Karakter Disiplin, Berawal Dari Rambut

Gondrong, potongan rambut mirip artis, pemain bola ataupun boy band yang lagi naik daun menjadi idola para remaja, namun itu semua tidak akan ditemukan pada model rambut siswa SMP Ar Rohmah. Ciri rambut sekolah berbasis pesantren ini adalah rapi dan cepak ala militer. Rambut cepak ala militer menjadi pilihan model rambut bagi santri SMP Ar Rohmah dikarenakan selama ini tentara terkenal memiliki standar disiplin yang tinggi, tegas, berani, tangguh tidak lebay, dan tidak alay.

Sebagaimana difahami secara umum, gaya rambut, model pakaian, dan aksesoris yang digunakan menunjukkan perilaku serta karakter seseorang. Fenomena rambut, misalnya, selama ini bisa menjadi pisau bermata dua, memiliki keuntungan juga kerugian. Dengan memiliki rambut yang indah dan menarik, seseorang bisa terlihat tampan. Namun, dengan ketampanan itu pula dia bisa terjerumus kedalam sesuatu yang tidak baik seperti sombong, dan merendahkan orang lain.

Disamping bertujuan untuk memupuk kedisiplinan, standarisasi rambut juga bertujuan agar para siswa SMP Ar Rohmah terhindar dari potongan rambut Qoza’. Secara istilah Qoza’ adalah memotong rambut tidak rata yaitu sebagian dicukur sementara sebagian lainnya tidak dipotong alias dibiarkan panjang. Rasulullah saw melarang memotong rambut dengan model qoza’. Beliau bersabda “Cukurlah seluruhnya atau biarkan seluruhnya” (HR Abu Daud dan Nassai). Artinya Islam melarang potongan rambut model tersebut karena merupakan gaya rambut orang jahiliyyah.

Untuk membiasakan anak dengan model rambut cepak, setiap menjelang Ujian Tengah Semester atau Ujian Akhir Semester diadakan potong rambut berjama’ah. Selama tiga hari, satu persatu siswa dipotong dan dirapikan rambutnya. Bagian kesiswaan menyediakan tiga orang tukang cukur untuk menangani pemotongan rambut 400 an siswa.

Menurut Ustadz Badrussholih, Bagian Kesiswaan, awalnya memang sebagian siswa merasa berat rambutnya dipotong. Namun, dengan proses pemahaman dan pembiasaan, lambat laun mayoritas siswa mengikuti potong rambut massal dengan sukarela dan kesadaran.

Hal demikian itu dilakukan dengan harapan siswa SMP Ar Rohmah memiliki karakter hidup yang disiplin. Dengan nilai-nilai tauhid yang sudah berakar dalam dirinya, disertai wawasan qurani, dan akhlaqul karimah yang telah ditanamkan setiap saat di lingkungan pesantren, sehingga kelak mereka diharapkan menjadi daiyan illallah diberbagai bidang profesi yang mereka tekuni. (bsh).