Jaga Kualitas Pengajaran Al-Qur’an, 34 Guru Pesantren Ikuti Uji Kompetensi Metode Itqon

ARROHMAHPUTRA.COM – Menjaga standarisasi kualitas pengajaran Al-Qur’an menjadi prioritas utama di lingkungan pesantren. Sebagai bentuk komitmen tersebut, sebanyak 34 guru SMP dan SMA mengikuti ujian kompetensi pengajaran Al-Qur’an menggunakan Metode Itqon pada 26-27 Januari 2026.

Ujian ini bertujuan untuk memastikan setiap pengajar memiliki kemampuan yang selaras dengan target output pembelajaran yang telah ditetapkan sejak awal tahun ajaran.

Sertifikasi Gelar Non-Akademik C.RiQ

Ketua Program Pembelajaran Al-Qur’an sekaligus penemu Metode Itqon, Ustadz Dodik Yanuar, menjelaskan bahwa ujian ini bukan sekadar rutinitas, melainkan syarat mutlak kelayakan mengajar.

Para peserta yang dinyatakan lulus akan mendapatkan sertifikat resmi dengan gelar non-akademik C.RiQ. Gelar ini menjadi bukti kredibilitas guru dalam menguasai teknik pengajaran tilawah Al-Qur’an secara mendalam.

“Tujuannya adalah untuk mengetahui sejauh mana kemampuan dan keterampilan guru halaqah dalam menguasai Metode Itqon, khususnya dalam pengajaran tilawah,” ujar Ustadz Dodik saat dihubungi via pesan singkat.

Dua Tahap Ujian: Tulis dan Lisan

Metode evaluasi dilakukan secara komprehensif untuk menyaring SDM yang benar-benar kompeten. Ustadz Dodik merinci dua aspek utama yang diujikan:

  1. Kompetensi Pemahaman: Dilaksanakan melalui ujian tulis untuk mengukur penguasaan teori.

  2. Kompetensi Keterampilan: Dilaksanakan melalui ujian lisan untuk mempraktikkan pengajaran secara langsung.

Libatkan Penguji Eksternal demi Objektivitas

Untuk menjaga kredibilitas dan objektivitas penilaian, pihak pesantren menghadirkan penguji ahli dari luar institusi, yaitu:

  • Gus Sofyan Harist: Penjamin Mutu Metode Itqon sekaligus alumni terbaik PP PIQ Singosari.

  • Ust. Ali Hamdani: Mudir PP Al Wafa Pakisaji dan mantan trainer UMMI Foundation.

Sebelum menghadapi ujian ini, ke-34 guru tersebut telah melewati masa upgrade pemahaman dan pelatihan intensif selama dua bulan di bawah bimbingan langsung trainer Metode Itqon. Dengan persiapan matang ini, diharapkan kualitas bacaan dan pengajaran Al-Qur’an di pesantren tetap terjaga pada level tertinggi.

Facebook
WhatsApp
Twitter
Email