Ustadz Ali Imron: Sabar dan Komunikasi, Kunci Sukses Pendidikan Santri

Bila pendidikan akademik hanya berorientasi materi saja, maka Nabi shallallalahu alayhi wasallam termasuk orang yang gagal mendidik. Sebab putri pertama nabi, Fatimah azZahra yang bersuamikan sepupunya sendiri Ali bin Abi Thalib dikisahkan hidup dalam kemiskinan sepanjang perjalanan kehidupan pernikahannya.

Hal itu ditegaskan kembali oleh ustadz Ali Imron, pembina LPI ArRohmah dalam sambutannya di hadapan ratusan wali santri, pada Sabtu (25/3/2017). Sambutan tersebut adalah rangkaian acara serah terima hasil belajar santri SMP-SMA ArRohmah selama tiga bulan pertama di semester genap tahun pelajaran 2016-2017.

Namun bukan berarti, lanjut pembina LPI ArRohmah tersebut, apa yang ditanyakan oleh orang tua mengenai perkembangan akademik ketika menerima hasil belajar anak bukan hal yang penting.

“Sebab yang lebih penting adalah mencari tahu sejauh mana visi misi hidup yang terkandung dalam “ihdinas-shiratal mustaqim” telah menghujam ke dalam sanubari anak,” terangnya.

Olehnya itu, menurut salah satu perintis ArRohmah tersebut, dibutuhkan proses yang tidak sebentar dalam mengantar anak menjadi generasi shalih dan pejuang. Dibutuhkan kesabaran ekstra dari para guru, murabbi dan juga orang tua dalam mengawal proses tersebut.

“Kesabaran itu juga harapannya bisa berbarengan dengan kesamaan visi dan misi antara orang tua dan lembaga,” lanjutnya. Maka, tambahnya, dibutuhkan komunikasi yang harmonis untuk mendukung hal tersebut.

Imbuh ustadz Imron, komunikasi antar orang tua dan pihak lembaga sangat penting adanya. Menurut kandidat doktor pendidikan tersebut, kehadiran orang tua untuk melihat perkembangan proses pendidikan anak dalam rapot yang dibagikan per tiga bulan memiliki peranan yang sangat strategis. Saat seperti ini, lanjutnya, harus digunakan sebaik mungkin untuk bertukar informasi antara orang tua dengan wali asrama dan wali kelas.

“Bila orang tua tidak hadir, maka dapat dipastikan ada semacam missing link dalam mata rantai proses pendidikan kita,” terangnya.

Ketika ada hal-hal yang kurang menyenangkan yang terjadi dalam proses pendidikan anak-anak, lanjut ustadz Imron, maka yakinlah bahwa hal itu onak perjuangan yang kelak akan membuahkan hikmah luar biasa.

Nabi Yusuf alaihissalam adalah contoh nyata bagaimana hal-hal yang tidak menyenangkan justru menjadi sebab ia menjadi orang besar di kemudian hari. Mulai dari fitnah dan tipu muslihat yang dilancarkan saudaranya, dibuang ke sumur, dijadikan budak, difitnah penguasa hingga masuk penjara pengap.

“Namun, ujian-ujian tersebut justru menempa Yusuf menjadi pribadi yang tangguh dan matang,” terang ustadz Imron. Dan setelahnya, lanjutnya, Yusuf diangkat menjadi menteri yang mengurusi keuangan negara.

“Semoga dengan demikian, harapan untuk meretas generasi qurani yang taqwa, cerdas dan mandiri bisa terwujud,” tutupnya.

Read more...

Hadapi PKI, Santri Siap Bela NKRI

“Siap lawan PKI”
“(Siap)”
“Siap bela Islam”
“(Siap)”
“Siap bela ulama”
“(Siap)”
“Siap bela NKRI”
“(Siap)”
“Takbir!!!”
“(Allahu Akbar)”

Begitu di antara gemuruh suara di masjid Baiturrohmah Pesantren Hidayatullah Malang pada siang Sabtu (11/03/2017). Koor serempak itu dipimpin oleh Ustadz Alfian Tanjung di hadapan hampir 1000 jamaah yang terdiri dari santri SMP-SMA ArRohmah, para guru, jamaah Hidayatullah Malang dan Muslimat Hidayatullah (Mushida) Malang. Pimpinan Taruna Muslim Jakarta itu hadir memberi kajian bertema “Santri Benteng NKRI; Mewaspadai Kebangkitan PKI, Musuh Umat Islam.”

Dalam paparannya selama kurang lebih dua jam di hadapan jamaah masjid yang hadir, ustadz Alfian menyampaikan sejarah panjang PKI dan kekejaman mereka terhadap umat Islam, khususnya kepada para ulama dan santri.
“Puluhan bahkan ratusan ribu ulama serta santri telah difitnah bahkan dibunuh oleh PKI dengan cara-cara keji seperti diracun, pesantrennya dibakar, dan sebagainya,” terangnya berapi-api.

Pola pergerakan PKI diantaranya, lanjut lelaki berdarah Betawi ini, adalah memutarbalikkan fakta serta mengadu domba di antara sesama anak bangsa. Dilanjutkan oleh Ustadz Alfian Tanjung, bahwa generasi baru PKI telah menjadi semakin kuat dan sudah masuk di setiap lapisan masyarakat termasuk ormas serta pemerintahan.

Dalam sesi tanya jawab salah seorang santri menanyakan bagaimana seorang santri menghadapi PKI.
“Rajin ibadah, pegang erat al-Quran dan waspada selalu,” jawab ustadz Alfian singkat.

Di akhir-akhir acara, ustadz Alfian sempat mempraktekkan sebuah simulasi bagaimana kader-kader PKI mempengaruhi pelajar dan remaja supaya mengikuti pola pikir mereka. Beliau lalu berpesan agar para santri pandai membaca situasi apabila mengikui kegiatan-kegiatan di luar pesantren.

Kajian ini menarik perhatian tinggi dari jamaah. Hadiri dengan antusias tinggi memberi banyak pertanyaan. Sayangnya, waktu yang sangat terbatas membaut pertanyaan tidak terjawab seluruhnya. Acara pun berakhit tepat saat adzan Ashar berkumandang.

Menurut ustadz Badrussholih, Waka Kesiswaan SMP Ar-Rohmah, ustadz Alfian Tanjung sengaja diundang untuk memberi materi kepada para santri agar mereka mengetahui dan memahami bahaya paham komunisme dan gerakan PKI. Menurutnya, hal itu penting karena sejarah PKI sengaja dihilangkan dan disembunyikan oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab dari buku-buku pelajaran sejarah di sekolah.

“Jangan sampai generasi muda Islam tidak waspada terhadap bahaya PKI sebagai salah satu musuh paling berbahaya bagi bangsa dan negara kita yang tercinta,” pungkas beliau.

Sebagaimana diketahui, Ustadz Alfian Tanjung adalah dai dari Jakarta sekaligus pakar komunisme. Kehadirannya di kampus LPI Ar-Rohmah merupakan salah satu rangkaian kegiatan tabligh akbar di beberapa tempat di kota Malang.

Read more...

Ujian Praktek Penjaskes kelas XII SMA

Dua minggu lamanya siswa kelas 12 mengikuti ujian praktek. Ujian praktet merupakan salah satu tahapan penilaian menuju UN. Jika tidak ada perubahan insyaAllah UN akan dilaksanakan pada bulan April, segala daya dan upaya dimaksimalkan oleh waka kurikulum SMA Ar Rohmah agar siswa siap menghadapi UN. Beberapa upaya telah dilakukan yaitu : bimbingan,try out hingga klinik bidang study telah dilakukan. Hari ini para siswa melaksanakan ujian praktek Penjaskes, ujian yang melibat seluruh siswa ini diselenggarkan dilapangan darussalam 1 komplek asrama siswa kelas 12.

Sejak pagi para siswa terlihat sudah melakukan pemanasan, untuk memperoleh hasil terbaik dalam praktek Penjaskes. Beberapa hari sebelumnya para siswa telah mengikuti praktek Fisika,Kimia, Bahasa Indonesia dan Inggris,PAI dan seni budaya.

Selain itu sejak memasuki tahun 2017 program sukses UN SMA Ar Rohmah mulai dilaksanakan. Program khusus yang berkaitan dengan persiapan UN ini paling tidak bertujuan untuk meningkatkan pemahaman yan mendalam pada materi pelajaran yang di ujikan. Segala upaya telah dilakukan oleh Ustadz Jayadi agar para siswa memiliki kesiapan fisik,mental dan spiritual. Kesiapan fisik misalnya, setiap sabtu pagi hari para siswa diajak untuk melakukan senam kebugaran dengan maksud agar para siswa siap secara Fisik tidak sakit-sakitan saat menghadapi UN. Selain fisik para siswa juga mendapatkan tambahan asupan gizi berupa telor dan susu, mudah-mudahan upaya ini dapat menghasilkan para siswa yang siap menghadapi UN dan aktifitas lainnya sesuai dengan program yang telah ditetapkan.

Read more...

Furqon siswa SMA meraih Juara 1 OSN Fisika se-Jawa,Bali dan NTB

Furqon, begitu kami biasa memanggilnya, beberapa minggu yang lalu ia melakukan operasi penyambungan urat pada lutunya yang bermasalah. Dokter memberikan katerangan agar ia beristirahat dirumah untuk beberapa minggu. Usai istirahat tidak bersekolah, minggu kemarin dengan menggunkan tongkat, ia telah kembali dan sekolah bersama teman-temannya. Semangatnya yang tinggi, layak menjadi panutan bagi siswa lainnya, dengan masih menggunakan tongkat ia mengikuti lomba Fisika. Lomba Fisika yang diadakan oleh UIN Maliki Malang ini diadakan dalam rangka menjaring siswa-siswa berbakat dibidang Fisika. Alhasil dengan kondisi yang ada Furqon justeru berhasil meraih juara 1 dalam lomba Fisika tingkat Jawa ,Bali dan NTB tersebut.
Penulis merasa terharu saat mendengar berita ini, dari guru pembimbingnya Ustadz Abdurrahman. Sebab beberapa kali Furqon mengikuti lomba serupa hampir tidak pernah lolos hingga juara 1. Namun kali ini Allah menganugerahinya juara 1 .Furqon yang tidak pernah kenal menyerah , untuk mencapai sebuah tujuan yang ia cita-citakan dengan kondisinya saat ini layak menjadi contoh bagi teman-temannya. Beginilah seharusnya sikap yang ada pada diri siswa, pantang menyerah sebelum cita-citanya tercapai, mudah-mudahan hal ini menjadi motivasi bagi teman-temannya.

Read more...

Lomba Adzan Internal SMA Ar Rohmah

Adzan bagi umat Islam adalah panggilan yang sakral, jika suara adzan terdengar maka umat Islam harus bergegas melaksanakan solat. Adzan bisa memotivasi orang yang malas untuk segera memenuhi panggilan Allah berupa perintah solat. Pentingnya adzn juga menjadi perhatian para pengasuh diasrama SMA Ar Rohmah. Agar adzan tetap terjaga menjadi sebuah panggilan yang sakral dan penuh makna bagi santri, maka ide untuk mencari bibit unggul para muadzin pun mulai dilaksanakan oleh para pengasuh. Salah satu cara yang digunakan untuk menjaring para muadzin , maka pada Sabtu malam kemarin ( 21/1) OSIS bersama pengasuh mengadakan lomba Adzan. Para siswa diberikan kesempatan untuk menunjukkan kebolehannya sebagai muadzin, para peserta yang berasal dari kelas 10 hingga 12 ini diberikan kesempatan selama tujuh menit untuk tampil dipanggung yang sudah disiapkan panitia. Para juara pada lomba ini, kemudian akan direkomendasikan sebagai muadzin tetap (terjadwal) dimasjid Baiturrahmah kampus LPI Ar Rohmah Malang.

Read more...

22 Juta Terkumpul untuk Aceh dan Rohingya

Ahad, 11 Desember 2016, LPI ArRohmah Putra mengadakan penggalangan dana untuk Aceh dan Rohingya.

Aksi penggalangan dana tersebut langsung diprakarsai oleh Syabab Hidayatullah Malang dan bekerja sama dengan OSIS SMA ArRohmah. Aksi tersebut berlangsung sejak sekitar pukul 07.00  WIB.

Acara ini mengambil momen penjemputan kepulangan liburan semester ganjil santri SMP-SMA ArRohmah Putra Malang.

“Sasaran kita memang semua keluarga besar ArRohmah, mulai santri, wali santri, dan karyawan ArRohmah,” jelas seorang panitia.

Sebagaimana diketahui, Aceh diguncang gempa berskala besar yang membuat kerugian materi sangat besar. Dan muslimin Rohingya kembali menjadi bulan-bulanan teroris yang tidak bertanggung jawab.

Menurut panitia, hal itulah yang melandasi digelarnya aksi penggalangan dana tersebut.

“Muslim itu bagaikan satu tubuh. Sudah selayaknya kita saling membantu jika ada yang kesusahan.” Jelas seorang panitia lagi sambil mengutip hadits Nabi shallallalahu alayhi wasallam yang artinya, “Perumpamaan kaum mukmin dalam sikap saling mencintai, mengasihi dan menyayangi, seumpama tubuh, jika satu anggota tubuh sakit, maka anggota tubuh yang lain akan susah tidur atau merasakan demam.”

Walau aksi digelar hanya sekitar 3 jam, tapi pencapaian yang didapat panitia aksi layak disyukuri.

“Alhamdulillah, semuanya terkumpul 22 juta lebih,” jelas ustadz Lukman.

Read more...

Siswa SMPdan SMA Ar Rohmah ikut aksi Islam Damai

Sebagai bentuk pembelaan terhadap penghinaan dan penistaan kitab suci dan para ulamak, para siswa SMP dan SMA ikut bergabung dalam aksi bela Islam tanggal 4 November lalu. Aksi bela Islam yang di motori oleh ASWAJA Malang ini, diikuti oleh ribuan massa ormas-ormas Islam se-Malang Raya. Dari pantauan penulis para siswa SMP dan SMA Ar Rohmah mulai bergerak meninggalkan kampus LPI Ar Rohmah sejak pukul sepuluh pagi. Mereka bergerak menuju titik kumpul di masjid Jami’ alun-alun kota Malang untuk mengikuti sholat Juma’at terlebih dahulu. Usai  shalat Juma’at ,massa mulai bergerak menuju balai kota Malang dengan berjalan kaki, sepanjang perjalanan para peserta aksi diajak membaca shalawat dan bertakbir. Setibanya didepan balai kota Malang, para peserta mendengarkan orasi dari para Haba’ib secara bergantian. Kemudian orasi diakhiri dengan pernyataan sikap yang dibacakan oleh korlap aksi. Pada penghujung aksi para peserta diajak berdoa untuk keselamatan dan kesuksesan aksi di Jakaarta dengan tuntutan yang sama yakni memperoses secara hukum oknum penista kitab suci dan para ulama’.

Read more...

Baksos Idul Adha OPH SMP dan SMA Ar Rohmah untuk daerah rawan kristenisasi

Sebanyak 100 bungkus daging sapi dalam ukuran kiloan disebarkan oleh para siswa, mereka adalah para siswa yang tergabung dalam organisasi pemuda Hidayatullah (OPH) Malang. Para siswa yang tergabung dalam OPH ini, mewakili siswa lainnya untuk melaksanakan Baksos Idul Adha tahun 1437 H. Mereka datang ke desa Sumbermanjing demi melihat langsung keadaan warga setempat  yang rata-rata berprofesi sebagai petani. Kehidupan para penduduk yang dahulunya banyak terlibat paham komunis dan rawan Kristenisasi ini, berada pada masyarakat strata sosial menengah kebawah. Tak heran kedatangan rombongan anggota OPH SMP dan SMA disambut dengan wajah sumringah. Salah seorang warga setempat mengatakan, “ dengan adanya Baksos Idul Adha ini kami bergembira dan berterima kasih yang sedalam-dalamnya, sebab disini jarang sekali diadakan Baksos yang sperti ini” ujarnya. Ia juga berharap OPH SMP dan SMA bisa rutin melaksanakan kegiatan serupa untuk tahun-tahun berikutnya. Bakti sosial Idul Adha ini ,terlaksana berkat kerja sama antara, wali murid,HUMAS LPI AR ROHMAH,Pimpinan cabang Hidayatullah kec. Pagak dan OPH SMP dan SMA Ar Rohmah.

whatsapp-image-2016-09-17-at-04-52-17

Penyerahan daging qurban secara simbolis

 Lewat tulisan ini ,kami segenap keluarga besar LPI AR ROHMAH  mengucapkan terima kasih kepada seeluruh wali murid yang telah mempercayakan penyaluran hewan Qurbanya lewat yayasan LPI AR ROHMAH, semoga qurban para wali murid sekalian menjadi perantara mendekatkan diri kepada Allah.

Read more...

Food Festival ala santri Hidayatullah Malang

Idul  Adha bukan hanya pembelajaran bagaimana praktek berqurban yang sebenarnya,  tapi bagi para siswa SMP dan SMA Ar Rohmah ‘Idul Adha menjadi waktu yang tepat untuk menyalurkan hoby mereka. Hoby yang dimaksud adalah keterampilan dalam tata boga, dengan menyajikan makanan yang berbahan dasar daging kambing. Sebagai salah satu rangkaian kegiatan ‘Idul Adha maka diadakanlah Food festival (festival makanan), dalam kegiatan ini setiap kelas diharuskan menyetorkan hasil kreasi masakannya untuk dinilai oleh dewan juri. Penilaian dilakukan diruang makan, dengan kreteria penilaian, mulai rasa,kerapian dan penyajian. Pada festival ini, maka akan banyak muncul bakat-bakat para siswa yang berpotensi menjadi seorang koki profesional. Harapannya kelak mereka akan menjadi seorang chep yang menyajikan makanan yang halalan toyyiban sesuai dengan tuntunan syariah. Berikut beberapa hasil jepretan penulis  pada saat penilaian lomba :

festival

Sajian Krensengan dan sate Kambing

festival4

Sate dan Juz Nanas

festival3

Rica-rica kambing

 

Read more...