[vc_row][vc_column width=”2/3″][vc_custom_heading text=”Abi, Ummi beri aku ‘TIP DUIT'” font_container=”tag:h1|text_align:left” use_theme_fonts=”yes”][vc_column_text]Begitu tagline nasehat tipis-tipis kepada wali santri yang hadir pada acara Orientasi Wali Santri Baru Tahun Pelajaran Baru 2020/2021.
Diawali dengan pengantaran ananda menuju asrama masing-masing oleh kedua orang tua. Para wali santri baru itu mengikuti acara yang diselenggarakan pada Sabtu, 25 Juli 2020, di aula utama kampus LPI Ar-Rohmah Putra. Tentu tetap melaksanakan protokol kesehatan yang ada.
Materi pertama pada acara ini, disampaikan oleh Pembina LPI Ar-Rohmah Putra Pesantren Hidayatullah Malang, DR. KH. Ali Imron, MA. Pesan utamanya adalah meminta wali santri untuk memberi kepercayaan penuh kepada lembaga dalam mengasuh dan membina putranya di lingkungan pesantren, yang merupakan soko guru pendidikan utama di negeri ini.
Karena kepercayaan orang tua adalah sebuah kekuatan. Tidak ada yang lebih utama dari modal kepercayaan ini. Ada doa, ada segala harapan yang akan mudah diwujudkan karenanya.
Kalau orang tua sudah percaya, maka pengasuh juga atas nama Allah, akan menjalankan kepercayaan itu sepenuh amanah. Untuk kebaikan dan kesuksesan putra yang dititipkan di pesantren. Menjadi anak yang sholeh, seperti idaman orang tua. Berhasil dalam seluruh lini kehidupan, baik di dunia maupun di akhirat.
Tanpa ada kepercayaan orang tua kepada pesantren, mustahil santri dapat mencapai keberhasilan.
Pada acara orientasi itu juga diungkapkan ada faktor-faktor yang memengaruhi perkembangan kepribadian anak. Beberapa diantaranya adalah,
- Representasi visi keluarga
- Rizki yang diberikan
- Lingkungan perkembangan anak
- Kesabaran dan ikhlas dalam mendidik, serta
- Kesungguhan dan ketulusan orang tua dan guru
Sebagai penutup disampaikan pula bahwa LPI, Lembaga Pendidikan Islam Ar-Rohmah Putra mendidik dengan mengacu pada Al-Qur’an. 62: 2, yang berbunyi,
هُوَ ٱلَّذِى بَعَثَ فِى ٱلْأُمِّيِّۦنَ رَسُولًا مِّنْهُمْ يَتْلُوا۟ عَلَيْهِمْ ءَايَٰتِهِۦ وَيُزَكِّيهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ ٱلْكِتَٰبَ وَٱلْحِكْمَةَ وَإِن كَانُوا۟ مِن قَبْلُ لَفِى ضَلَٰلٍ مُّبِينٍ
Dialah yang mengutus seorang Rasul kepada kaum yang buta huruf dari kalangan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, menyucikan (jiwa) mereka, dan mengajarkan kepada mereka Kitab dan Hikmah (Sunnah), meskipun sebelumnya, mereka benar-benar dalam kesesatan yang nyata. (QS. Al- Jumu’ah, ayat 2)
Acara orientasi dilengkapi dengan dua sesi tanya jawab. Langsung dipandu oleh Direktur Kepesantrenan, ustadz Mohammad Muhdi, M. PdI, yang dengan lugas dan jelas menjelaskan beberapa pertanyaan dari wali santri. Tak lupa beliau juga menutup kegiatan ini saat jelang Dhuhur dengan doa syahdu menyentuh kalbu.
Abi, Umi, jika memasukkanku ke pondok, jangan lupa kasih “TIP DUIT”, Tega Ikhlas Percaya Doa Usaha Ikhtiar Tawakal.[][/vc_column_text][/vc_column][vc_column width=”1/3″][vc_gallery type=”image_grid” images=”10355,10356,10357,10358,10359,10360,10361,10362,10363,10364,10365,10366″ css=”.vc_custom_1596502135776{padding-top: 15px !important;}”][/vc_column][/vc_row]




