Musibah kebakaran hutan di beberapa titik di Sumatera dan Kalimatan belum menemukan solusi berarti. Asap yang ditimbulkan dari kebakaran itu juga belum berhenti. Secara nasional, 17 propinsi tercatat mendapatkan kiriman asap dengan luas juataan meter persegi. Khusus di pulau Sumatra, 80% daratannya tertutupi kabut asap ini.
Hingga hari ini, tercatat 7 orang telah meninggal dunia karena gangguan pernapasan. Dan puluhan ribu orang lainnya terancam berbagai macam penyakit pernapasan. Menurut kesehatan, asap memang berpotensi menyebabkan berbagai macam gangguna seperti ISPA, iritasi mata, iritasi hidung, iritasi tenggorokan dan kesulitan bernapas. Bagi yang memiliki riwayat penyalit kronis, asap dapat menjadi sebab penyakit tersebut bertambah buruk.
Atas dasar keinginan meringankan beban sesama muslim korban asap inilah, puluhan santri putra SMA ArRohmah Putra Malang yang tergabung dalam Imaaratu Syuuni athTholabah Hidayatullah (ISTH) mengadakan aksi pengumpulan. Aksi ini juga merupakan bentuk ajakan kepada muslim lainnya yang tidak menjadi korban untuk membuka mata dan hati membantu para korban asap.
ISTH adalah organisasi santri semacam Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS). Bedanya, fokus kegiatan ISTH adalah kegiatan-kegiatan di asrama. Sedang OSIS kebanyakan kegiatannya adalah kegiatan sekolah. Di Ar-Rohmah sendiri, organisasi santri di sekolah disebut Organisasi Pelajar Hidayatullah (OPH).
Aksi yang digelar sejak pagi pukul 07.00 WIB, Sabtu kemarin (17/10/15), ini mengambil hashtag #MelawanAsap sebagai tema besar kegiatan. Aksi yang berlangsung hingga menjelang zhuhur ini diadakan di Kampus Hidayatullah Malang.
“#MelawanAsap sengaja dipilih sebagai tema besar sebab telah menjadi hashtag yang menasional di berbagai media sosial,” ungkap Sultan Syafiq, santri kelas XI SMA Ar-Rohmah yang memimpin aksi.
Di twitter, #melawanasap memang pernah sukses memuncaki topic perbincangan di dunia. Selain di twitter, di facebook dan instagram juga banyak ditemui status-status dengan hashtag #melawanasap.
Pada kesempatan tersebut, para santri berhasil mengumpulkan dana segar sebesar 9.070.000 rupiah dari para muhsinin. Para muhsinin sebagian besar adalah para orangtua santri yang pada hari itu mengambil dan menerima hasil pembelajaran anak mereka. Hari itu memang bertepatan dengan hari pembagian raport tengah semester santri SMP-SMA Ar-Rohmah Putra Malang.
Rencananya, hasil yang dikumpulkan dari aksi tersebut akan diserahkan langsung kepada lembaga yang berwenang dan fokus kegiatannya adalah korban kabut asap.
“Kami belum tahu dan belum menemukan lembaga yang pas yang berada di tempat kejadian. Kemungkinannya kami serahkan saja ke Baitul Maal Hidayatullah (BMH) Malang untuk diserahkan kepada para korban,” ujar Syafiq.
