ARROHMAHPUTRA.COM – Menghafal Al-Qur’an adalah jalan sunyi yang penuh dengan perjuangan, pengorbanan waktu belajar, dan keistiqamahan tingkat tinggi untuk terus muraja’ah (mengulang hafalan). Tak mau kalah dengan sekolah kepesantrenan salaf maupun modern lainnya, SMA Ar Rohmah Putra akhirnya “pecah telur” bulan ini. Salah satu santri terbaiknya berhasil menorehkan tinta emas dan membuktikan kualitas hafalannya di ajang tingkat nasional.
Menyingkirkan 400 Peserta dalam Seleksi Super Ketat
Perjalanan menuju puncak panggung juara tidaklah instan. Kholid Assauri, santri kelas 11 SMA Ar Rohmah Putra, harus melewati fase kualifikasi yang sangat menguras tenaga dan pikiran.
Dalam ajang Musabaqah Hifzhil Quran (MHQ) yang diselenggarakan oleh MYCC (Muslim Youth Creative Competitions) di bawah naungan Fakultas Agama Islam, Universitas Islam Malang (Unisma), Kholid harus beradu kuat hafalan dengan lebih dari 400 peserta dari berbagai daerah melalui seleksi online.
Hanya mereka yang memiliki hafalan sekuat baja yang bisa bertahan. Berkat rutinitas menjaga hafalannya setiap hari, Kholid berhasil menembus tembok tebal kualifikasi tersebut dan masuk ke dalam daftar elit 10 peserta terbaik yang berhak melaju ke babak final secara offline.
Saksi Bisu di Lantai 7 Gedung Wahab Hasbullah
Rabu, 22 April 2026, menjadi hari pembuktian yang bersejarah. Gedung Lantai 7 Wahab Hasbullah, Unisma, menjadi saksi bisu riuh rendahnya ketegangan sekaligus keharuan para peserta, pembimbing, dan pengunjung. Di hadapan dewan juri yang sangat teliti, para finalis unjuk kemampuan.
Lawan yang dihadapi bukanlah sembarangan. Mayoritas finalis berasal dari “pesantren-pesantren legend” yang sudah sangat diakui kualitas dan tradisi pencetak para huffadz (penghafal Al-Qur’an). Namun, Kholid tak gentar. Ia tampil memukau dan akhirnya dinobatkan sebagai Pemenang Kedua Kategori Hafalan 10 Juz.
Kejutan Tes Dadakan: Hafal 30 Juz Jadi Senjata Rahasia
Di balik keringat perjuangan memenangkan kompetisi ini, ada kisah menarik yang diungkapkan oleh Moh. Khasany, selaku Pembina Bidang Al-Qur’an Kepesantrenan SMA Ar Rohmah Putra. Ia menuturkan rasa syukurnya atas ketangguhan mental delegasinya.
“Alhamdulillah, banyak peserta dari berbagai daerah cukup antusias dalam mengikuti kompetisi ini. Kemampuan semuanya sangat baik. Persaingan begitu ketat sehingga dewan juri harus benar-benar mencari yang terbaik dari yang terbaik,” ungkap Khasany.
Menariknya, mental juara MUHAMMAD KHALID ASSAURI siswa kelas 11 ini, sudah terbentuk karena sejatinya ia telah menyelesaikan hafalan 30 Juz. Kematangan ini terbukti ketika dewan juri mencoba menguji dengan memberikan pertanyaan di luar materi batas 10 Juz yang dilombakan.
“Karena delegasi kami dari SMA Ar Rohmah ini sudah selesai hafalan 30 juz-nya, ketika diberi pertanyaan soal di luar materi 10 juz secara spontanitas, ananda Kholid bisa menjawab dengan sangat baik dan lancar,” tambahnya bangga.
Kunci Sukses: Mengutamakan Mutu Bacaan
Kemenangan ini adalah buah dari metode pembinaan yang disiplin. Moh. Khasany menjelaskan bahwa standar pembinaan di SMA Ar Rohmah Putra selalu ditekankan pada pondasi tahsin sebelum beranjak ke irama.
-
Kelancaran Hafalan: Menjadi harga mati bagi setiap delegasi.
-
Makharijul Huruf & Tajwid: Keakuratan pelafalan hukum tajwid dan letak keluarnya huruf adalah poin utama penilaian juri.
-
Lagu/Nada Penyesuaian: Irama yang indah adalah penyempurna dari hafalan yang kuat dan tajwid yang presisi.
“Itulah yang kami berikan dalam setiap pembinaan santri SMA Ar Rohmah Putra sebelum kami delegasikan mengikuti lomba yang cukup ketat, sehingga kualitas hafalan santri kami tidak bisa diremehkan meski bersanding dengan pesantren-pesantren legendaris,” jelas Khasany.
Selamat dan barakah untuk ananda MUHAMMAD KHALID ASSAURI ! Semoga peluh perjuangan dan prestasi gemilang ini menjadi penyala semangat dan motivasi berharga bagi para santri lainnya dalam menjaga serta membumikan ayat-ayat suci Al-Qur’a

