Bincang Sukses bersama RAHADEN BAGUS Alumni SMA AR ROHMAH

Tahun 2020 telah tiba, meski tahun telah berganti para siswa tetap harus bersemangat dalam mengikuti kegiatan di sekolah. Liburan selama 2 pekan, cukup menjadi penawar rindu bagi para siswa kepada orang tua mereka. Usai liburan tentu saja mereka harus segera kembali ke asrama dan mengikuti kegiatan belajar mengajar di sekolah.

Sejak senin para siswa telah kembali mengikuti aktivitas belajar, seperti biasa sebelum masuk mereka berkumpul, untuk berdoa Bersama agar Allah memudahkan dalam menyerap ilmu. Tak banyak yang berhalangan hadir, kecuali beberapa siswa yang telah mengajukan izin online karena ada keperluan yang mendesak sehingga terpaksa harus kembali tidak pada waktunya. Demikan pula awal tahun 2020 para siswa masuk seperti biasanya.

Namun pada hari Kamis (2/1/20), SMA Ar Rohmah kedatangan dua orang tamu istimewa. Mereka adalah dua alumni SMA Ar Rohmah, Rahaden Bagas Hatmaja S.Si., M.Si., dan Muhammad Furqon. Rahaden (panggilan akrabnya), merupakan alumni SMA Ar Rohmah tahun 2014 ia melanjutkan studynya di ITB mengambil jurusan Osenografi.

Rahaden datang atas undangan sekolah untuk memberikan motivasi belajar kepada para siswa. Dihadapan para siswa, ia mengungkapkan betapa pentingnya focus dan konsisten dalam mengejar cita-cita. “ saya selalu focus mengerjakan sesuatu, misalnya jam 5 hingga jam 6 adalah jadwal saya membaca al Quran, maka saya tidak akn pernah mengerjakan yang lainnya”ungkap siswa asal kota udang Sidoarjo. “ komitmen dalam cita-cita dan focus dalam belajar saya lakukan sejak di SMA Ar Rohmah, karena sejak dulu saya punya cita-cita kuliah di ITB” jelas pemuda yang menyelesaikan S1 dan S2 dengan predikat cumlaude.

Tak jauh beda dengan seniornya, Muhammad Furqon putra asli AREMA ini mengungkapkan bahwa, setiap obsesi butuh perjuangan. “ saya pernah mengikuti lomba OSN ketika di SMA belasan kali, namun saya hanya mampu menjadi juara sebanyak empat kali,dan pencapaian saya yang paling tinggi ketika itu adalah juara OSN se jawa dan Bali” ungkap pemuda murah senyum ini. “ sama dengan Rahaden saya bercita-cita masuk ITB, karena itu saya belajar dan mengikuti banyak try out, terhitung saya pernah mengikuti try out masuk perguruan tinggi sebanyak enam kali, lima kali gagal dan yang keenam (mengikuti seleksi masuk perguruan tinggi), dan Alhamdulillah dilulus” jelas mahasiswa jurusan kedirgantraan ITB ini.

Furqon memberikan kunci keberhasilan itu, tidak lain karena ketaatan terhadap orang tua, keyakinan akan taqdir Allah dan tentu saja usaha yang maksimal. “ saya berhasil masuk ITB bukan karena kepintaran saya, namun semata-mata rahmat dari Allah SWT. Kepada saya” pungkasnya.
Para siswa tampak antusias mendengarkan motivasi dari kedua alumni tersebut, sambil sesekali bertepuk tangan sebagai tanda kekaguman kepada kedua alumni tersebut saat menjelaskan pencapaian mereka dalam dunia Pendidikan.

Rahaden dan Furqon, keduanya kini berada di ITB. Rahaden saat ini bekerja sebagai asisten dosen dan ketua laboraturium riset yang dikelola oleh ITB. Sementara Furqon selain aktif kuliah, ia juga tergabung dalam himpunan mahasiswa aktivis keislaman di masjid Salman ITB.