menarik. Terlebih tempatnya alam terbuka yang memanjakan mata dan membuka cakrawala pengetahuan.

Seperti yang dilakukan santri SMP Ar-Rohmah Putra Islamic Boarding School Pesantren Hidayatullah Malang, Jawa Timur. Ratusan santri kelas IX ini berlatih berkebun di Green House Sparta Arboretum, Senin (6/1).

Guru Pembimbing Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) Sugeng Purnomo mengatakan, kegiatan pembelajaran di luar kelas ini bertujuan untuk mengedukasi santri tentang pentingnya pertanian atau berkebun bagi keberlangsungan kehidupan manusia. Sekaligus memperkuat pemahaman mereka terhadap materi yang telah diajarkan oleh guru dikelas tentang ekosistem alam.

“Banyak yang bisa dipelajari di sekitar kita. Salah satunya tentang bagaimana bercocok tanam hingga menghasilkan sayur-sayuran yang dikonsumsi setiap hari,” ungkapnya.

Santri Ar Rohmah Malang Belajar Berkebun scaled

Ustadz Sugeng, demikian sapaan akrabnya menjelaskan, melalui kegiatan tersebut setiap santri diajari langsung bagaimana menanam dan merawat berbagai tumbuhan. Salah satunya adalah tanaman sawi. Sawi adalah sekelompok tumbuhan dari genus Brassica yang dimanfaatkan daun atau bunganya sebagai bahan pangan atau sayuran. Baik saat masih segar maupun dengan diolah. Sawi ini mencakup beberapa spesies Brassica yang kadang mirip satu sama lainnya.

Di negara kita Indonesia ini, lanjut ustadz Sugeng, penyebutan sawi biasanya mengacu pada sawi hijau, yakni ; Brassica rapa kelompok parachinensis. Yang disebut juga dengan sawi bakso, caisim, atau caisin. Selain itu, terdapat pula sawi putih – Brassica rapa kelompok pekinensis, disebut juga petsai- yang biasa dibuat sup atau diolah menjadi asinan. Jenis lain yang kerap dianggap sebagai sawi hijau adalah sawi sayur.

Sedangkan Kailan -Brassica oleracea kelompok alboglabra- adalah sejenis sayuran daun lain yang agak berbeda. Karena daunnya lebih tebal dan lebih cocok menjadi bahan campuran mi goreng. Dan Sawi sendok -pakcoy atau bok choy- merupakan jenis sayuran daun kerabat sawi yang mulai dikenal pula dalam dunia boga Indonesia. Jenis sawi sendok ini lebih cocok untuk ditumis.

Adapun langkah-langkah untuk budidaya sawi tersebut, tambah ustadz Sugeng, dimulai dari memilih benih sawi, mengolah lahan, pembibitan, penanaman di lahan, perawatan tanaman, panen dan pasca panen. Berlangsung mulai pukul 09.00 WIB hingga pukul 11.00 WIB, seluruh santri pun antusias mengikuti kegiatan di luar kelas tersebut hingga akhir./*Rypur

Exit mobile version