ARROHMAHPUTRA.COM— Sabtu pagi, 27 Juni 2026, udara di sekitar Kampus LPI Ar Rohmah terasa berbeda. Ada haru yang mengudara, berbaur dengan senyum lega dan pelukan erat. Hari ini bukan sekadar pembagian rapor biasa; hari ini adalah puncak dari sebuah epik perjuangan panjang antara orang tua dan anak di penghujung tahun ajaran 2025-2026.
Akhirnya, tuntas sudah satu fase perjalanan yang tidak mudah. Kami ucapkan selamat dan berkah yang tak terhingga bagi seluruh siswa SMP dan SMA Ar Rohmah yang kini melangkah gagah ke kelas berikutnya.
Menembus Batas Jarak dan Waktu
Sejak matahari belum sepenggalah naik, gerbang kampus telah dipenuhi oleh para pahlawan keluarga. Mereka adalah para orang tua yang datang menantang jarak, melintasi pulau, dan membelah lautan.
Bukan hanya dari kota-kota terdekat, bentangan rute saksi bisu perjuangan ini terbentang luar biasa jauh—mulai dari pesisir Flores hingga ufuk timur Papua. Berjam-jam di pesawat, kapal laut, hingga jalur darat mereka tempuh dengan satu tujuan utama: menjemput buah hati tercinta dan melihat langsung buah dari ketekunan mereka.
Pengorbanan waktu, biaya, dan lelahnya perjalanan seketika luruh saat mata mereka bertatap dengan putra-putra yang memegang lembar hasil belajar. Rapor tersebut bukan sekadar deretan angka, melainkan bukti nyata dari dua bentuk perjuangan yang bersatu:Perjuangan Sang Anak: Bertahan dari rasa rindu rumah (homesick), bangun di sepertiga malam,dan bergelut dengan padatnya ilmu demi menjadi generasi yang tangguh. Perjuangan Orang Tua: Bekerja keras di kampung halaman, memendam rindu, dan mengiringi setiap langkah anak dengan lantunan doa tanpa putus.
Investasi Abadi: Amal Jariyah Penempa Karakter
Momen penjemputan liburan ini menjadi pengingat bahwa mendidik anak adalah ikhtiar tanpa henti. Semoga setiap tetes keringat, setiap rupiah yang dikeluarkan, dan setiap doa yang dilangitkan oleh para orang tua dicatat oleh Allah SWT sebagai amal jariyah. Sebuah investasi abadi dalam membentuk ananda menjadi pribadi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga bertakwa dan mandiri.
Dua Pekan yang Penuh Berkah
Kini, tibalah masanya bagi para ksatria muda ini untuk pulang. Selama dua pekan ke depan, para siswa akan kembali ke dekapan hangat keluarga. Waktu rehat ini adalah hak mereka setelah berjuang keras menuntaskan kewajiban sebagai pelajar.
Semoga kebersamaan ananda di rumah tak hanya menjadi obat penawar rindu, tetapi juga membawa keberkahan dan manfaat yang nyata, baik bagi keluarga maupun lingkungan masyarakat di sekitarnya.
Selamat berlibur, para pejuang ilmu. Sampai jumpa dengan semangat baru di tahun ajaran berikutnya!




