ARROHMAHPUTRA.COM — Santri SMP Ar-Rohmah Putra Islamic Boarding School Pesantren Hidayatullah Malang kembali menorehkan prestasi gemilang dalam ajang “Kwarran Dau Scout Competition 2024″di Bumi Perkemahan Sengkaling, Selasa (27/8).
Tiga kontingen yang dikirim dalam kompetisi yang digelar oleh Kwartir Ranting Gerakan Pramuka Dau tersebut berhasil memborong 7 juara. Lima Juara I untuk kategori Yel-Yel Pangkalan, Pioneering, Pangkalan Tergiat, Lomba Kreasi Formasi Baris-Berbaris (LKFBB), dan Cerdas Cermat. Dua lainnya meraih Juara II Cerdas Cermat dan The Best of Tenda Putra.
Atas capaian tersebut mereka pun membawa pulang trofi dan piagam penghargaan. Waka. Kesiswaan SMP Ar-Rohmah Putra, Badrush Sholeh, menyampaikan rasa syukur dan bangga atas capaian anak didiknya tersebut.
“Syukur alhamdulillah. Kami sangat bangga, santri Ar Rohmah Putra terus menunjukkan talenta terbaik di berbagai bidang,”Ujarnya.
Menurut Ustadz Badrush, demikian sapaan akrabnya, sebanyak 27 santri dikirim dalam lomba kepramukaan yang berlangsung selama dua hari pada 13–14 Agustus 2024 lalu. Tiga regu yang tergabung dalam Ababil Squad itu terdiri 17 santri kelas VIII dan 14 santri kelas IX.
Para santri berprestasi dari kelas XIII tersebut yakni ; Aghasa , Syauqi Firmansyah, Brillian alfarizi, Faizan Naufal, Hambali, Rifat Mumtaz, Zidan Naufal, Arkananta Agung, Althaf Hafidz, Adi Obama, Zaidan Arrozaq, Ashwin Hadar, Alwan, Zaki Putra Gustira, Hasan Mubarok, Damorin Gangga, dan. Atsam syaqif. Sedangkan santri kelas IX yakni ; Anjar ilman, Darrel hisyam, Hilmy hamid, Xavier Ramero, Nadhif Irsyaad, Ahmad Rafi Maulana Fakhri, Nizzam Khairan, Abi Aryasatya, Arya Maheswara, Rafaat Hakam Suprianto, Arshavino Febian Fahda, Zulfikar Tegar F., Raka Zuhdi, dan Kenzie Khairullah.
Gerakan Pramuka di Kampus Ar-Rohmah Putra, lanjut Ustadz Badrush, lebih dikenal dengan sebutan Pandu Hidayatullah dan merupakan ekstrakurikuler wajib yang diikuti oleh seluruh santri. Kegiatan pembelajaran di luar kelas ini tidak hanya berkutat dengan aktivitas khas kepramukaan atau kepanduan. Melainkan juga para santri dibekali dengan keilmuan (tsaqafah islamiyah), mental spiritual (ruhiyah),dan kesamaptaan fisik (jasadiyah). Selain itu juga ditempa jiwa kepemimpinan, ksatria, mandiri, rela berkorban dan setia kawan.
“Pandu Hidayatullah itu merupakan salah satu wadah aktualisasi diri santri guna membentuk kader pemimpin bangsa yang siap menjadi pelanjut perjuangan Islam.”pungkasnya./*Rypur




