Semarak Hari Santri Nasional di SMP Ar-Rohmah Putra: Teguhkan Perjuangan Gapai Masa Depan Gemilang

Semarak Hari Santri Nasional di SMP Ar-Rohmah Putra: Teguhkan Perjuangan Gapai Masa Depan Gemilang
Semarak Hari Santri Nasional di SMP Ar-Rohmah Putra: Teguhkan Perjuangan Gapai Masa Depan Gemilang

ARROHMAHPUTRA.COM — Peringatan Hari Santri Nasional 2024 berlangsung khidmat dan penuh semarak di kampus SMP Ar-Rohmah Putra Islamic Boarding School Pesantren Hidayatullah Malang. Ribuan santri beserta para ustadz dan pengurus pesantren tampak memadati lapangan untuk mengikuti apel akbar yang menjadi puncak peringatan hari bersejarah bagi kaum santri di seluruh Indonesia tersebut.

Mengusung tema “Relating The Struggle, Reaching The Future”, apel yang dipimpin oleh K.H. Dr. Ali Imron, M.Ag., Direktur LPI Ar-Rohmah Putra, ini menjadi momen refleksi bagi para santri tentang peran mereka dalam perjuangan kemerdekaan serta kontribusinya dalam membangun bangsa.

“Hari santri adalah pengingat bahwa kalian, para santri, adalah penerus perjuangan bangsa. Dan di pundak kalianlah masa depan umat dan negeri ini berada,” tegasnya.

1729736072089 scaled

Tidak hanya upacara, kegiatan rutin tiap tahun ini juga diwarnai dengan berbagai perlombaan yang seru dan menarik yang diikuti seluruh santri kelas VII hinga kelas IX, Senin-Selasa (21-22/10). Kompetisi yang diselenggarakan selama dua hari itu meliputi : baca Kitab Fathul Qorib, handy craft bangunan bersejarah Islam, kaligrafi, hafalan Nadhoman, pidato bilingual, fotografi, live vlog, dan SOP Kelas.

Sementara itu Muhammad Razzan Shahab, santri kelas VII, mengungkapkan keseruan Kompetisi Hari Santri Nasional 2024 yang berlangsung di gedung Ghaza SMP Ar-Rohmah Putra tersebut. Menurutnya beragam perlombaan yang digelar sangat menarik, inspiratif dan unik. Salah satunya adalah lomba baca kitab Fathul Qorib.

Senada dengan Abdurrahman Darrel Hisyam, santri kelas IX, mengaku terkesan dengan pelaksanaan Peringatan Hari Santri Nasional 2024 kali ini. Bagi Hisyam, demikian sapaan akrabnya, hari yang terinspirasi oleh fatwa Resolusi Jihad yang dicetuskan oleh Hadratus Syaikh KH. Hasyim Asy’ari pada 79 tahun silam ini adalah momentum penting yang membuatnya selalu ingat dan mawas diri. Bahwa ia adalah seorang santri, memiliki marwah yang harus dijaga sepanjang masa.

1729736021396 scaled

“Tinggal di pondok dan menjadi santri itu adalah anugerah yang belum tentu bisa dirasakan kebanyakan orang. Selain suasananya penuh kekeluargaan dan keakraban, juga terbuka lebar ksempatan mengembangkan minat dan bakat yang terpendam. Salah satunya ialah melalui kompetisi hari santri ini,”pungkasnya./*Rypur

Facebook
WhatsApp
Twitter
Email