Administrator

Furqon siswa SMA meraih Juara 1 OSN Fisika se-Jawa,Bali dan NTB

Furqon, begitu kami biasa memanggilnya, beberapa minggu yang lalu ia melakukan operasi penyambungan urat pada lutunya yang bermasalah. Dokter memberikan katerangan agar ia beristirahat dirumah untuk beberapa minggu. Usai istirahat tidak bersekolah, minggu kemarin dengan menggunkan tongkat, ia telah kembali dan sekolah bersama teman-temannya. Semangatnya yang tinggi, layak menjadi panutan bagi siswa lainnya, dengan masih menggunakan tongkat ia mengikuti lomba Fisika. Lomba Fisika yang diadakan oleh UIN Maliki Malang ini diadakan dalam rangka menjaring siswa-siswa berbakat dibidang Fisika. Alhasil dengan kondisi yang ada Furqon justeru berhasil meraih juara 1 dalam lomba Fisika tingkat Jawa ,Bali dan NTB tersebut.
Penulis merasa terharu saat mendengar berita ini, dari guru pembimbingnya Ustadz Abdurrahman. Sebab beberapa kali Furqon mengikuti lomba serupa hampir tidak pernah lolos hingga juara 1. Namun kali ini Allah menganugerahinya juara 1 .Furqon yang tidak pernah kenal menyerah , untuk mencapai sebuah tujuan yang ia cita-citakan dengan kondisinya saat ini layak menjadi contoh bagi teman-temannya. Beginilah seharusnya sikap yang ada pada diri siswa, pantang menyerah sebelum cita-citanya tercapai, mudah-mudahan hal ini menjadi motivasi bagi teman-temannya.

Read more...

Siswa SMA berkunjung ke Universitas Brawijaya Malang

Arrohmahmalang.com-Antusiasme siswa SMA Ar Rohmah dalam mengikuti Expo Teknologi pertanian yang diadakan oleh fakultas pertanian Universitas Brawijaya  tidak diragukan lagi. Selama acara berlangsung, para ssiswa dan guru berpartisipasi aktif mengikuti kegiatan tersebut hingga selesai. Expo teknologi yang bertujuan memperkenalkan kemajuan dibidang pertanian ini, sekaligus sebagai ajang Universitas Brawijaya memperkenalkan berbagai macam fakultas yang ada dilingkungan kampus Brawijaya. Acara ini juga merupakan hasil kerjasama antara SMA Ar Rohmah dengan Universitas Brawijaya untuk  memperkenalkan dunia kampus sejak dini. Kecuali  itu, yang paling penting adalah terjalinnya kerjasama antara SMA Ar Rohmah dengan Universitas Brawijaya dalam hal penerimaan mahasiswa baru dan akses beasiswa yang bisa didapatkan oleh siswa SMA Ar Rohmah. Acara ini cukup memberikan kesan yang mendalam kepada para siswa, seperti yang diungkapkan oleh salah seorang siswa (yang tidak mau disebut namanya) saat ditemui penulis. “ acaranya seru dan bermanfaat, kalau bisa diadakan secara rutin pak” ujarnya sambil bergegas kesekolah pagi ini. Untuk diketahui bahwa acara tour de kampus ,atau kunjungan ke kampus merupakan acara tahunan yang diadakan SMA Ar Rohmah sejak lima tahun yang lalu

Read more...

M. RAHMAN SALIM NAKUL, PENGHAFAL AL-QUR’AN BERPRESTASI NASIONAL

Satu lagi punggawa SMP Ar-Rohmah menorehkan prestasi nasional yang cukup membanggakan, satu-satunya perserta putra yang berhasil masuk 6 besar nasional dalam ajang English and Math Olimpiad di Universitas Brawijaya Malang pada hari Ahad tanggal 20 Desember 2015, siswa berprestasi tersebut adalah M. Rahman Salim Nakul.

Siswa  yang saat ini duduk di kelas IX kelas Khusus Program Tahfidz Al-Qur’an yang sudah hafal 9 juz Al-Qur’an dan bercita-cita ingin menjadi Ilmuwan ini berhasil meraih juara harapan ke III dalam ajang tersebut dan menyisihkan 100 peserta dari berbagai sekolah menengah di Indonesia. Sebelumya, Nakul (sapaan akrabnya) juga pernah Juara 2 Olimpiad Junior High School pada ajang “NASIONAL ENGLISH FESTIVAL 2015” di UNISMA, juara 1 OLIMPIADE MIPA “MAGIC 2015” Tingkat Jawa Timur 2015 di SMAN I Sidoarjo, dan juara II OSN sains tingkat kabupaten Malang yang diadakan oleh dinas Pendidikan kabupaten Malang. Disamping itu siswa bersangkutan juga pernah menjadi duta kabupaten Malang dalam OSN Sains tingkat Jawa Timur tahun 2015. Semoga ananda bisa semakin berprestasi dan menjadi inspirasi bagi kawan-kawannya di SMP Ar-Rohmah. Aamiin

Read more...

TRAINING “UPGRADE GURU PEMBINA OLIMPIADE MATEMATIKA”

Baru-baru ini SMP Ar-Rohmah mengadakan training Upgrade guru pembina olimpiade matematika yang diadakan selama dua hari yaitu hari Jum’at–Sabtu tanggal 16-17 Oktober 2015 bertempat di Perpustakaan SMP Ar-Rohmah Malang,  hadir pada kegiatan tersebut sebagai pembina utama yaitu ust. Syaifullah, M.Pd. Beliau merupakan salah satu pembina olimpiade Matematika tingkat nasinonal yang sengaja didatangkan untuk meng-upgrade kemampuan guru-guru pembina olimpiade matematika dilingkungan SMP Ar-Rohmah. Kegiatan tersebut juga diikuti oleh beberapa ustadzah  pembina olimpiade matematka SMP Ar-Rohmah putri. Saat kegiatan berlangsung, semua peserta terlihat sangat antusias mengikuti pembinaan, karenapada kegiatan tersebut, tidak sekedar membahas materi soal olimpiade tetapi juga mendapatkan bimbingan tentang trik-trik menembus olimpiade tingkat nasional dan internasional.

Salah satu alasan diadakan kegiatan tersebut, karena ajang olimpiade saat ini menjadi salah satu wadah bagi siswa yang memiliki keahlian khusus dibidang matematika dan ilmu sains lainnya. Karena dalam setiap ajang olimpiade para siswa mampu mengasah dan mengukur kemampuan dirinya dalam penguasaan materi dan juga bisa bersaing dengan siswa-siswa peserta olimpiade dari sekolah lain. Disamping itu olimpiade yang diadakan oleh pemerintah seperti  OSN lembaga-lembaga pendidikan lain menjadi salah satu sarana dalam meningkatkan prestasi siswa sekaligus meningkatkan prestasi lembaga. Karena itu hampir setiap perhelatan olimpiade tingkat SMP maupun SMA mejadi magnet tersendiri bagi siswa yang yang memiliki keahlian dibidang matematika sehingga  diikuti oleh banyak peserta.

SMP Ar-Rohamah menjadi salah satu lembaga pendidikan yang cukup memiliki perhatian besar dalam meningkatkan prestasi akademik dibidang olimpiade. Tak heran jika pundi-pindi prestasi dibidang olimpiade khususnya olimpiade matematika selalu bertambah setiap tahunnya. Untuk itu pula dilembaga pendidikan yang bernaung dibawah pesantren Hidayatullah ini telah terbentuk tim Olimpiade matematika, IPA dan IPS yang anggotanya terdiri dari siswa-siswa yang memiliki keahlian khusus dibidang matematika, IPA dan IPS dan dibina langsung oleh guru-guru berpengalaman dibidangnya secara intensif. Bahkan saat ini sedang diadakan program intensif pembinaan siswa peserta final Olimpiade Matematika dan Studi Islam „Fakhruddin Ar-Razi Competition“ tingkat internasional yang akan di selenggarakan di GOR Ciracas jakarta timur pada tanggal 1 Nopember 2015 mendatang. Semoga dengan adanya kegiatan uprade pembina olimpiade matematika ini, santri-santri SMP Ar-Rohmah mampu berpresatsi ditingkat nasional dan internasional serta lahir ilmuan-ilmuan yang mampu mengembalikan kejayaan Islam dimasa yang akan datang. Aamiin

Read more...

KAJIAN KE-ISLAMAN “PERANG SIMBOL” (Pengaruh dan Bahaya Simbol-simbol Jahiliyah yang Digandrungi Remaja)

Pada hari Jum’at tanggal 16 Oktober 2015, SMP ar-Rohmah mengadakan Kajian Islam dengan tema “ PERANG SIMBOL  (Pengaruh dan Bahaya Simbol-simbol Jahiliyah yang Digandrungi Remaja)” dengan pemateri Ust. Alimin Mukhtar (salah seorang da’i yang juga tim DPP Pendidikan Hidayatullah Pusat). Kegiatan tersebut diikuti olah siswa kelas 7, 8 dan kelas 9, Semua perserta sangat antusias saat  mengikuti kajian ke-Islaman tersebut,  terlebih disaat ust. Alimin memperlihatkan simbol Partai Komunis Indonesia (PKI) yang telah dimodivikasi menyerupai salah satu ormas Islam terbesar di Indonesia.

Kajian tersebut membedah makna simbol-simbol atau logo yang banyak bertebaran di berbagai media. Tujuan diadakan kajian tersebut agar generasi Islam terhindar dari pengaruh simbol-simbol negative yang saat ini bertebaran di media cetak dan media sosial. Dikhawatirkan, karena ketidak tahuannya, mereka ikut menggunakan simbol atau logo dari suatu organisasi terlarang atau aliran sesat sehingga dengan tidak sengaja ikut mepromosikan dan menyebarluaskannya. Lebih parah lagi jika sampai simbol-simbol tersebut akan mempengaruhi prilaku remaja. Dengan kajian tersebut diharapkan juga agar santri lebih hati-hati dan lebih selektif dalam menggunakan simbol atau logo yang banyak tercetak di baju, kaos atau aksesori-aksesoris yang dijual secara umum.

Simbol merupakan salah satu media komunikasi yang digunakan oleh hampir semua lembaga, organisasi, perusahaan, grup music, produk, bahkan tidak sedikit orang yang membuat dan memiliki simbol yang mencerminkan kepribadian dirinya agar mudah dikenal dan terkenal. Simbol kadang juga digunakan untuk menjalin komunikasi rahasia antar perorangan atau kelompok-kelompok tertentu yang memiliki misi rahasia.

Dengan menggunakan simbol tertentu seseorang bisa dikenali dari kelompok atau aliran apa dia berasal. Karena simbol atau logo mencerminkan suatu organisasi atau aliran yang memiliki visi, misi dan budaya. Simbol atau logo juga mengandung makna filosofi yang mencerminkan Visi dan Misi suatu organisasi. Walaupun tidak semua orang yang menggunakan simbol tertentu dianggap anggota atau berasal dari golongan atau aliran tertentu, Misalnya karena ketidaktahuan seseorang tentang makna dari simbol yang dia gunakan. Karena jika dia paham dengan makna dan asal dari simbol tersebut misalnya simbol palu dan arit (PKI),jika dia seorang muslim yang baik, tentunya dia tidak akan menggunakannya.

Dan tidak dipungkiri bahwa  orang-orang barat memiliki visi dan misi besar dalam setiap simbol yang mereka sebarluaskan melalui semua media yang mereka punya, hal ini perlu menjadi perhatian serius karena sampai saat ini tidak banyak kalangan yang mengantisipasi dan memperhatikan dampak buruk simbol atau logo yang bertebaran dimana-mana yang saat ini digandrungi dan dipakai oleh remaja hanya karena terlihat indah dan keren. Tentunya kita tidak ingin anak-anak dan remaja sebagai generasi berikutnya  menjadi penganut paham terlarang yang dengan bangga mengunakan simbol-simbol terlarang di bajunya semacam simbol komunis, atau mengidolakan kelompok-kelompok tertentu yang memiliki kebiasaan berprilaku bebas dan tanpa batas seperti halnya simbol ‘‘Bendera Pelangi“ yang menjadi simbol kelompok LGBT kaum sodom abad modern/gay. Atau simbol ‚‘‘Palu dan Arit“ dengan berbagai versi dan variannya yang menjadi simbol dari partai komunis atheis.

Dalam pesan terakhir sebagai penutup dari kajian tersebut, ust Alimin berpesan agar semua santri lebih berhati-hati dalam membeli baju atau kaos bergambar atau bersimbol, dikhawatirkan terpengaruh atau ikut menyebarkanluaskan paham sesat secara tidak sengaja karena tidak tahuan akan makna simbol atau logo yang dipakai. Dan sebaiknya membeli distro islami yang sudah jelas maknanya demi menjaga aqidah dan sekaligus berdakwa.

Read more...

Profil Ketua OPH SMA AR ROHMAH masa bakti 2015-2016

Setelah melalui fit and proper test, akhirnya Ghozi Naufal Qois siswa kelas XI MIA terpilih sebagai ketua OPH masa bakti 2015-2016. Ghozi (sebutan selanjutanya) terpilih sebagai ketua baru OPH, setelah berhasil meyakinkan para panelis tentang paparan visi dan misinya jika terpilih sebagai ketua OPH. Dua kandidat lainnya yaitu : Ghulam Al Muzakky (kelas XI MIA2) dan Bimantara Aji (XI ISO),harus puas dengan keputusan para panelis setelah keduanya juga diberikan kesempatan untuk menjelaskan visi dan misi jika menjadi ketua OPH. Rokemendasi para panelis telah dimusyawarhkan oleh anggota syuro OPH sehingga memutuskan Ghozi Naufal Qois layak untuk memimpin OPH masa bakti 2015-2016.

Dalam sebuah kesempaatan wawancara, kepada penulis, Ghozi mengungkapkan bahwa : dimasa kepimpinannya nanti ia akan melakukan pendisiplinan anggota dan perbaikan program yang lebih efektif dan lebih menyentuh kepada para siswa. Remaja yang punya hobi membaca ini  juga menginginkan para anggota OPH kelak menjadi terdepan dalam tauladan bagi siswa , ujarnya. Selamat atas terpilihnya Ghozi Naufal Qois, semoga amanah baru ini menjadi sarana untuk menggapai ridlo Allah SWT. Berikut profil singkat Ghozi Naufal Qois

Nama : Ghozi Naufal Qois

TTL    : Samarinda 13 Desember 1998

Kelas  : XI MIA 1

Hoby  : Membaca

Read more...

Hidayatullah dan Pertanyaan Kedubes AS

download

Oleh: Mahladi

(Kepala Biro Hubungan Masyarakat PP Hidayatullah)

Pertengahan Februari tiga tahun lalu, Sekretaris Pertama Kedutaan Besar Amerika Serikat, Mr Hilary C Dauer, berkunjung ke kantor Hidayatullah di Jakarta Timur. Dia datang dengan rasa penasaran.

Katanya, dia baru saja pulang dari pedalaman Papua. Dia tercengang mendapati sebuah pesantren telah berdiri di sana. Pesantren itu ternyata adalah pesantren Hidayatullah.

Sebelumnya, dia juga pernah berkunjung ke pedalaman Kalimantan. Lagi-lagi, di sana dia mendapati pesantren Hidayatullah. Ia kian penasaran. Ia ingin tahu lebih banyak tentang Hidayatullah.

Rabu menjelang siang itu, ia datang bertamu untuk sekadar menuntaskan rasa ingin tahunya. Ia menceritakan pengalaman-pengalamannya mengunjungi sejumlah wilayah terpencil di Indonesia dan keterkejutannya mendapati pesantren Hidayatullah telah berdiri di sana.

“Apa yang dilakukan Hidayatullah sehingga jaringannya bisa begitu luas?” Kira-kira begitulah pertanyaan Sang Sekretaris Pertama Kedubes AS kepada saya dalam kunjungannya ketika itu.

Memang benar, Hidayatullah saat ini telah ada di hampir 300 kabupaten/kota di seluruh propinsi di Indonesia. Namun, terus terang, saya sulit memberikan pemahaman kepadanya mengapa Hidayatullah bisa berkembang seperti sekarang ini.

Ketika pertama berdiri tahun 1970-an, Hidayatullah hanyalah sebuah masjid kecil berukuran 20 x 10 meter persegi di atas sebuah lahan wakaf seluas 5,6 ha di Desa Gunung Tembak, Kalimantan Timur, sekitar 30 km dari pusat kota Balikpapan.

Masjid itu dibangun oleh Ustad Abdullah Said Allahuyarham bersama para santrinya. Mereka bekerja secara bergantian. Setelah selesai, masjid tak sekadar dipakai sebagai tempat shalat, tetapi juga tempat belajar, pertemuan, bahkan juga tempat tidur.

Kian lama jumlah santri kian banyak. Bangunan juga bertambah. Santri-santri ini kemudian dikirim oleh Abdullah Said ke berbagai wilayah di Indonesia, utamanya di daerah-daerah terpencil. Mereka berangkat dengan bekal amat minim.

Tugas para santri ini sama, yakni membangun pesantren serupa di berbagai daerah di Indonesia. Pesantren yang dibangun ini tak sekadar tempat belajar, tetapi juga diupayakan menjadi miniatur peradaban Islam.

Tak lupa, Abdullah Said berpesan kepada para santrinya yang akan berangkat agar menjaga shalat malam, selain tentu saja shalat wajib tepat waktu secara berjamaah.

Mengapa shalat malam? Sebab, shalat malam adalah sarana paling tepat untuk mencurahkan segala keluh kesah kepada Sang Maha Pencipta. Shalat malam menjadi penting karena jalan dakwah tak akan pernah mudah. Shalat malam akan memberikan spirit baru dalam berjuang.

Dari spirit shalat malam inilah para santri bisa bertahan di tempat tugasnya dengan segala lika-liku hidupnya. Bahkan tak sekadar bertahan, tapi juga berkembang dan membesar.

Pimpinan Umum Hidayatullah, Ust Abdurrahman Muhammad, saat membuka Majelis Syuro Hidayatullah di Batam awal Oktober lalu menyatakan spirit Hidayatullah adalah kalimat Laa ilaaha illallah.

Kalimat inilah yang menjadi spirit Nabi Musa AS saat menemui Fir’aun, raja yang mendaulat dirinya sebagai Tuhan. Kalimat ini pula yang direkomendasikan oleh Nabi Muhammad SAW bila ingin memenangkan dakwah ini. “Katakan La ilaaha illallah,” kata Rasulullah SAW, “kalian pasti menang.”

Cerita seperti ini jelas akan sulit dipahami oleh Sang Sekretatis Pertama Kedubes AS. Cerita seperti ini hanya akan dipahami oleh mereka yang meyakininya.

Apalagi bila melihat kiprah Hidayatullah yang terpublikasi di media-media massa, jelas tak semeriah organisasi Islam lainnya. Tak ada tokoh Hidayatullah yang dikenal luas oleh publik. Tak pernah pula ada aksi demonstratif besar-besaran yang digelar organisasi ini. Tak terdengar kader organisasi ini tumpah ruah ke jalan-jalan untuk menunjukkan kekuatan mereka.

Hidayatullah berkembang dengan caranya sendiri. Meskipun berbagai tudingan negatif sempat dialamatkan kepada mereka –misalnya tudingan sebagai organisasi radikal— namun semuanya mampu ditepis dengan cara yang baik tanpa menimbulkan gejolak.

Di usianya yang hampir setengah abad, Hidayatullah telah membangun negeri ini dengan caranya yang khas, cara yang mungkin sulit dipahami oleh mereka yang amat memuja logika dan tidak mengimani pertolongan Sang Khaliq.

Dan, tak lama lagi, organisasi ini akan menggelar Musyawarah Nasional ke IV di tempat kelahirannya, di Balikpapan, Kalimantan Timur, tepatnya pada 7 November 2015.

Selamat bermuktamar dai-dai Hidayatullah! Semoga tetap istiqomah dengan semangat dakwah dan tarbiyahmu.

Sumber  gambar : suara.com

Read more...