“Bukanlah pemuda yang mengatakan ‘Inilah Bapakku’, tetapi pemuda yang mengatakan ‘Inilah Aku’.” – Irwan Baddu
Kalimat di atas menjadi prinsip hidup Irwan Baddu, seorang alumni SMA Ar-Rohmah (Hidayatullah Malang) yang kini sukses berkiprah sebagai seorang Notaris dan Pemilik Sekolah Islam. Perjalanan hidupnya adalah bukti nyata bahwa keterbatasan latar belakang bukanlah penghalang untuk meraih kesuksesan dunia dan akhirat.
Jejak Langkah di Ar-Rohmah
Irwan Baddu, putra asli Enrekang, Sulawesi Selatan, masuk ke Pondok Ar-Rohmah “Hidayatullah” Malang pada tahun 1999 dan lulus pada tahun 2002. Datang dari keluarga sederhana di desa—di mana orang tuanya bahkan tidak bisa baca tulis—Irwan memiliki tekad yang baja.
Masa-masa awal di pesantren adalah masa yang penuh tantangan. Jauh dari orang tua dan sulitnya komunikasi (hanya bisa melalui surat-menyurat kala itu) menempa mentalnya menjadi pribadi yang tangguh. Bagi Irwan, pesantren adalah “laboratorium kehidupan”. Nilai-nilai perjuangan (jihad) dan kemandirian yang ditanamkan di Ar-Rohmah menjadi fondasi yang ia pegang teguh saat menghadapi kerasnya dunia nyata.
Perjalanan Karir: Jatuh Bangun Menuju Kesuksesan
Selepas dari Ar-Rohmah, Irwan melanjutkan pendidikan tinggi dengan visi yang jelas: menjadi ahli hukum dan pengusaha. Namun, jalan menuju puncak tidaklah mulus. Sebelum mapan sebagai Notaris, ia mengalami fase “naik turun” dalam dunia bisnis, bahkan sempat merasakan kebangkrutan berkali-kali.
Namun, semangat pantang menyerah yang ia pelajari di pondok membuatnya selalu bangkit. Kini, Irwan Baddu dikenal sebagai Notaris sukses di Kota Probolinggo, Jawa Timur. Menariknya, ia memegang teguh prinsip syariah dalam profesinya. Ia berkomitmen untuk tidak menjadi rekanan bank konvensional demi menghindari riba, sebuah keputusan berani yang membuktikan integritas keimanannya di tengah godaan materi.

Tak hanya berhenti di jenjang sarjana, semangat belajarnya membawanya meraih gelar Doktor Pendidikan Agama Islam di Dalwa Bangil. Sebuah pencapaian luar biasa bagi anak seorang petani desa yang buta aksara.
Investasi Akhirat: Membangun Kuttab Al-Fatih
Kesuksesan finansial tidak membuat Irwan lupa akan tujuan hidup sesungguhnya. Terinspirasi untuk memiliki amal jariyah yang tak terputus, ia mendirikan Kuttab Al-Fatih cabang Probolinggo.
Motivasinya sangat spiritual: ia ingin memiliki lembaga pendidikan di mana setiap kebaikan yang dilakukan oleh para alumninya—seperti membaca Al-Qur’an—akan mengalirkan pahala kepadanya, bahkan setelah ia tiada. Selain itu, ia juga aktif menjabat sebagai Sekretaris Dewan Dakwah di Kota Probolinggo.
Pesan untuk Generasi Muda
Kepada para santri dan generasi muda, Irwan menitipkan pesan mendalam tentang pentingnya Adab. Menurutnya, keberkahan ilmu sangat bergantung pada adab seorang murid terhadap gurunya. Tanpa adab, ilmu mungkin didapat, namun keberkahannya bisa hilang.
Kisah Irwan Baddu mengajarkan kita bahwa kesuksesan sejati adalah perpaduan antara kemapanan profesi, keteguhan prinsip agama, dan kontribusi nyata bagi umat.
Artikel ini disarikan dari tayangan “Dari Desa Terpencil Hingga Jadi Notaris Sukses: Perjalanan Hidup Irwan Baddu Alumni Ar-Rohmah!” di kanal YouTube Ar-Rohmah Putra.




