Hadapi PKI, Santri Siap Bela NKRI

“Siap lawan PKI”
“(Siap)”
“Siap bela Islam”
“(Siap)”
“Siap bela ulama”
“(Siap)”
“Siap bela NKRI”
“(Siap)”
“Takbir!!!”
“(Allahu Akbar)”

Begitu di antara gemuruh suara di masjid Baiturrohmah Pesantren Hidayatullah Malang pada siang Sabtu (11/03/2017). Koor serempak itu dipimpin oleh Ustadz Alfian Tanjung di hadapan hampir 1000 jamaah yang terdiri dari santri SMP-SMA ArRohmah, para guru, jamaah Hidayatullah Malang dan Muslimat Hidayatullah (Mushida) Malang. Pimpinan Taruna Muslim Jakarta itu hadir memberi kajian bertema “Santri Benteng NKRI; Mewaspadai Kebangkitan PKI, Musuh Umat Islam.”

Dalam paparannya selama kurang lebih dua jam di hadapan jamaah masjid yang hadir, ustadz Alfian menyampaikan sejarah panjang PKI dan kekejaman mereka terhadap umat Islam, khususnya kepada para ulama dan santri.
“Puluhan bahkan ratusan ribu ulama serta santri telah difitnah bahkan dibunuh oleh PKI dengan cara-cara keji seperti diracun, pesantrennya dibakar, dan sebagainya,” terangnya berapi-api.

Pola pergerakan PKI diantaranya, lanjut lelaki berdarah Betawi ini, adalah memutarbalikkan fakta serta mengadu domba di antara sesama anak bangsa. Dilanjutkan oleh Ustadz Alfian Tanjung, bahwa generasi baru PKI telah menjadi semakin kuat dan sudah masuk di setiap lapisan masyarakat termasuk ormas serta pemerintahan.

Dalam sesi tanya jawab salah seorang santri menanyakan bagaimana seorang santri menghadapi PKI.
“Rajin ibadah, pegang erat al-Quran dan waspada selalu,” jawab ustadz Alfian singkat.

Di akhir-akhir acara, ustadz Alfian sempat mempraktekkan sebuah simulasi bagaimana kader-kader PKI mempengaruhi pelajar dan remaja supaya mengikuti pola pikir mereka. Beliau lalu berpesan agar para santri pandai membaca situasi apabila mengikui kegiatan-kegiatan di luar pesantren.

Kajian ini menarik perhatian tinggi dari jamaah. Hadiri dengan antusias tinggi memberi banyak pertanyaan. Sayangnya, waktu yang sangat terbatas membaut pertanyaan tidak terjawab seluruhnya. Acara pun berakhit tepat saat adzan Ashar berkumandang.

Menurut ustadz Badrussholih, Waka Kesiswaan SMP Ar-Rohmah, ustadz Alfian Tanjung sengaja diundang untuk memberi materi kepada para santri agar mereka mengetahui dan memahami bahaya paham komunisme dan gerakan PKI. Menurutnya, hal itu penting karena sejarah PKI sengaja dihilangkan dan disembunyikan oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab dari buku-buku pelajaran sejarah di sekolah.

“Jangan sampai generasi muda Islam tidak waspada terhadap bahaya PKI sebagai salah satu musuh paling berbahaya bagi bangsa dan negara kita yang tercinta,” pungkas beliau.

Sebagaimana diketahui, Ustadz Alfian Tanjung adalah dai dari Jakarta sekaligus pakar komunisme. Kehadirannya di kampus LPI Ar-Rohmah merupakan salah satu rangkaian kegiatan tabligh akbar di beberapa tempat di kota Malang.