Generasi 554

[vc_row full_width=”stretch_row_content” equal_height=”yes” content_placement=”middle” css=”.vc_custom_1592367376914{background-color: #dec5d5 !important;}”][vc_column width=”1/4″][/vc_column][vc_column width=”1/2″][vc_custom_heading text=”Generasi 554” font_container=”tag:h1|font_size:60|text_align:left|color:%239e5062″ google_fonts=”font_family:Yesteryear%3Aregular|font_style:400%20regular%3A400%3Anormal” css=”.vc_custom_1592363258089{padding-top: 50px !important;padding-bottom: 15px !important;}”][vc_column_text]“Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad dijalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya), lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al Maidah: 54)

Kaum Terbaik, Generasi Pilihan Allah, Generasi 554 Jadikan Dirimu Bagian Dari Mereka

Ayat ini dikenal dengan ayat generasi 554 karena berada pada surah ke 5 (surah al-Maidah) ayat ke 54. Ayat ini menyebutkan tentang generasi terbaik yang Allah pilih untuk menjadi penolong agama-Nya, tatkala orang-orang berpaling dari memperjuangkan Islam. Hal ini menunjukkan bahwa Islam akan senantiasa jaya, ada atau tanpa keberadaan kita dalam barisan perjuangan ini. Maka kita harus mengambil peran dalam perjuangan demi kejayaan Islam untuk menyelamatkan diri kita. Sebab jika tidak, Islam akan meninggalkan kita dengan kejayaannya, sedangkan kita terpuruk dalam lembah kehinaan yang dapat membinasakan.

Pada kesempatan kali ini, kami akan menyingkap makna yang terkandung dalam ayat tersebut, sebagaimana telah dijelaskan oleh Pembina LPI Ar-Rohmah Pesantren Hidayatullah Malang pada acara Rapat Kerja LPI Ar-Rohmah hari Jumat, 12 Juni 2020. Beliau memaparkan bahwa, jika ingin menjadi generasi yang Allah janjikan pada sebagaimana termaktub pada ayat tersebut, maka seorang santri sebagai generasi drostanolone propionato pelanjut para ulama memiliki hal-hal sebagai berikut:

 

 [/vc_column_text][/vc_column][vc_column width=”1/4″][vc_single_image image=”10123″ img_size=”full” alignment=”center”][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_empty_space][/vc_column][/vc_row][vc_row full_width=”stretch_row” gap=”20″ full_height=”yes” equal_height=”yes” css=”.vc_custom_1592365876095{border-radius: 15px !important;}”][vc_column width=”1/3″ css=”.vc_custom_1592366119116{padding-top: 20px !important;padding-right: 25px !important;padding-bottom: 20px !important;padding-left: 25px !important;background-color: rgba(130,36,227,0.71) !important;*background-color: rgb(130,36,227) !important;border-radius: 15px !important;}”][vc_custom_heading text=”Visioner”][vc_column_text]Sebagaimana para pendahulu Negara tercinta kita, khususnya para ulama yang memperjuangkan negeri ini dari penjajah, mereka memiliki visi yang jelas dan terukur. Apa visi mereka? Menjadikan negeri ini sebagai negeri yang merdeka dan terbebas dari cengkeraman para penajajah yang selain ingin menguasai Indonesia juga mereka ingin menyebarkan paham dan agama nasrani. Maka, tidak heran seorang santri memiliki visi yang jelas ketika ingin memasuki bahkan belajar di pesantren. Tidak sekedar belajar ilmu pasti sebagaimana ilmu-ilmu pada umumnya, atau menghafal beberapa hadits dan kitab yang ada, tetapi kehadiran santri ketika belajar di pesantren, maka jelas tujuan dan visinya. Yakni, kelak mereka akan menjadi dan menyiapkan diri sebagai seorang pemimpin yang mana bekal pendidikan umum dibarengi pendidikan agama. Pendidikan tersebut dibarengi dengan adab dan akhlak terpuji. Kelak bekal mereka dalam memimpin negeri ini sebagaimana visi LPI Ar-Rohmah yakni mencetak generasi yang Takwa, Cerdas, dan Mandiri. Visi harus jelas, tujuan harus jelas, dan meraihnya penuh perjuangan dan kesungguhan. Mustahil bila ingin menjadi seorang pemimpin tidak memiliki visi yang jelas.[/vc_column_text][/vc_column][vc_column width=”1/3″ css=”.vc_custom_1592366346746{padding-top: 20px !important;padding-right: 25px !important;padding-bottom: 20px !important;padding-left: 25px !important;background-color: rgba(30,115,190,0.6) !important;*background-color: rgb(30,115,190) !important;border-radius: 15px !important;}”][vc_custom_heading text=”Berjiwa juang tinggi” font_container=”tag:h2|text_align:left|color:%23ffffff”][vc_column_text]Ketika santri sudah jelas visi yang akan diraihnya di masa depan dengan kesungguhan dan keseriusan, maka pantaslah jika visi tersebut harus diraih dengan keistiqomahan yang tinggi. Kesehariannya tertata rapi, jadwalnya terposisi dengan pasti, dan hidupnya terarah dengan aksi. Santri sebagai cikal bakal dalam memimpin bangsa ini, maka selain memiliki visi, yakni memiliki jiwa juang yang tinggi. Kemalasan yang menghampiri di setiap saat, akan perlahan-lahan surut apabila dalam jiwa santri tertempa ketaatan. Taat dalam menjalani kegiatan di pesantren, jiwa juang tinggi yang dimiliki santri akan menjiwai dalam hati, pikiran, dan perilakunya. Kontrol ketaatan inilah urgensi dalam jiwa santri. Sepantasnya sikap taat ini muncul untuk menstimulus jiwa santri dalam meraih cita-cita. Berjiwa juang tinggi sangat dibutuhkan sebagai bekal ke mana arah visi dan tujuan akan direngkuhnya. Jangan sampai kalah dengan berbagai alasan yang ada. Entah itu jauh dari orangtua, fasilitas, maupun teman sekelilingnya.

[/vc_column_text][/vc_column][vc_column width=”1/3″ css=”.vc_custom_1592366396383{padding-top: 20px !important;padding-right: 25px !important;padding-bottom: 20px !important;padding-left: 25px !important;background-color: rgba(238,238,34,0.62) !important;*background-color: rgb(238,238,34) !important;border-radius: 15px !important;}”][vc_custom_heading text=”Sabar dan pantang menyerah”][vc_column_text]Ketika dihadapkan pada sebuah permasalahan yang ada, santri mampu menghadapinya. Tidak keluh kesah bahkan berputus asa, sampai-sampai harus mengadu ke orangtua. Menuntut ilmu penuh kesabaran dan waktu yang panjang. Tidak cukup dipelajari hanya hitungan hari, bulan, maupun tahun. Maka santri Ar-Rohmah ketika menuntut ilmu di pesantren, tak lain harus memiliki jiwa sabar dan pantang menyerah. Keberadaan orangtua yang jauh dari mata, keluarga yang tidak setiap saat dijumpainya, atau bahkan binatang kesayangannya pun tidak luput akan kasih sayangnya di rumah, santri akan terus berjuang untuk meraih cita-cita demi kemuliaan Islam di negeri ini. Sabar dalam menuntut ilmu, sabar jauh dari ayah dan ibu, sabar dalam menghadapi teman yang tidak satu tujuan, maka itulah kunci sukses seorang santri untuk meraih masa depan yang cemerlang.

 

 

[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_empty_space][/vc_column][/vc_row][vc_row full_width=”stretch_row” gap=”20″ full_height=”yes” equal_height=”yes” css=”.vc_custom_1592365876095{border-radius: 15px !important;}”][vc_column width=”1/3″ css=”.vc_custom_1592366535029{padding-top: 20px !important;padding-right: 25px !important;padding-bottom: 20px !important;padding-left: 25px !important;background-color: #dd3333 !important;border-radius: 15px !important;}”][vc_custom_heading text=”Disiplin dan mandiri” font_container=”tag:h2|text_align:left|color:%23ffffff”][vc_column_text]Beragam aktivitas yang ada di pesantren Ar-Rohmah, menjadikan santri disiplin waktu dan mandiri dari segala aspek. Bila di rumah selalu dilayani oleh orang tua ataupun pembantu, di pesantren dikerjakan secara mandiri. Apabila di rumah ketika ada baju kotor yang habis dipakai bermain bola, di pesantren sedcara reflex baju yang dipakai otomatis akan dicuci dan dikerjakan sendiri. Kunci sukses sebagai seorang pemimpin yakni, waktu yang Allah berikan kepadanya dapat dimanfaatkan dengan sebagik-baiknya serta bermafaat bagi orang yang ada di sekitarnya. Tersusun rapi, terstruktur rapi, serta menghargai waktu adalah kunci meraih apa yang diinginkan. Disiplin dan mandiri terus terpupuk dalam jiwa santri.[/vc_column_text][/vc_column][vc_column width=”1/3″ css=”.vc_custom_1592366581448{padding: 20px !important;background-color: rgba(129,215,66,0.6) !important;*background-color: rgb(129,215,66) !important;border-radius: 15px !important;}”][vc_custom_heading text=”Berani dan bertanggungjawab” font_container=”tag:h2|text_align:left|color:%23000000″][vc_column_text]Pertama kali calon santri ketika akan menjadi santri Ar-Rohmah, melalui tahap ujian dan wawancara. Kesiapan dalam memasuki era baru yang jauh dari hiruk pikuk kesenangan dunia, menjadikan santri harus berani mengambil tugas mulia yakni menuntut ilmu dengan sungguh-sungguh. Berani jauh dari keluarga tercinta, khususnya orang tua yang melayani setiap saat, butuh proses tingkat tinggi, yakni berani mengambil peran kemandirian sebagaimana orang tua mereka yang sukses pastinya ditempa dengan beragam masalah dan problematikanya. Apapun masalah yang terjadi di sekelilingnya, tidak menjadikan putus asa. Problematika yang dihadapi di sekelilingnya, tidak menjadikan jiwa kerdil dalam dirinya. Tentu setiap jiwa pasti mempunyai masalah dan problematikanya masing-masing. Santri Ar-rohmah berani dan bertanggungjawab kepada Allah, orangtua, dan masyarakat pada umumnya bahwa tugas mulia yang akan diemban di kemudian hari, harus diimbangi sikap berani dan bertanggungjawab.[/vc_column_text][/vc_column][vc_column width=”1/3″ css=”.vc_custom_1592366746269{padding-top: 20px !important;padding-right: 25px !important;padding-bottom: 20px !important;padding-left: 25px !important;background-color: #0010c4 !important;border-radius: 15px !important;}”][vc_custom_heading text=”Kreatif dan inovatif” font_container=”tag:h2|text_align:left|color:%23ffffff”][vc_column_text]Keterbatasan fasilitas dan kelengkapan yang ada, mencetak santri untuk terus kreatif dan inovatif. Walaupun di luar sebagaimana yang diketahuinya, semua fasilitas yang mendukung, bukan berarti menjadikan jiwa mampu berkreasi dan berinovasi. Maka santri Ar-Rohmah yakin seyakin-yakinnya bahwa ide brilian tidak cukup hanya dipikirkan saja, tapi perlu diaplikasikan dalam bentuk karya nyata.[/vc_column_text][vc_custom_heading text=”Ikhlas mengabdi” font_container=”tag:h2|text_align:left|color:%23ffffff”][vc_column_text]Kunci untuk menjadikan jiwa generasi muda saat ini yakni terus istiqomah dalam kebaikan dan kesabaran yang diikhtiari dengan ikhlas mengabdi. Terjun ke masyarakat adalah langkah awal dalam mengabdi, sosialisasi di masyarakat adalah langkah awal dalam berbakti. Maka, ketika santri dinyatakan lulus dari pesantren, tumbuh keikhlasan dan keridhoan untuk mengabdi di masyarakat.[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row]

Facebook
WhatsApp
Twitter
Email