Ar-Rohmah Putra

Mencetak Generasi Qurani: SMP Ar Rohmah Sukses Gelar Ujian Tilawah dengan Metode Itqon

Menjelang Ujian Akhir Semester (UAS) genap, suasana akademik di SMP Ar Rohmah semakin semarak dengan diselenggarakannya Ujian Tilawah Al-Quran. Kegiatan ini bukan sekadar evaluasi rutin, melainkan wujud nyata komitmen kepesantrenan dalam mencetak generasi penghafal Al-Quran yang berkualitas melalui program unggulan kepesantrenan, yaitu Madrasatul Quran (MQ).

Evaluasi Tahsin Melalui Program Madrasatul Quran
Ujian tilawah ini bertujuan untuk mengukur sejauh mana perkembangan kemampuan membaca Al-Quran para santri setelah mereka mengikuti proses Tahsin secara intensif selama enam bulan pada semester genap.

Melalui program unggulan MQ, SMP Ar Rohmah menaruh harapan besar agar para santri dapat terus meningkatkan kualitas bacaan mereka. Lebih dari itu, program ini dirancang untuk melahirkan para penghafal Al-Quran (Hafiz) yang memiliki standar bacaan mumpuni.

Keunggulan Metode ITQON
Kunci dari standar bacaan di SMP Ar Rohmah terletak pada penerapan Metode Itqon. Metode ini merupakan cara cepat sekaligus komprehensif dalam belajar Al-Quran, yang lahir secara eksklusif dari hasil formulasi dan pengalaman mengajar para ustadz di Madrasatul Quran.

Ustadz Dodik Yanuar, selaku Waka Kurikulum Kepesantrenan SMP Ar Rohmah sekaligus Founder Metode Itqon, menyampaikan rasa syukurnya atas kelancaran ujian tahun ini.

WhatsApp Image 2026 06 13 at 10.22.41 1

“Alhamdulillah, Munaqosyah pada tahun ini di kelas 8 berjalan dengan lancar dan baik. Munaqosyah yang diadakan selama 2 hari dengan 2 tahap ini memberikan kesan yang berbeda,” ungkap Ustadz Dodik.

Format Ujian yang Lebih Kompleks dan Menantang
Penerapan Metode Itqon membawa pembaruan pada standar evaluasi. Munaqosyah (ujian) kini disajikan dalam bentuk yang lebih kompleks dan mendetail. Para santri kelas 8 harus mampu melewati serangkaian item pengujian yang ketat, meliputi:

1. Kelancaran membaca ayat suci Al-Quran.

2. Makhorijul Huruf (ketepatan tempat keluarnya huruf).

3. Mengurai Hukum Tajwid secara tepat.

4. Mengurai Ghoroibul Quran (bacaan-bacaan asing atau khusus dalam AlQuran).

Meski standar ujian cukup tinggi, para santri kelas 8 secara mengejutkan mampu melewati tahapan tersebut dengan sangat baik. Salah satu penguji (munaqisyi) memberikan apresiasi sekaligus catatan positif, “Bacaan santri kelas 8 sudah baik, tetapi harus tetap ditingkatkan khususnya pada bidang sifatul huruf.”

Harapan dan Inovasi Masa Depan
Keberhasilan munaqosyah ini menjadi pemicu semangat bagi tim kepesantrenan untuk terus berinovasi. Metode Itqon diproyeksikan akan terus menjadi ujung tombak pembelajaran tilawah di SMP Ar Rohmah.

“Insya Allah, ke depannya pembelajaran tilawah Metode Itqon akan selalu berkembang. Tujuannya adalah untuk menghasilkan santri yang berkualitas dalam membaca dan memahami hal-hal yang bertalian dengan ahkamut tajwid,” pungkas Ustadz Dodik Yanuar.

Exit mobile version