Tadabbur Alam, Santri SMA Ar-Rohmah Putra Taklukkan Puncak Gunung Butak

Tadabbur Alam, Santri SMA Ar-Rohmah Putra Taklukkan Puncak Gunung Butak
Tadabbur Alam, Santri SMA Ar-Rohmah Putra Taklukkan Puncak Gunung Butak

ARROHMAHPUTRA.COM – Sejumlah santri SMA Ar-Rohmah Putra Islamic Boarding School Pesantren Hidayatullah Malang berhasil menggapai puncak tertinggi Gunung Butak yang terletak di perbatasan antara Kabupaten Malang dan Blitar.

Para santri yang tergabung dalam pengurus Sako Pramuka Pandu Hidayatullah SMA Ar-Rohmah Putra tersebut, tiba di puncak gunung setinggi 2.868 mdpl setelah melakukan pendakian sekitar 12 jam.

Wildan Maulana selaku guru pembimbing yang membersamai rombongan mengemukakan, pendakian dimulai pada Sabtu pagi melalui dusun Princi desa Gading Kulon, Kecamatan Dau, Malang.

“Kami sengaja memilih jalur pendakian Princi, karena relatif dekat jaraknya dengan pondok pesantren modern Ar-Rohmah Putra,”ungkapnya.

Pendakian Gunung Butak

Menurut ustadz Wildan, demikian sapaan akrabnya, jalur pendakian yang melewati air terjun Parangtejo ini merupakan jalur tercepat dan penuh dengan tanjakan. Medannya cukup berat, terjal dan menantang. Dibandingkan dengan jalur lain yang lebih populer dan biasa dilewati oleh para pendaki. Yakni lewat Gunung Panderman di Kota Wisata Batu, Sirah Kencong di kabupaten Blitar dan jalur Gunung Kawi di Wonosari, Malang.

Meskipun demikian, berkat persiapan matang yang dilakukan sejak jauh-jauh hari sebelumnya, para santri pilihan tersebut berhasil melewati berbagai halangan dan rintangan di sepanjang jalur pendakian. Rasa letih dan lelah pun seolah sirna, saat mereka melihat langsung indahnya hamparan sabana yang luas, dan eloknya pemandangan di puncak gunung stratovolcano tersebut.

Ustadz Wildan menjelaskan, kegiatan yang berlangsung pada hari Sabtu-Ahad (2-3/11) tersebut dalam rangka tadabbur alam. Yaitu sebagai sarana pembelajaran bagi para santri untuk lebih mengenal tanda-tanda kebesaran Allah SWT. dengan merasakan dan hadir langsung di alam nyata. Yang tentunya dapat meningkatkan keimanan, kesyukuran, dan kesadaran diri akan perannya sebagai khalifah-Nya di muka bumi ini.

Selain itu, lanjut ustadz Wildan, pendakian yang pertama kalinya tersebut juga bertujuan menempa fisik dan mental para santri, mengasah jiwa kepemimpinan dan kemandirian mereka. Serta memperkuat karakter santri yang religius, tangguh, peduli terhadap alam dan lingkungan sekitarnya. Tidak hanya itu, melatih pula sikap penuh perhitungan dan tanggung jawab, belajar tidak mudah putus asa, mampu mengenal batas diri dan disiplin.

“Belajar itu tidak melulu berkutat dengan buku di dalam kelas. Belajar di alam terbuka seperti mendaki gunung ini bisa menjadi pembelajaran yang asyik dan menyenangkan. Dan insyaallah, ini bukan kegiatan yang pertama dan terakhir,” pungkasnya./*Rypur

Facebook
WhatsApp
Twitter
Email