Dari Pesantren ke Angkasa: Kisah Disiplin Alief Hamka

ARROHMAH.COM kembali menampilkan salah satu profil alumninya yang kini sukses berkarir didunia penerbangan internasional sebagai seorang Pilot. Perjuangan Alief Hamka Muhammad Noor ini tidaklah mudah, perjuangannya mengejar cita-citanya yang telah ia impikan sejak duduk di bangku TK layak menjadi inspirasi bagi kita semua . Ikuti kisahnya berikut ini yang kami rangkum dalam profil Alumni , dan selengkapnya bisa disimak pada tayangan video kami di channel Ar Rohmah Putra .

Bagi Alief Hamka, menjadi pilot bukanlah sekadar pekerjaan, melainkan mimpi masa kecil yang ia teriakkan setiap kali melihat pesawat melintas di langit Sidoarjo . Namun, jalan menuju kokpit tidaklah instan. Ia harus melewati fase “gemblengan” di SMA Ar-Rohmah Malang yang sempat membuatnya merasa berat hati karena aturan yang sangat ketat .

1. Menjadikan Aturan sebagai Pondasi

Awalnya, Alief merasa terjebak dalam culture shock saat harus pindah dari lingkungan umum ke pondok pesantren yang penuh aturan . Namun, ia segera menyadari bahwa ketatnya jadwal—mulai dari bangun sebelum Subuh untuk Tahajud hingga manajemen waktu belajar yang padat—adalah latihan mental untuk menjadi pribadi yang mandiri . Ia percaya bahwa kedisiplinan inilah yang akan menjadi modal utamanya di dunia penerbangan.

2. Perjuangan Melampaui Batas

Ambisi Alief mulai teruji saat ia duduk di bangku kelas 3 SMA. Ia mengincar sekolah pilot di Bali yang sangat kompetitif, di mana dari 800 pendaftar hanya 20 orang yang diterima .Demi mengejar ketertinggalan bahasa Inggris (skor TOEIC), Alief melakukan pengorbanan yang luar biasa, Belajar di Waktu Istirahat: Ia meminta privat khusus kepada gurunya setiap jam istirahat sekolah. Saat teman-temannya baru masuk kelas setelah makan siang, Alief sudah selesai belajar lebih awal . Gigih Meski Gagal : Ia sempat gagal dalam tes bahasa Inggris pertama kali, namun ia tidak menyerah. Ia justru bergabung dengan kelas bimbingan belajar mahasiswa Universitas Brawijaya, meskipun ia merasa minder sebagai anak SMA di antara para mahasiswa .

13

Pantang Mundur Meski Cedera: Dalam perjalanan mengejar ilmu, ia pernah mengalami kecelakaan motor hingga tangannya berdarah hebat. Alih-alih pulang, ia tetap melanjutkan perjalanan ke tempat belajar demi mimpinya .

3. Prinsip Santri di Atas Awan

Kini, setelah berhasil menjadi pilot profesional, Alief tidak meninggalkan identitas santrinya. Baginya, menjadi pilot adalah tentang tanggung jawab kepada Tuhan. Ibadah di Kokpit: Di tengah penerbangan, Alief tetap menjalankan kewajiban salat, bergantian dengan rekan pilotnya di ruang kokpit . Rendah Hati: Melihat hamparan gunung dan luasnya bumi dari ketinggian justru membuat Alief merasa kecil di hadapan Sang Pencipta, menjauhkannya dari sifat sombong .

Pesan Inspiratif untuk Kita Semua

Alief membuktikan bahwa pondok pesantren bukanlah penghambat masa depan, melainkan “kawah candradimuka” yang membentuk karakter, tauhid, dan kemandirian. Pesannya sederhana: Jangan minder, proses itu butuh waktu, dan tidak ada yang instan. Teruslah berikhtiar dan kembalikan segala urusan kepada Allah.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Facebook
WhatsApp
Twitter
Email
0
Apakah anda merasa terbantu, silahkan beri komentarx
()
x