ARROHMAHPUTRA.COM– Waktu terasa berjalan begitu cepat. Hanya tinggal hitungan hari, para siswa kelas 9 (Angkatan 30 “Marvelous”) SMP Ar-Rohmah Putra akan segera melangkah ke panggung wisuda. Ada rona bahagia, namun rindu dan haru lebih dulu menyelinap. Di pesantren inilah mereka ditempa, tumbuh dari remaja biasa menjadi insan yang bertakwa, cerdas, dan mandiri.
Sebagai wujud cinta dan rasa terima kasih yang mendalam, malam perpisahan bersama guru, pengasuh, dan adik kelas pada Selasa (2/6/2026) diwarnai sebuah kejutan manis. Diam-diam, para santri rupanya telah menyisihkan ‘U-Saku’ (uang saku) mereka sedikit demi sedikit. Kumpulan kepingan rupiah itu mereka wujudkan menjadi dua buah mushaf Al-Qur’an dan satu set perlengkapan dokumentasi, untuk diwakafkan kepada sekolah dan kepesantrenan.

Wakaf tanda cinta tersebut diserahkan langsung oleh Ketua Angkatan 30, memecah suasana malam itu menjadi penuh keharuan.
Melihat inisiatif luar biasa anak didiknya, Kepala SMP Ar-Rohmah Putra, Ustadz Syarif, tak kuasa menutupi rasa bangganya. Beliau berpesan agar para santri terus menjadi cahaya di mana pun mereka berpijak.
“Khoirunnas anfa’uhum linnas. Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya. Teruslah berkarya dan berikan manfaat,” pesannya penuh harap.
Suasana kian syahdu saat Ustadz Dodik Yanuar, mewakili pihak Kepesantrenan, memberikan petuah perpisahan. Mengambil teladan dari kisah kepahlawanan remaja Umair bin Abi Waqash, beliau menitipkan pesan yang harus terus dipegang teguh oleh Angkatan Marvelous.
“Ada dua wasiat yang kami titipkan, simpan dalam benak dan tancapkan dalam memori kalian: Pertama, jangan pernah tinggalkan sholat 5 waktu kapan pun dan di mana pun. Kedua, berbaktilah kepada kedua orang tua, karena di situlah letak rida Allah,” tegas Waka Kurikulum Al-Qur’an tersebut, menyentuh relung hati para siswa.
Malam perpisahan itu akhirnya ditutup dengan munajat doa yang dibawakan oleh Ustadz Qoidi. Sebelum beranjak pergi, senyum, air mata, dan pelukan hangat menyatu dalam sesi foto bersama—mengabadikan sebuah akhir indah di Ar-Rohmah, yang sekaligus menjadi gerbang awal perjuangan panjang mereka di masa depan.