Monthly Archives - September 2017

Karakter Disiplin, Berawal Dari Rambut

Gondrong, potongan rambut mirip artis, pemain bola ataupun boy band yang lagi naik daun menjadi idola para remaja, namun itu semua tidak akan ditemukan pada model rambut siswa SMP Ar Rohmah. Ciri rambut sekolah berbasis pesantren ini adalah rapi dan cepak ala militer. Rambut cepak ala militer menjadi pilihan model rambut bagi santri SMP Ar Rohmah dikarenakan selama ini tentara terkenal memiliki standar disiplin yang tinggi, tegas, berani, tangguh tidak lebay, dan tidak alay.

Sebagaimana difahami secara umum, gaya rambut, model pakaian, dan aksesoris yang digunakan menunjukkan perilaku serta karakter seseorang. Fenomena rambut, misalnya, selama ini bisa menjadi pisau bermata dua, memiliki keuntungan juga kerugian. Dengan memiliki rambut yang indah dan menarik, seseorang bisa terlihat tampan. Namun, dengan ketampanan itu pula dia bisa terjerumus kedalam sesuatu yang tidak baik seperti sombong, dan merendahkan orang lain.

Disamping bertujuan untuk memupuk kedisiplinan, standarisasi rambut juga bertujuan agar para siswa SMP Ar Rohmah terhindar dari potongan rambut Qoza’. Secara istilah Qoza’ adalah memotong rambut tidak rata yaitu sebagian dicukur sementara sebagian lainnya tidak dipotong alias dibiarkan panjang. Rasulullah saw melarang memotong rambut dengan model qoza’. Beliau bersabda “Cukurlah seluruhnya atau biarkan seluruhnya” (HR Abu Daud dan Nassai). Artinya Islam melarang potongan rambut model tersebut karena merupakan gaya rambut orang jahiliyyah.

Untuk membiasakan anak dengan model rambut cepak, setiap menjelang Ujian Tengah Semester atau Ujian Akhir Semester diadakan potong rambut berjama’ah. Selama tiga hari, satu persatu siswa dipotong dan dirapikan rambutnya. Bagian kesiswaan menyediakan tiga orang tukang cukur untuk menangani pemotongan rambut 400 an siswa.

Menurut Ustadz Badrussholih, Bagian Kesiswaan, awalnya memang sebagian siswa merasa berat rambutnya dipotong. Namun, dengan proses pemahaman dan pembiasaan, lambat laun mayoritas siswa mengikuti potong rambut massal dengan sukarela dan kesadaran.

Hal demikian itu dilakukan dengan harapan siswa SMP Ar Rohmah memiliki karakter hidup yang disiplin. Dengan nilai-nilai tauhid yang sudah berakar dalam dirinya, disertai wawasan qurani, dan akhlaqul karimah yang telah ditanamkan setiap saat di lingkungan pesantren, sehingga kelak mereka diharapkan menjadi daiyan illallah diberbagai bidang profesi yang mereka tekuni. (bsh).

Read more...

Membangun Sinergi Sukses UNBK Dan Ujian Pesantren Kelas 9 SMP

Pada tahun akademik 2017/2018 ini, sekolah dan kepesantrenan SMP Ar Rohmah mempunyai target tinggi yang harus dicapai masing-masing unit. Untuk sekolah, target tahun ini adalah rangking 3 nilai UNBK individu tingkat Kabupaten Malang. Unit Kepesantrenan memiliki target seluruh siswa lulus ujian komprehensif Al Qur’an, yakni 3 juz untuk kelas reguler dan 10 juz untuk kelas tahfidz.

Dengan target seperti itu, tim sekolah dan kepesantrenan SMP Ar Rohmah telah menyusun serangkaian kegiatan-kegiatan terstruktur guna mewujudkan target tersebut. Tentunya, para orang tua siswa sebagai salah satu stake holder harus dilibatkan, sehingga sinergi antara sekolah, siswa dan orang tua terjalin dengan baik. Dengan tujuan membangun sinergitas tersebut, Ahad, 17 September 201, pihak sekolah menghadirkan orang tua siswa kelas 9.

Sejak setengah 8 pagi, orang tua siswa mulai hadir berdatangan di area SMP Ar Rohmah. Mayoritas orang tua hadir bapak dan ibu, mengingat pentingnya acara ini. Termasuk orang tua wali siswa dari luar Jawa seperti Samarinda, Makasar dan Papua.

Dalam pengantar kegiatan tersebut, Ustadz Syarif Hidayatullah, Kepala SMP Ar Rohmah, menjelaskan pentingnya kerja sama intens antara sekolah dengan orang tua supaya harapan terhadap anak kelas 9 terwujud. “Tanpa sinergi yang baik, harapan kita untuk memiliki anak-anak yang taqwa, cerdas, dan mandiri tentu akan sulit” kata ustadz yang murah senyum tersebut.

Selama 3 jam, Ustadz Zaki Hidayat, Kepala Urusan Kurikulum, dan Ustadz Nur Ihsan, Kepala Kepesantrenan SMP, berdiskusi dengan para orang tua tentang program-program kelas 9 selama 10 bulan kedepan. Beliau berdua banyak menanggapi pertanyaan dari para orang tua siswa tentang progres anaknya selama ini, dan apa saja yang harus mereka lakukan untuk mensupport anaknya. (syah).

Read more...

Dharma Refa: Restu Orang Tua Dan Sholat Malam, Kunci Sukses Belajar Di Negeri Orang

Mintalah doa kepada orang tua kalian, Insya Allah doa mereka tidak akan tertolak. Selain itu, istiqomahkan sholat malam. Jadikan sholat malam kebiasaan setiap hari sebagaimana di pesantren. Insya Allah dua hal itu bisa menjadi kunci sukses kita belajar mencari ilmu dimana saja.

Demikian diantaranya pesan yang disampaikan Dharma Refa dihadapan ratusan siswa kelas 9 SMP Ar Rohmah. Dharma Refa merupakan alumni SMP dan SMA Ar Rohmah yang saat ini sedang menyelesaikan kuliahnya di Jerman. “Banyak anak pesantren yang merasa sudah cukup bekal agamanya setelah mondok 3 tahun. Padahal 6 tahun mondok saja, saya masih merasa kurang” tambahnya.

Pemuda kelahiran Probolinggo dua puluh empat tahun lalu ini hadir di kampus LPI Ar Rohmah untuk bersilaturahim kepada para ustadz mumpung lagi mudik ke Indonesia. Kepulangannya ke Indonesia merupakan yang pertama selama empat tahun menempuh studi di Fakultas Ekonomi Universitas TU Jerman.

Tidak hanya memberikan motivasi kepada kelas 9 SMP Ar Rohmah, Refa, panggilan pemuda berkulit putih ini, juga membagi pengalaman belajarnya di Jerman kepada para siswa SMA Ar Rohmah. Refa memberikan kiat-kiat sukses belajar di Jerman kepada Siswa-siswa SMA. Sukses tidak hanya berhasil memperoleh nilai yang memuaskan, juga tetap teguh memegang prinsip agama dalam kehidupan keseharian. ” Di Jerman, kebebasan berekspresi menjadi tantangan tersendiri bagi para mahasiswa lulusan pesantren. Jika tidak kurangnya bekal agama menyebabkan terjerumusnya para santri ke dalam pergaulan bebas” ujar pemuda kalem ini.

Selain memotivasi para siswa, Refa juga menceritakan perkembangan Islam di Jerman. Sesekali ia menggunakan bahasa Jerman ketika bercerita, tentu saja hal itu menarik bagi para siswa SMA dan membuat suasana lebih hidup. (ardi).

Read more...

Refresing Jasmani Dan Rohani

Diantara kegiatan paling menarik bagi anak-anak SMP Ar Rohmah adalah outing, kegiatan di luar pesantren. Setelah berhari-hari berjibaku dengan materi pelajaran, dan hafalan Al Qur’an, tentu saja menyebabkan fisik dan pikiran mereka penat serta lelah.

Beragam cara dilakukan para murobi untuk menjaga stamina, dan mengembalikan semangat belajar anak-anak didiknya. seperti futsal, berenang dan mengunjungi toko buku.

Begitu pula yang dilakukan ustadz Nasikhul Umam, Murobi Kelas 8 Tahfidz. Beliau mengajak anak asuhnya refresing untuk melepas penat dan lelah setelah satu pekan mengejar target hafalan Al-Qur’an dan materi pelajaran di sekolah. Namun berbeda dengan kegiatan-kegiatan sebelumnya, kali ini setelah refresing tubuh dengan futsal bersama, Ustadz Nasikhul mengajak para santrinya untuk refresing rohani dan spiritual.

Seluruh santri kelas 8 Tahfidz diajak untuk mengikuti kajian Ba’da Maghrib di Masjid Jami Kota Malang. Kurang lebih selama satu jam para santri mendengarkan kajian Tafsir Jalalain yang disampaikan oleh Ustadz H Fariz Khoirul Anam.

Pada kajian tersebut, Ustadz Faris menjelaskan makna dari surat Ad Dhuha ayat ke 2 – 4 tentang keutamaan akhirat dibandingkan dengan kehidupan dunia. Menurut beliau, andai akhirat itu batu tembikar, dan dunia adalah emas, maka orang yang sadar akan memilih batu tembikar. Dunia itu sementara dan singkat, sedangkan akhirat kekal selamanya. Maka seyogyanya sikap kita sebagai seorang muslim lebih mengutamakan amal akhirat, karena akhirat itu kekal dan lebih berharga dari semua benda paling berharga di dunia ini.

Para santri nampak serius dan antusias menyimak penjelasan dari Ustadz Faris. Usai mengikuti sholat Isyak berjamaah para santri kembali ke pesantren untuk mempersiapkan diri belajar keesokan harinya. Tentu saja dengan semangat yang lebih baik setelah jasmani dan rohani mereka mendapat suntikan energi baru melalui refresing bersama-sama. (bsh).

Read more...

Banjir Peserta, AMPHIBI 2017 Seleksi Di Empat Kota Besar

Animo para pelajar untuk berpartisipasi dalam AMPHIBI 2017 sungguh luar biasa, melebihi target panitia. Guna meningkatkan kualitas pelaksanaan lomba dan memberikan pelayanan kepada para peserta, babak penyisihan AMPHIBI 2017 diselenggarakan di empat kota besar di Pulau Jawa yaitu Surabaya, Malang, Yogyakarta, dan Depok. Serentak untuk seleksi atau penyisihan semua rayon diselenggarakan pada Sabtu (16/9/2017).

AMPHIBI merupakan event tahunan OSIS SMA Ar Rohmah, sebagai ajang kompetisi bagi para siswa yang berbakat dalam bidang Biologi, Fisika, dan Matematika tingkat sekolah menengah pertama dan sederajat. Jika pada tahun sebelumnya, ajang ini hanya lingkup Jawa Timur dan perlombaan terpusat di Malang, tahun ini jangkauannya meluas se Jawa dan penyisihannya dibagi diempat kota besar. Untuk babak semi final dan final tetap dilaksanakan di Malang yakni di kompleks SMA Ar Rohmah.

Awalnya, panitia khawatir dengan jumlah peserta AMPHIBI, pasalnya pada hari yang sama ada sebuah universitas negeri ternama juga menyelenggarakan event serupa. “Alhamdulillah peserta dimasing-masing rayon melebihi target. Kami sempat khawatir karena ada event serupa ditempat lain” ujar Nubli, ketua panitia AMPHIBI 2017. “Namun karena kami mempunyai pasar peserta sendiri, kekhawatiran itu kami tepis dengan memaksimalkan publikasi lewat medsos.” tambah remaja asal kota kembang ini.

Apa yang diungkapkan oleh Nubli bukanlah isapan jempol belaka. Para peserta AMPHIBI mengaku bahwa memang sudah menjadikan ajang ini sebagai salah satu perlombaan yang harus diikuti oleh sekolah mereka setiap tahunnya . “Saya tidak mau melewatkan AMPHIBI, lomba ini menjadi prioritas anak-anak saya untuk diikuti dibandingkan event-event serupa lainnya” pengakuan dari Imam, salah seorang pendamping peserta lomba dari Jember. “Saya juga berharap siswa saya bisa melanjutkan pendidikannya di SMA Ar Rohmah. Saya sudah tidak ragu dengan kualitas outputnya” tambah bapak yang murah senyum ini.

Penyelenggaraan AMPHIBI 2017 ini, OSIS SMA Ar Rohmah, bekerjasama dengan maskapai penerbangan Citilink (Member of Garuda), Taman Sari, dan Air Nav. (ardi).

Read more...

Pioneering Foreign Language Atmosphere in Arrohmah

Language Improvement Center plays a role in educating foreign languages in Arrohmah Senior High School. It is an organization of language loving students who are also love to teach them to the other students. Then, by September 10, their journey began. Language Improvement Center plays a role in educating foreign languages in Arrohmah Senior High School. It is an organization of language loving students who are also love to teach them to the other students. Then, by September 10, their journey began. Recruitment programs were held to choose potential seeds among the seeds in Arrohmah High School and the top of the programs is what they called Summer Camp.

The purpose of organizing a camping activity in the end of the recruitment process was to provide students with surviving skills and how to understand the language of nature. From the nature, Allah teaches human to survive, communicate, and develop civilizations, so getting closer to the nature means getting closer to God. The camp was held in Bedengan, a local camping ground in Selorejo, Malang. Enjoyably, they went to the spot by marching from school. The distance is about 8 kilometers but they were still in eager in joining the camp. Along the way to the camp, the committee put several checkpoints for the participants to stop and had some rests. Not only to take rest, but they were also given quizzes and vocabularies to remember and later being evaluated on the last checkpoint.

The first material in the next morning were given by a biology teacher, Ust. Haris Eka, entitled Nature Language. By that morning LIC students carried out a rule, all of the participants had an obligation to speak Arabic or English. Native language speaking was a violation and punished by doing a push-ups. Then, after the lesson was end, the participants were readied to track the river. They waded over the river to reach a small waterfall at the upper course of the river and of course they were given posts for another games. With their clothes were still wet, all of the member need to work on the main games prepared by the committee, a war games using a plastic of water as the ammunition. The second night, the committee organized a Bonfire Night.

Rain shower did not stop their enthusiasm to close their activities with a bonfire and each group should show their art performance they had to figure out in the whole summer camp. As the night performances were end, all the participants had rest and woke up at 3 o’clock to start their closing events by praying Tahajjud. Then, they were inaugurated by the morning. By the inauguration, the Language Improvement Center of Arrohmah Senior High School is legally instructed to do their duty. To bring Arrohmah Senior High School in a foreign language speaking atmosphere is not easy, the member of LIC need to be diligent and sincere, as their work is in the first 15 minutes after the bell rings every morning. Not to mention, the other big events such as language festivals is another hard struggle for them as a team.

 

Language Improvement Ceter memainkan peranan dalam mengajarkan bahasa asing di SMA Arrohmah. LIC ada sebuah organisasi beranggotakan siswa-siswa yang mencintai bahasa dan juga senang untuk mengajarkannya ke siswa lain. Dan pada 10 september, perjalanan mereka dimulai.

Program-program rekrutmen diadakan untuk memilih benih-benih potensial diantara benih-benih yang ada di SMA Arrohmah dan puncak rangkaian acara tersebut adalah kemah yang mereka beri nama Summer Camp. tujuan dari diadakannya kemah di akhir rangkaian program ini adalah untuk membekali siswa dengan kemampuan bertahan hidup dan memahami bahasa alam. Dari alam, Allah mengajarkan manusia untuk bertahan hidup, berkomunikasi, dan membangun peradaban, jadi mendekat ke alam adalah pendekatan juga ke Allah.

Kemah tersebut diadakan di Bedengan, sebuah bumi perkemahan di Selorejo, Malang. Dengan senang hati, mereka menuju Bedengan dengan berjalan dari sekolah. Jarak yang ditempuh adalah sekitar 8 kilometer namun mereka masih semangat untuk mengikuti kemah. Dalam perjalanan ke kemah, panitia meletakkan beberapa pos istirahat untuk peserta. tapi tidak hanya itu, mereka juga diberikan kosakata-kosakata dalam beberapa bahasa yang kemudian akan dievaluasi di pos terakhir.

Materi pertama di pagi berikutnya diberikan oleh guru Biologi SMA Arrohmah, Ust. Haris Eka, dengan judul bahasa dari ALam. Pada pagi hari itu, sebuah aturan diterapkan, yaitu mereka harus berbahasa Inggris atau Arab. Berbicara bahasa ibu ataupun bahasa Indonesia adalah sebuah pelanggaran yang akan dihadiahi push up. Setelah materi berakhir, peserta disiapkan untuk susur sungai hingga ke air terjun kecil du hulu. Tidak lupa juga panitia menyiapkan beberapa pos untuk mini-games lainnya. Dengan baju yang masih basah, seluruh peserta memasuki permainan utama yang mereka siapkan, war games yang menggunakan air dalam plastik sebagai amunisinya.
Malam kedua adalah malam puncak, dimana panitia menyiapkan api unggun. Gerimis tidak menghentikan antusiasme peserta untuk acara penutupan ini dan setiap peserta harus menunjukkan pentas seni per kelompok yang sudah dipersiapkan selama kemah. setelah pertunjukan diakhiri, seluruh siswa beristirahat hingga jam 3 pagi dan memulai acara penutupan dengan sholat Tahajjud. kemudian dimulailah pelantikan di pagi hari.

dengan pelantikan ini, LIC SMA Arrohmah secara sah diamanahkan untuk menjalankan tugasnya. Untuk membawa SMA Arrohmah kedalam atmosfir berbahasa asing tidaklah mudah, anggota LIC haruslah rajin dan ikhlas karena pekerjaan mereka dimulai 15 menit sebelum bel masuk sekolah setiap pagi. belum lagi, festival-festival besar seperti festival-festival bahasa adalah perjuangan besar yang harus mereka hadapi bersama-sama.

Read more...

Gerakan “Jumat Bersih” Asrama SMA Ar Rohmah

LPI Ar Rohmah memiliki slogan “BERIMAN” (Bersih Indah Aman dan Nyaman) sebagai perwujudan nilai-nilai Islam yang ingin dibangun di kampus pesantren. Dalam lingkup di asrama SMA Ar Rohmah, slogan tersebut diantaranya adalah Gerakan Jumat Bersih, seperti pada Jumat, 8 September 2017.

Kegiatan Jumat bersih di asrama SMA Ar Rohmah diawali dengan apel bersama di halaman asrama. Ustadz Jumari, Kepala Asrama, menyampaikan amanat dalam apel tersebut. Isi amanatnya tentang pentingnya istiqomah untuk menjaga kebersihan lingkungan asrama, juga pesantren selama 24 jam dalam sehari. “Hari Jumat adalah hari mulia dalam Islam, oleh karenanya kita ambil sebagai momentum penginggat hidup bersih, indah, aman dan nyaman setiap pekannya.” begitu diantara isi ceramah beliau di hadapan seluruh siswa SMA Ar Rohmah.

Jika setiap hari para murobbi asrama akan memeriksa kebersihan kamar siswa dan kelengakapan seragam hariannya, setiap Jumat mereka juga mengecek kuku dan rambut setiap siswa. Satu persatu siswa maju ke hadapan murobbi kamarnya sambil menunjukkan kedua tangannya untuk diperiksa kukunya, juga model rambutnya. Jika ukuran kuku dan model rambut tidak sesuai ukuran standard, murobbi akan menstandarkannya saat itu juga.

Ustadz Mawardi, Kesiswaan SMA Ar Rohmah, sangat mengapresiasi Gerakan Jumat Bersih di asrama. Terlebih, pengecekan setiap hari terkait kelengkapan seragam siswa meminimalkan jumlah santri yang tidak lengkap seragam berikut atributnya. “Sinergi antara guru sekolah dan murobbi merupakan bagian dari upaya serius kita untuk melahirkan pemuda yang sehat dan kuat untuk menjalankan amanah dari Allah. Itulah cita-cita kita bersama, mudah-mudahan terwujud dimasa yang akan datang” pungkas beliau. (ardi).

Read more...

Festival Sate Nusantata

Guna memeriahkan syiar Iedul Adha, Kesiswaan SMA Ar Rohmah menggelar beragam perlombaan pada Jumat, 1 September 2017. Perlombaan diawali dengan lomba takbiran pada Kamis malam, dan diakhiri dengan Festival Sate setelah pelaksanaan Sholat Idul Adha. Menurut Ustadz Mawardi, Kesiswaan SMA Ar Rohmah, semua kegiatan tersebut merupakan agenda rutin tahunan sekolah.

Setiap kelas mendapat jatah daging kambing satu ekor untuk diolah dan dimasak bersama-sama. Wali kelas dan wali asrama bertindak sebagai penasehat. Suasana kebersamaan sangat nampak terlihat dalam proses pengolahan, memasak dan penyajian hasil masakan.

Panitia lomba sate mendesain lokasi perlombaan semenarik mungkin. Para siswa yang tergabung dalam komunitas lettering membuat sebuah tulisan ucapan selamat datang pada sebuah papan di pintu lokasi perlombaan, sederhana namun indah.

Ada banyak kreasi sate yang ditampilkan oleh masing-masing kelas, misalnya Sate Sambal Kacang, Sate Komoh, Sate Kecap, dan Sate Gulai. Terdapat tiga kriteria penilaian dalam lomba sate, yaitu ide masakan, rasa, dan penyajian. “Testur dagingnya lembut, namun penyajiannya kurang menggoda ” ujar Ustadz Fahmi Ahmad, salah seorang juri.

Pujian kekaguman disampaikan Ustadz Wawan Sulchan, bagian Humas LPI Ar Rohmah. Beliau mengapresiasi kreatifitas para siswa SMA Ar Rohmah dalam menyajikan sate kepada dewan juri. “Mantap rasanya. Saya tidak menyangka ternyata anak-anak pinter masak” seru ustadz kelahiran Malang tersebut sambil mengacungkan jempol setelah ikut mencicipi sate. (ardi).

Read more...

Belajar Keteguhan Dari Ibrahim Kholilullah (Idul Adha 1438 H)

“Kita harus berusaha belajar dan mengambil semangat dari keteguhan serta ketegaran Nabiyullah Ibrahim alaihissalam. Beragam tantangan, gangguan, dan ujian dakwah beliau hadapi dengan tabah. Paling berat tentu saja ketika berhadapan dengan ayah beliau, Azar, pembuat berhala yang disembah oleh kaumnya. Dan puncaknya adalah ketika Nabiyullah Ibrahim harus dibakar hidup-hidup atas perintah Raja Namrudz laknatullah.” Begitu diantara isi khutbah Iedul Adha Ustadz Muhammad Syuhud, MM di hadapan ribuan jamaah warga dan simpatisan Hidayatullah Malang, 10 Dzulhijah 1438 H.

Pelaksanaan sholat Iedul Adha untuk warga dan simpatisan Hidayatullah Malang tahun ini, seperti tahun-tahun sebelumnya, diselenggarakan di Lapangan Afghanistan kampus LPI Ar Rohmah Putra. Kurang lebih 3000 jamaah hadir dalam pelaksanaan sholat Iedul Adha terdiri dari ustadz/ustadzah dari Ar Rohmah Putra, Ar Rohmah Putri, Ar Rohmah Tahfidz, alumni, simpatisan dan orang tua santri. Sejak ba’da Subuh, jamaah mulai hadir menuju tempat sholat sambil mengumandangkan takbir, tahmid dan tahlil.

Usai melaksanakan rangkaian sholat Iedul Adha, dilanjutkan dengan ramah tamah sambil sarapan bersama. Panitia menyediakan nasi kuning lengkap dengan lauknya untuk menjamu seluruh jamaah sholat Iedul Adha.

Usai sarapan, kegiatan selanjutnya adalah penyembelihan hewan qurban. Tahun ini, jumlah hewan qurban di LPI Ar Rohmah (putra) terdiri dari 8 ekor sapi dan 78 ekor kambing. Allahu Akbar Wa Lillaahilhamdi….(syah).

Read more...