ARROHMAHPUTRA.COM – Suasana kampus Ar-Rohmah Putra Islamic Boarding School Pesantren Hidayatullah Malang terlihat lebih khidmat dari biasanya. Para santri SMA tampak sedang tidak belajar di dalam kelas. Melainkan mereka berkumpul di masjid Baiturrahmah untuk menghadiri “Tasmi’ Juziyyah 5 sampai 10 Juz Sekali Duduk”, Sabtu (7/9).
Pagi itu udara cukup dingin. Suhu di penghujung kemarau ini kurang dari 20 derajat celsius. Sinar mentari pun belum nampak dari ufuk timur. Saat seorang santri duduk di depan mihrab menghadap jama’ah, dan tak terlihat ditangannya memegang mushaf Al-Qur’an. Dari raut mukanya seolah diliputi ketegangan. Meskipun demikian, ia begitu lancar melantunkan dengan merdu ayat demi ayat Al-Qur’an.
Remaja tampan berbaju dan kopyah putih itu bernama Ahmad Dino Habibie. Ia santri kelas X dan telah hafal Al-Qur’an sebanyak 20 juz. Pagi itu Ahmad, sapaan akrabnya, memperdengarkan hafalan yang dimilikinya di hadapan ustadz, santri lain dan kedua orang tuanya. Sekali duduk ia menuntaskan hingga 10 juz. Bergantian dengan Atthoriq Haidar Rosyidin yang juga santri kelas X dan memiliki hafalan Al-Qur’an sebanyak 18 juz.
Waka. Kurikulum Kepesantrenan SMA Ar-Rohmah Putra, Muhammad Khasany mengemukakan, tasmi’ Al-Qur’an merupakan tradisi memperdengarkan hafalan yang dimiliki santri di hadapan orang lain atau khalayak ramai.
“Sekali duduk santri yang terpilih akan menyetorkan 5 sampai 10 juz hafalannya. Ustadz pembimbing, santri lainnya dan juga orang tua akan menyimak dan mengoreksi bila terjadi kesalahan,” ujarnya.

Menurut Ustazd Khasany, demikian akrab dipanggil, tujuan dari kegiatan yang berlangsung hingga pukul 10 siang itu tidak lain adalah untuk memutqinkan atau menguatkan hafalan santri. Juga sebagai ajang melatih mental dan keberanian mereka saat berada dihadapan orang banyak.
Dan tidak kalah penting, lanjut Ustadz Khasany, gelaran rutin tiap pekan tersebut juga sebagai laporan pertanggungjawaban kepada orang tua atas perkembangan hafalan putranya. Dan sebagai syiar kepada masyarakat luas tentang pentingnya menghafalkan Al-Qur’an.
Ustadz Khasany pun berharap, gelaran istimewa untuk para santri itu akan diikuti lebih banyak peserta ke depannya, dan bisa menuntaskan hafalan Al-Qur’an hingga penuh 30 juz dalam sekali duduk.
“Insyaallah, banyak para penghafal Al-Qur’an yang akan lahir di Ar-Rohmah Putra tiap tahunnya,”pungkasnya./*Rypur




