Site icon Ar-Rohmah Putra

Pentingnya Kesadaran Diri Dalam Menghadapi Bahaya yang sedang melanda

agung-cendikia-santri-lembaga-pendidikan-islam-arrohmah

[vc_row full_width=”stretch_row_content_no_spaces” equal_height=”yes” css=”.vc_custom_1482328850208{margin-top: 0px !important;margin-bottom: 0px !important;padding-top: 0px !important;padding-bottom: 0px !important;background-color: #febf4e !important;}”][vc_column width=”1/3″][vc_single_image image=”9893″ img_size=”220×220″ alignment=”center” style=”vc_box_border_circle” css=”.vc_custom_1590735518378{margin-top: 100px !important;}”][vc_text_separator title=”Agung Cendekia” color=”juicy_pink” el_width=”80″][vc_column_text css=”.vc_custom_1590735922545{margin-right: 50px !important;margin-left: 50px !important;}”]

Agung cendikia yang memiliki nama lengkap Agung Cendekia Putra Nusantara adalah santri SMA Ar-Rohmah Islamic Boarding School yang sekarang kelas 11 MIA 1

[/vc_column_text][vc_separator el_width=”80″][/vc_column][vc_column width=”1/3″][vc_custom_heading text=”Pentingnya Kesadaran Diri Dalam menghadapi bahaya yang sedang melanda” font_container=”tag:h1|text_align:left|color:%23ffffff” google_fonts=”font_family:Marck%20Script%3Aregular|font_style:400%20regular%3A400%3Anormal” css=”.vc_custom_1590751778326{margin-right: 15px !important;margin-left: 15px !important;padding-top: 100px !important;}”][vc_column_text css=”.vc_custom_1590751754953{margin-right: 15px !important;margin-left: 15px !important;}”]Wabah COVID-19 sudah dideklarasikan sebagai Darurat Kesehatan Masyarakat secara  Global (Global Public Health Emergency) oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 30 Januari 2020. Coronavirus adalah jenis virus yang menyebabkan penyakit mulai dari gejala ringan sampai berat. Ada setidaknya dua jenis coronavirus yang diketahui dapat menyebabkan penyakit dengan gejala berat seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS) – Timur Tengah, 2012 dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) – China, 2002. 

Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) adalah penyakit yang belum pernah diidentifikasi sebelumnya pada manusia. COVID-19 adalah penyakit baru, dimana penelitian terkait penyakit ini masih sedikit. Diperlukan informasi yang berbasis bukti (evidence base) tentang perawatan, pengobatan, maupun informasi lainnya terkait penyakit COVID-19 ini. Bermula dari Kota Wuhan di Tiongkok, virus corona jenis baru (SARS CoV-2) menyebar ke berbagai negara di dunia dan menyebabkan timbulnya penyakit COVID-19 di mana-mana. Pada 11 Maret 2020, WHO menetapkan COVID-19 sebagai pandemi. Kondisi ini jelas tidak boleh diremehkan karena hanya ada beberapa penyakit saja sepanjang sejarah yang digolongkan sebagai pandemi.

Maraknya pandemi ini membuat Indonesia dalam kondisi darurat. Hingga pemerintah menerapkan protokol untuk menggunakan masker jika keluar rumah, selalu mencuci tangan sebelum melakukan aktivitas, menghindari kerumunan dan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar). Semua hal itu sebenarnya sudah dilakukan oleh beberapa orang, namun juga ada oknum yang masih tetap melanggar. Hingga munculnya tagar #indonesiaterserah yang sempat trending di twitter 17 Mei lalu.

Dilansir dari Tribun Manado, topik tersebut muncul di antaranya dibagikan oleh para tenaga medis yang seolah sudah ‘terserah’ dengan segala sikap masyarakat yang cenderung seperti tidak lagi mempedulikan adanya pamdemi corona. Tenaga medis mengeluh itu wajar karena sudah capai berjuang membantu kalian tanpa pamrih tetapi masyarakat tetap bandel, dan tidak mau patuh. Hastag #indonesia terserah bukan berarti tenaga medis ngambek, tetapi untuk menyadarkan kita agar kita tidak menyepelekan Covid-19. Supaya pandemi ini cepat selesai.

Salah satu postingan yang diunggah oleh @helwatshlhh sebagai berikut:

“#indonesiaterserah aku wes pasrah ama kamu Indonesia. Nyeri kali ati ku pas lagi berjuang dikhianatin gt aja ”

Seharusnya kita sebagai masyarakat Indonesia harus memahami betapa capai nya nakes yang menggunakan APD.  Apa susahnya kita membantu nakes dengan #dirumahaja dan social distancing? Melalui akun Instagram dr. Jack Handoro Prasojo, mengungkapkan curahan hau berdasarkan pengalamannya. Ia mengungkapkan hal yang kerap dialami ketika menggunakan APD secara lengkap sesuai standar.

Ini terjadi setelah kostum lengkap

5 menit : kacamata dan face shield mengembun, tangan nggak boleh ngelap

15 menit : keringat mulai dari kepala leher punggung

30 menit : sudah muncul bitnik-bintik air mengembun dari dalam jas hujan

45 menit: sudah mulai resah ngitung sisa jam jaga 3,5 jam lagi

2 jam : hipoglikemi, dehidrasi, mata berkunang-kunang, kepala lempuyeng,” tuturnya.

Dari sana, tentu juga bisa mengingatkan kita semua sebagai masyarakat untuk bisa melakukan dan menjalankan peraturan untuk tetap di rumah aja. Menati peraturan merupakan kewajiban kita bersama untuk mencegah penyebarannya yang merebak dan menjaga kesehatan tubuh. Sebagaimana dalil di dalam Al-Qur’an Q.S. An-Nisa’ : 59

                “Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatillah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu.”[/vc_column_text][/vc_column][vc_column width=”1/3″][vc_single_image image=”9930″ img_size=”full” alignment=”right” css=”.vc_custom_1590753720508{margin-top: 0px !important;margin-bottom: 0px !important;padding-top: 0px !important;padding-bottom: 0px !important;}” label=””][/vc_column][/vc_row]

Exit mobile version