Hari ini Tes Gelombang Dua penerimaan calon Siswa SMP-SMA Ar Rohmah tahun pelajaran 2016-2017

Sejak pagi buta ( Ahad 17/5) berbagai kendaraan roda empat jenis minibus memasuki¬† kampus LPI Ar Rohmah. Petugas keamanan kampus LPI Ar Rohmah bekerjasama dengan LINMAS desa Sumbersekar mengarahkan kendaraan yang keluar masuk kampus dengan ramah sambil menyapa para pemilik kendaraan , selanjutnya kendaraan diaarahkan ketempat parkir yang telah di siapkan panitia PSB. Kedatangan kendaraan berbagai jenis ini, bertujuan untuk mengantarkan calon siswa SMP-SMA Ar Rohmah untuk mengikuti tes masuk gelombang kedua.Adapun materi tesnya adalah : potensi akademi, psikotes, tes kemampuan Al Qur’an dan wawancara.

Menurut panitia PSB, ada sekitar dua ratus lebih calon siswa yang akan mengikuti tes gelombang kedua tahun ini . “Animo masyarakat terhadap model pendidikan pesantren yang ditawarkan LPI Ar Rohmah semakin meningkat, hal ini disebabkan oleh keseriusan pihak LPI Ar Rohmah yang senantiasa berkomitmen melahirkan generasi yang Taqwa, Cerdas dan Mandiri,” ujar Wawan Sulchan Efendi selaku koordinator PSB. Selain itu,¬† raihan prestasi dibidang Akademik dan non Akademik para siswa SMP-SMA yang terus meningkat setiap tahunnya juga merupakan pertimbangan tersendiri bagi orang tua untuk menyekolahkan anaknya di LPI Ar Rohmah, ungkapnya.

Selamat mengikuti tes Masuk Gelombang kedua semoga bisa bergabung bersama kami

Read more...

Semarak Idul Adha 1436 H; Dari Potong Qurban Hingga Festival Sate

Setelah prosesi ibadah ‘id selesai, acara selanjutnya yang dinanti santri adalah pemotongan hewan qurban. Tentunya pemotongan ini dilakukan setelah santri menyelesaikan sarapan di ruang makan.

Bagi santri yang memilih berqurban di Ar-Rohmah Putra, ada pengalaman tersendiri yang tidak akan didapatkan oleh santri lain. Pengalaman itu adalah menyembelih sendiri hewan qurbannya yang di-atasnama-kan dirinya, atau ayahnya. Tentu ini adalah pengalaman berharga yang hanya bisa dilakukan sekali setahun saja.

Aufar Nubli Enmulia, misalnya. Santi kelas X yang sedang menjalani tahun pertamanya di Ar-Rohmah ini merasa bangga dan beruntung bisa diberi kesempatan menyembelih kurbannya sendiri. Walau di awal terlihat ragu dan canggung, tapi akhirnya ia menuntaskan pemotongan kambingnya dengan baik dan sukses.

IMG-20150924-WA0095
(Foto: Tampak Nubli berusaha menyembelih kambing kurbannya)

Dalam Islam, merupakan sunnah ketika berqurban adalah memotong sendiri hewan yang diqurbankan. Walaupun juga bisa diwakilkan ke panitia jika tidak bisa atau banyak kesibukan.

Pagi itu, pemotongan yang dimulai sekitar pukul 07.00 WIB dihentikan sementara ketika hewan yang telah dipotong mencapai angka 36, dengan rincian 35 ekor kambing dan 1 ekor sapi.

Festival Sate

Agar qurban lebih terasa manfaatnya, oleh panitia, setiap kelas diberi 1 ekor kambing untuk diolah. Kambing-kambing yang mereka potong sendiri itu akan diolah sesuai selera masing-masing kelas. Walaupun memotong sendiri, panitia tetap mendampingi di tempat yang dikhususkan untuk pemotongan. Setelah pemotongan, barulah para santri akan menguliti dan mencari tempat ternyaman untuk berekperimen dengan bumbu-bumbu yang telah mereka siapkan sebelumnya.
Di SMA sendiri, OPH SMA Ar-Rohmah Putra Malang mengadakan lomba sate untuk semua kelas di unit SMA. Total ada 8 kelas yang mengikuti kompetisi ini. Acara tahunan ini diadakan untuk memotivasi santri menghasilkan olahan dan kreasi bumbu sate yang terbaik.

“Biasanya kelas SMP juga ikut. Tapi tahun ini mereka tidak ikut festival sate. Entah kenapa,” ungkap Ghozi Naufal Qois, ketua OPH SMA Ar-Rohmah periode 2015-2016.

Dengan berbekal 1 ekor kambing di tiap kelas, para santri sesegera mungkin membuat dan berkreasi dengan sate. Walaupun mereka semua adalah santri putra, ternyata hasil olahan mereka terasa nikmat dan bervariasi.

Kelas XI MIA 2, misalnya. Dikomandoi oleh Ihza Nugroho, tim mereka membawakan racikan unik untuk dinilai dewan juri.
“Namanya Sate Bumbu Kuah Gulai,” ungkap Ihza ketika ditanya salah satu dewan juri.

Sajiannya memang sedikit beda dari sisi penampilan. Sebuah paprika besar menjadi wadah untuk kuah gulai. Sedang beberapa tusuk sate yang telah dilumuri bumbu kacang direndam di kuah tersebut.

“Tampilannya unik, rasanya menggingit,” komentar Ustadz Abdul Aziz yang turut mencicipi pertama kali.

“Kalau menurut saya, ini calon kuat untuk juara,” tambahnya.

DSC_0022
(Foto: Ihza memberikan sentuhan akhir sebelum dinilai dewan juri)

Dewan juri yang menilai sajian sate-sate tersebut akan menilai dari 3 kriteria utama. Yang pertama dan utama, tentu soal cita rasa. Ini yang penting dari soal makan memakan. Yang kedua adalah kreatifitas; soal penampilan luar masakan, cara peyajian, dsb. Kemudian, juga akan dinilai kebersihan dan kerapian. Ini juga penting sebab putra biasanya mengabaikan soal ini.

Bertindak sebagai dewan juri adalah ustadz Fahmi Ahmad, M.M, selaku kepala sekolah SMA Ar-Rohmah. Juga hadir ustadz Jayadi, S.E, Kaur Kurikulum SMA Ar-Rohmah Malang. Dua lainnya adalah ustadz Purnomo dan ustadz Anton. Keduanya juga merupakan guru di SMA Ar-Rohmah Putra.

Menurut panitia, hanya dua sate terbaik yang akan diberi hadiah.

“Kemungkinan Senin akan diumumkan siapa yang menjadi juara,” jawab Ghozi ketika ditanya soal bocoran pemenang.

Read more...

Lomba Takbiran Meriahkan Malam Idul Adha 1436 H di Ar-Rohmah Putra

Sebagai bentuk ungkapan rasa gembira atas tibanya hari raya Idul Adha 1436 H, ISTH SMA Ar-Rohmah Pesantren Hidayatullah Malang mengadakan kegiatan lomba takbiran pada malam tanggal 10 Dzulhijjah yang bertepatan dengan 23 September 2015 M. Acara yang dimulai sekitar pukul 20.00 WIB dihadiri oleh seluruh warga Asrama Darussalam dan Asrama Darussyahadah.

Lomba ini sendiri diikuti oleh seluruh tingkatan kelas di unit pendidikan SMA. Kelas X, misalnya, datang dengan formasi lengkap; 3 tim. Kelas XI mewakilkan 2 timnya, sedangkan kelas XII tampil maksimal dengan 1 tim.

Dipandu oleh Suryadi Pranoto (X) dan Sultan Syafiq (XI) sebagai MC, acara ini terasa lebih renyah. Baru-baru ini, Syafiq juga menjadi pembawa acara pada acara Arreval yang digelar oleh LIC. Maka tak heran, acara demi acara berjalan dengan lancar hingga penutupan.

Di kesempatan awal, Imam Farkhan tampil dengan suara khasnya. Taekwondoin asal Ternate ini didaulat untuk membaca kalam suci firman Ilahi.

Kemudian berturut-berturut memberikan sambutan Ketua Panitia; Alif Fadhillah, Pembina ISTH; Ustadz Fikri Zakia, dan Kepala Kepengasuhan SMA Ar-Rohmah Malang; Ustadz Jumari. Selain memberi sambutan, Ustadz Jumari juga membuka acara dengan takbir-tahlil-tahmid yang diikuti oleh seluruh hadirin.

Setelah acara dibuka, tibalah pada acara inti; lomba takbiran. Duet MC Adi-Syafiq menjatuhkan pilihan pertama untuk tampil adalah santri kelas XI yang asuh oleh ustadz Khasany sebagai wali asrama. Kemudian, berturut-turut setelahnya penampilan dari santri kelas X asuhan Ustadz Nururrohman, lalu santri asuhan Ustadz Zakariya yang juga kelas X. Pilihan MC selanjutnya jatuh kepada santri kelas XI asuhan ustadz Rifal, lalu kelas X asuhan Ustadz Abdul Aziz. Sebagai penampilan terakhir, kelas XII yang hanya mewakilkan 1 tim maju sebagai tim yang paling berpengalaman. Disebut berpengalaman sebab mereka sudah 3 tahun mengikuti lomba serupa.

Tampil memberikan penilaian pada acara ini adalah Ustadz Ian Ahmad, Ustadz Abu Afrin dan Ustadz Abu Ayman. Ketiga anggota dewan juri menjadi penentu kemenangan berada di pihak siapa.

Aksi-aksi yang ditunjukkan peserta lomba sangat unik. Anak asuh ustadz Rival, misalnya. Dengan corak kostum yang beraneka ragam, ternyata mereka disatukan dengan dasi yang dikenakan seluruh anggota tim. Di sini terlihat kekompakan tim mereka.

Lain lagi yang ditampilkan oleh santri asuhan ustadz Abdul Aziz. Walaupun terkesan monoton, tapi penampilan mereka beda sendiri. Ada syair-syair yang tidak familiar yang menandakan bahwa mereka ingin tampil beda dari yang biasanya.

Yang paling unik adalah penampilan terakhir dari kelas XII. Mungkin karena jam terbang yang tinggi, mereka terlihat sangat kompak dan komplit. Dengan kostum paduan baju hitam celana biru, mereka tampil menakjubkan sejak awal.

Acara yang merupakan rangkaian dari IDHFEST 2015 ini berakhir pukul sekitar 21.30. Selain lomba takbiran, ada lomba poster dan lomba drama yang juga akan digelar oleh panitia. IDHFEST sendiri merupakan akronim dari Idul Adha Festival.

Hingga berita ini diturunkan, panitia masih belum mengumumkan siapa yang keluar sebagai pemenang. Salah satu dewan juri yang diminta memberikan bocoran, Ustadz Abu Ayman, hanya menjawab, “Silahkan tanya panitia.”

Read more...