Santri SMP ArRohmah Peduli 1.000 Keluarga Dhuafa Malang

28 orang anggota OPH SMP ArRohmah Putra Malang mengadakan acara bakti sosial Peduli 1.000 Keluarga Dhuafa di Desa Kedung Kandang, Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang pada Ahad (26/3/17). Pada kegiatan tersebut, para santri membagikan paket sembako dan paket alat shalat dan alQuran. Selain itu, juga digelar pengobatan gratis.

Aksi baksos tersebut terselenggara berkat kerjasama dengan BMH Malang dan Lazis PLN Malang. Acara yang digelar di balai desa itu dihadiri segenap muspika kecamatan Sumbermanjing Wetan. Bahkan juga dihadiri oleh seorang anggota DPRD Kabupaten Malang.

Menurut ustadz Badrush Sholih, Waka Kesiswaan SMP ArRohmah Malang, keikutsertaan para santri anggota dalam kegiatan ini diharapkan dapat menanamkan rasa empati terhadap sesama muslim.

Diinformasikan secara terpisah oleh Sujito, salah satu perangkat desa, desa Kedung Banteng memiliki ± 12000 penduduk. Mayoritas warga bekerja sebagai petani dan pekebun untuk mencukupi kebutuhan harian. Bentuk alam Kedung Banteng yang berupa pegunungan, menjadikan desa ini berada pada keterbatasan.

“Harapan kami, kegiatan seperti ini jangan hanya sekali setahun. Kalau bisa dua sampai tiga kali setahun,” harap perwakilan kepala desa tersebut.

Pada kegiatan peduli dhu’afa in, sebanyak 400-an kupon paket sembako dan 600-an kupon pelayanan kesehatan gratis dapat terbagikan. Khususnya pelayanan kesehatan gratis, warga terlihat lebih antusias mengikuti.

Menurut Indokhul, General Manager BMH Malang, kegiatan pelayanan kesehatan gratis kali ini lebih spesial. “Biasanya kita menghadirkan 5-6 tenaga kesehatan. Tapi sekarang, ada 20-an yang ikut bergabung,” kata Indokhul dalam sambutannya. Lanjut Indokhul, tenaga kesehatan yang hadir berasal dari Rumah Sakit Permata Bunda Malang dan Klinik Hidayatullah Dau Malang.

Selain penyaluran sembako dan pelayanan kesehatan gratis, OPH dan mitra juga menyalurkan paket ratusan alat shalat secara gratis. Di dalamnya termasuk alQuran, sarung dan mukena.

“Qurannya dipakai, nggih? Jangan dijadikan pajangan saja. Sarung dan mukenanya juga dipakai buat shalat,” kata Indokhul yang disambut koor oleh para warga.

Dihubungi terpisah setelah acara usai, ustadz Badrush Sholih mengungkapkan terima kasih atas antusiasme para wali santri dalam berpartisipasi melalui sumbangan dana tunai dan sumbangan lainnya. Total dana yang terhimpun dari wali santri dan tersalurkan pada kegiatan tersebut sebanyak 38 juta rupiah.

“Semoga Allah membalas kebaikan mereka semua dengan keberkahan yang berlipat-lipat,” katanya mendoakan.

Acara ini terselanggara berkat dukungan banyak pihak. Di antaranya adalah RS Permata Bunda, Klinik Hidayatullah, Ayam Goreng Nelongso, Dea Bakery, Jawa Pos Radar Kanjuruhan, Syabab Hidayatullah Malang, dan pihak lain yang tidak dapat disebutkan satu per satu.

 

 

Read more...

Ustadz Ali Imron: Sabar dan Komunikasi, Kunci Sukses Pendidikan Santri

Bila pendidikan akademik hanya berorientasi materi saja, maka Nabi shallallalahu alayhi wasallam termasuk orang yang gagal mendidik. Sebab putri pertama nabi, Fatimah azZahra yang bersuamikan sepupunya sendiri Ali bin Abi Thalib dikisahkan hidup dalam kemiskinan sepanjang perjalanan kehidupan pernikahannya.

Hal itu ditegaskan kembali oleh ustadz Ali Imron, pembina LPI ArRohmah dalam sambutannya di hadapan ratusan wali santri, pada Sabtu (25/3/2017). Sambutan tersebut adalah rangkaian acara serah terima hasil belajar santri SMP-SMA ArRohmah selama tiga bulan pertama di semester genap tahun pelajaran 2016-2017.

Namun bukan berarti, lanjut pembina LPI ArRohmah tersebut, apa yang ditanyakan oleh orang tua mengenai perkembangan akademik ketika menerima hasil belajar anak bukan hal yang penting.

“Sebab yang lebih penting adalah mencari tahu sejauh mana visi misi hidup yang terkandung dalam “ihdinas-shiratal mustaqim” telah menghujam ke dalam sanubari anak,” terangnya.

Olehnya itu, menurut salah satu perintis ArRohmah tersebut, dibutuhkan proses yang tidak sebentar dalam mengantar anak menjadi generasi shalih dan pejuang. Dibutuhkan kesabaran ekstra dari para guru, murabbi dan juga orang tua dalam mengawal proses tersebut.

“Kesabaran itu juga harapannya bisa berbarengan dengan kesamaan visi dan misi antara orang tua dan lembaga,” lanjutnya. Maka, tambahnya, dibutuhkan komunikasi yang harmonis untuk mendukung hal tersebut.

Imbuh ustadz Imron, komunikasi antar orang tua dan pihak lembaga sangat penting adanya. Menurut kandidat doktor pendidikan tersebut, kehadiran orang tua untuk melihat perkembangan proses pendidikan anak dalam rapot yang dibagikan per tiga bulan memiliki peranan yang sangat strategis. Saat seperti ini, lanjutnya, harus digunakan sebaik mungkin untuk bertukar informasi antara orang tua dengan wali asrama dan wali kelas.

“Bila orang tua tidak hadir, maka dapat dipastikan ada semacam missing link dalam mata rantai proses pendidikan kita,” terangnya.

Ketika ada hal-hal yang kurang menyenangkan yang terjadi dalam proses pendidikan anak-anak, lanjut ustadz Imron, maka yakinlah bahwa hal itu onak perjuangan yang kelak akan membuahkan hikmah luar biasa.

Nabi Yusuf alaihissalam adalah contoh nyata bagaimana hal-hal yang tidak menyenangkan justru menjadi sebab ia menjadi orang besar di kemudian hari. Mulai dari fitnah dan tipu muslihat yang dilancarkan saudaranya, dibuang ke sumur, dijadikan budak, difitnah penguasa hingga masuk penjara pengap.

“Namun, ujian-ujian tersebut justru menempa Yusuf menjadi pribadi yang tangguh dan matang,” terang ustadz Imron. Dan setelahnya, lanjutnya, Yusuf diangkat menjadi menteri yang mengurusi keuangan negara.

“Semoga dengan demikian, harapan untuk meretas generasi qurani yang taqwa, cerdas dan mandiri bisa terwujud,” tutupnya.

Read more...

Membangun Kebersaman di Sumber Marun

Tepat pukul 07.30 WIB empat mobil yang ditumpangi seluruh guru dan karyawan SMP Ar-Rohmah berangkat menuju obyek wisata Sumber Maron Gondanglegi Malang. Kurang lebih 35 orang SDM SMP Ar Rohmah mulai dari kepala sekolah, wali kelas, guru mata pelajaran hingga tukang sapu mengikuti kegiatan outing bersama pada Sabtu,18 Maret 2017.

“Monggo bapak-bapak skalian, silahkan menaiki mobil sesuai yang dishare kemarin di grup WA” kata Ust Suwanto, waka kurikulum sekaligus penanggung jawab kegiatan outing, memberi instruksi kepada para guru.

Outing bersama merupakan salah satu media yang dipergunakan SMP Ar Rohman dalam menjaga dan meningkatkan kebersamaan semua elemen di sekolah. Hal itu penting, mengingat dengan kebersamaan maka semua target sekolah selama setahun bisa dilaksanakan secara maksimal.

Wajah-wajah para guru nampak ceria selama mengikuti outing. Hilang kepenatan ketika melaksanakan rutinitas harian. Terlupakan untuk sementara waktu semua permasalahan di sekolah.

Salah satu permainan yang dilakukan adalah turbing. Masing-masing guru tergabung dalam satu kelompok. Dalam permainan ini setiap orang menaiki sebuah pelampung dari ban dalam roda mobil yang sudah dipompa. Masing-masing anggota kelompok saling terkait membentuk formasi terkuat supaya tidak lepas selama meluncur di atas arus sungai sepanjang 500 meter.

Teriakan memberi komando terdengar ketika setiap tim beradu strategi supaya menjadi yang tercepat menuju garis finish. Tidak sedikit anggota kelompok yang terpelanting jatuh karena pelampungnya terantuk batu atau tersangkut akar pohon yang menjalar di bibir sungai. Gelak tawa seringkali terdengar dari para guru menyaksikan aksi dari teman-teman mereka.

Permainan ini mengajarkan tentang pentingnya kerjasama tim, keberaniaan dan kepatuhan terhadap instruksi kepala regu. Kelompok yang mampu menerapkan tiga prinsip itu akhirnya memenangkan permainan turbing.

“Ustadz, tiga bulan lagi kita outing ke sini saja ya” celetuk salah seorang guru kepada Ustadz Fauzan, selaku ketua panitia kegiatan outing di Sumber Maron. Guru lainnya mengacungkan jempol sambil tersenyum mendengar usulan rekannya.

Usai Sholat Dhuhur berjamaah dan makan siang bersama, rombongan SMP Ar Rohmah meninggalkan kawasan Wisata Sumber Maron kembali ke sekolah. Bertambah semangat dan kekompakan tim menuju prestasi sekolah yang lebih baik. Insya Allah.

Read more...

Mizan Terbaik Ke-4 Lomba Hafalan Qur’an 5 Juz Se-Jatim

Seorang santri perwakilan SMA ArRohmah berhasil menjadi terbaik ke empat dalam sebuah gelaran lomba tahfizhul quran (11/03/2017). Mizanurafi Ghifarhadi Prasiefa, kelas XI MIPA-1, secara tak terduga mampu menyisihkan kontestan lainnya dari berbagai daerah Jawa Timur pada lomba dilaksanakan oleh Universits Islam Malang (UNISMA) tersebut.

Gelaran lomba tahfizhul quran tersebut merupakan rangkaian kegiatan menyemarakkan dies natalis ke-36 dari UNISMA. Selain tahfizh, berbagai lomba juga digelar. Seperti tilawah, tartil, dan shalawat al-Banjari. Khusus tahfizh, jumlah yang dilombakan sebanyak 5 juz.

Mizan, pada lomba tersebut, berhasil menembus babak final dengan lancar. Hanya saja, terang ustadz Dodik yang mendampingi, penampilan Mizan di babak final tidak sebaik di babak penyisihan.

“Sebenarnya Mizan bisa lebih baik dari tiga peserta lainnya, namun ketika ia tampil dalam babak final mizan sempat grogi,” jelas salah satu wali asrama tersebut.

Walau demikian, lanjut ustadz Dodik, pencapaian ini tetap harus disyukuri. Setidaknya, terangnya, prestasi ini menjadi pengalaman dan pelajaran untuk lomba-lomba selanjutnya.

Dihubungi terpisah, Mizan sendiri mengaku tidak menyangka bisa lolos ke babak final. Sebab menurutnya, peserta lain kebanyakan berasal dari pesantren ternama di Jawa Timur.

“Sempat agak pesimis,” katanya.

Meski demikian, lanjutnya, prestasi ini menjadi motivasi baginya untuk terus menguatkan hafalan alQurannya lagi.

Read more...

Hadapi PKI, Santri Siap Bela NKRI

“Siap lawan PKI”
“(Siap)”
“Siap bela Islam”
“(Siap)”
“Siap bela ulama”
“(Siap)”
“Siap bela NKRI”
“(Siap)”
“Takbir!!!”
“(Allahu Akbar)”

Begitu di antara gemuruh suara di masjid Baiturrohmah Pesantren Hidayatullah Malang pada siang Sabtu (11/03/2017). Koor serempak itu dipimpin oleh Ustadz Alfian Tanjung di hadapan hampir 1000 jamaah yang terdiri dari santri SMP-SMA ArRohmah, para guru, jamaah Hidayatullah Malang dan Muslimat Hidayatullah (Mushida) Malang. Pimpinan Taruna Muslim Jakarta itu hadir memberi kajian bertema “Santri Benteng NKRI; Mewaspadai Kebangkitan PKI, Musuh Umat Islam.”

Dalam paparannya selama kurang lebih dua jam di hadapan jamaah masjid yang hadir, ustadz Alfian menyampaikan sejarah panjang PKI dan kekejaman mereka terhadap umat Islam, khususnya kepada para ulama dan santri.
“Puluhan bahkan ratusan ribu ulama serta santri telah difitnah bahkan dibunuh oleh PKI dengan cara-cara keji seperti diracun, pesantrennya dibakar, dan sebagainya,” terangnya berapi-api.

Pola pergerakan PKI diantaranya, lanjut lelaki berdarah Betawi ini, adalah memutarbalikkan fakta serta mengadu domba di antara sesama anak bangsa. Dilanjutkan oleh Ustadz Alfian Tanjung, bahwa generasi baru PKI telah menjadi semakin kuat dan sudah masuk di setiap lapisan masyarakat termasuk ormas serta pemerintahan.

Dalam sesi tanya jawab salah seorang santri menanyakan bagaimana seorang santri menghadapi PKI.
“Rajin ibadah, pegang erat al-Quran dan waspada selalu,” jawab ustadz Alfian singkat.

Di akhir-akhir acara, ustadz Alfian sempat mempraktekkan sebuah simulasi bagaimana kader-kader PKI mempengaruhi pelajar dan remaja supaya mengikuti pola pikir mereka. Beliau lalu berpesan agar para santri pandai membaca situasi apabila mengikui kegiatan-kegiatan di luar pesantren.

Kajian ini menarik perhatian tinggi dari jamaah. Hadiri dengan antusias tinggi memberi banyak pertanyaan. Sayangnya, waktu yang sangat terbatas membaut pertanyaan tidak terjawab seluruhnya. Acara pun berakhit tepat saat adzan Ashar berkumandang.

Menurut ustadz Badrussholih, Waka Kesiswaan SMP Ar-Rohmah, ustadz Alfian Tanjung sengaja diundang untuk memberi materi kepada para santri agar mereka mengetahui dan memahami bahaya paham komunisme dan gerakan PKI. Menurutnya, hal itu penting karena sejarah PKI sengaja dihilangkan dan disembunyikan oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab dari buku-buku pelajaran sejarah di sekolah.

“Jangan sampai generasi muda Islam tidak waspada terhadap bahaya PKI sebagai salah satu musuh paling berbahaya bagi bangsa dan negara kita yang tercinta,” pungkas beliau.

Sebagaimana diketahui, Ustadz Alfian Tanjung adalah dai dari Jakarta sekaligus pakar komunisme. Kehadirannya di kampus LPI Ar-Rohmah merupakan salah satu rangkaian kegiatan tabligh akbar di beberapa tempat di kota Malang.

Read more...

2 Santri SMP Ar-Rohmah Wakili Malang di Kerjurprov Taekwondo

Kabar sejuk diterima ekstrakurikuler taekwondo SMP ArRohmah pagi ini, Rabu, (8/3/2017). Pasalnya, dua pendekar mereka, Fahmi Raihan Akbaruddin dan Muhammad Raihan Fadhilah didaulat mewakili Malang pada Kejurprov Taekwondo Jatim di Blitar akhir Maret mendatang.

Kejurprov tersebut dijadwalkan akan digelar 24-25 Maret di GOT Soekarno Hatta Blitar. Kejuaraan ini diadakan oleh Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) Provinsi Jawa Timur.

Sebelumnya, Fahmi dan Raihan mengikuti seleksi cukup ketat di tingkat daerah. Seleksi itu digelar di Universitas Kanjuruhan Malang pada Sabtu, (5/3/2017). Pada kesempatan tersebut, keduanya mampu bersaing dan mengalahkan rival-rival mereka yang datang dari berbagai sekolah di kota Malang.

Pada kejuaraan sebelumnya, Fahmi meraih medali perak pada kejuaraan taekwondo tingkat nasional di Polinema Malang. Beberapa saat kemudian, santri yang bertanding di kelas under 41 ini menjadi terbaik pertama di kejuaraan taekwondo se Malang Raya di SMAN 8 Malang.

Sedang Raihan yang bertanding di kelas under 60 ini juga merupakan peraih medali perak pada kejurnas taekwondo di Polinema Malang Februari lalu.

Menurut ustadz Badrush prestasi ini dirasa cukup membanggakan. “Semoga kejurprov ini bisa mengantar mereka berlaga di PON di masa yang akan datang,” imbuh waka kesiswaan tersebut.

Read more...

Hujan Prestasi SMP ArRohmah Masih Berlangsung

Alhamdulillh hujan prestasi di bulan februari masih berlanjut dibulan maret, setelah meraih 28 juara di bulan Februari baik tigkat lokal, jawa timur dan nasional dari berbagai ajang lomba, ahad 5 Maret 2017 kemarin santri-santri SMP Ar-Rohmah kembali menorehkan prestasi tingkat Malang Raya dan Jawa Timur. Pada lomba olimpide materi UN se-Malang Raya yang diselenggarakan oleh MAN Gondanglegi kemarin, Ahmad Fadhlul Adhim siswa kelas 9 internasional meraih juara II setelah megalahkan sekitar 200 siswa dari SMP dan MTS se-Malang Raya.

Tak kalah hebatnya di hari yang sama dua siswa SMP Ar-Rohmah Ja’far Shidqul Azzam dan Shulthan Ariq Zufar Aguenaldo meraih juara II olimpiade Matematia dan IPA tingkat Jawa Timur di SMAN 3 Sidoarjo. Pada bulan sebelumya ja’far si anak cerdas yang mengidolakan tokoh dan pakar matematika Al-Khuwarizmi tersebut juga menjuarai lomba Try Out Akabar Primagama dengan meraih juara II.

Sebelumnya di awal bulan Maret ini, Siswa SMP Ar-Rohmah Ananda M. Nur Aslam juga meraih prestasi bergengsi dalam ajang PMJ “Primagama Mencari Juara” yang diadakan oleh Bimbingan Belajar Primagama. Pada omba PMJ tersebut M. Nur Aslam meraih juara II se-Malang Raya.. Semoga hujan prestasi santri-santri SMP Ar-Rohmah pada bulan Maret dan bulan-bulan berikutnya semakin deras. Aamiin. #bsh.webar.crew

Read more...

Target Juara di Tryout Kejujuran Radar Malang

Try Out Kejujuran Radar Malang kembali di gelar. Ajang tahunan yang diikuti ratusan sekolah dan ribuan siswa menengah pertama se Malang Raya tersebut, menjadi salah satu ajang uji coba kemampuan siswa sebelum menghadapi UNBK (Ujian Nasinal Berbasis Komputer) yang akan diselenggaran pada awal bulan Mei mendatang.

Target siswa SMP Ar-Rohmah pada ajang Try Out Kejujuran Radar Malang 2017 ini adalah meraih juara 1, 2 dan 3. Sebab pada ajang yang sama tahun sebelumnya 2 siswa SMP Ar-Rohmah atas nama M. Athallah dan Raihan Rahmansyah berhasil meraih juara I dan III.

Try Out Kejujuran Radar Malang adalah agenda tahunan yang diselenggarakan dengan system kompetisi dan menjunjung tinggi nilai kejujuran. Ada dua babak yang harus diikuti oleh siswa, yaitu babak penyisihan yang dilaksanakan seretak di sekolah masing-masing dan babak semifinal serta final bagi siswa yang lolos. Babak finalrencananya akan diselenggrankan di gedung Sport Center DOM UMM Malang. #bsh.webar.crew

Read more...

Santri Kelas XII SMA Ikuti Rihlah Tadabbur Alam

Sebanyak 68 siswa kelas XII SMA mengikuti kegiatan rihlah tadabbur alam, Sabtu (4/3/2017). 3 orang asatdizah ikut mendampingi kegiatan yang dilaksanakan di Pantai Goa Cina Malang tersebut. Rombongan yang menggunakan 4 kendaraan tersebut berangkat sejak pukul 3 dini hari.

“Sengaja berangkat pagi-pagi, agar sampai di sana sebelum matahari terik,” jelas ustadz Dodik Yanuar, salah satu pendamping, memberi keterangan.

Kegiatan tahunan ini diadakan sebagai antisipasi adanya kejenuhan yang dihadapi santri kelas XII. Diketahui, sejak awal semester genap tahun pelajaran 2016-2017, para santri sudah sibuk dengan berbagai persiapan menjelang Ujian Nasional yang akan digelar sekitar bulan April mendatang.

“Ada kegiatan bimbel setiap sore, try out, ujian praktik dan uji coba UNBK,” terang ustadz Mawardi ketika menjelaskan daftar agenda kelas XII yang padat.

“Itu belum termasuk dengan kesibukan mereka juga untuk mencari tempat kuliah alternatif setamat SMA ini,” lanjut Waka Kesiswaaan ini.

Untuk itulah, tambah ustadz Dodik, diperlukan kegiatan untuk menyelingi agenda padat tersebut. Sebab, bisa jadi, menurut wali asrama kelas XII ini, ada yang merasa jenuh dan bosan dengan aktifitas padat menyambut UN.

Dipilihnya pantai selatan yang berombak besar ganas bukan tanpa alasan. Menurut ustadz Mawardi, santri perlu diajak untuk mentadabburi kekuasaan Allah dalam bentangan lautan.

“Jejeran pantai Selatan Malang dikenal berombak besar. Dengan melihat ombak tersebut, para santri diharapkan menyadari betapa tidak berdayanya manusia dihadapan Pencipta-nya,” jelas ustadz Mawardi.

Selain itu, lanjutnya, santri juga  bisa belajar dari batu karang yang muncul ditengah lautan. Ia kokoh dan tegar menghadapi ombak yang ganas dan besar. Seharusnya, menurut beliau, santri harus seperti itu. Tidak mudah goyah dengan berbagai ujian kehidupan yang mutlak datangnya.

“Apalagi hanya sekedar menghadapi UN yang hanya bagian kecil dari ujian-ujian yang sesungguhnya,” tutupnya.

Read more...

SMA ArRohmah Siap Hadapi UNBK

Ketetatapan Kementrian Pendidikan tentang pelaksanaan Ujian Nasional berbasis komputer (UNBK) untuk tahun pelajaran 2016-2017 disambut SMA ArRohmah dengan persiapan maksimal. Sejak pekan lalu, misalnya, murid-murid kelas XII mulai mengikuti ujian secara bergelombang.

“Setidaknya, dua kali dalam sepekan, para santri mengikuti tes uji coba,” terang ustadz Mawardi.

Selain melakukan simulasi secara berkala, pihak sekolah juga menambah perangkat komputer agar proses ujian lebih lancar.

“Totalnya sekarang berjumlah 30, dari yang sebelumnya hanya 25 unit,” lanjut ustadz Mawardi.

Jumlah rombongan belajar untuk kelas XII yang berjumlah tiga rombel, mengharuskan ujian dilakukan secara bertahap. Tahapan itu dilakukan sedari pagi sekitar pukul 07.00 WIB hingga 14.30 WIB.

“Ada kemungkinan, shift-shift simulasi ini juga akan diterapkan pada UNBK April mendatang,” tambah Ustadz Mawardi.

Karena UN yang berbasis komputerisasi ini baru, para santri merasa ada yang berbeda. Seperti yang diungkapkan Rio Dermawan ketika baru selesai melakukan simulasi UNBK di depan layar selama hampir 2 jam. Paparan radiasi layar komputer memang diketahui membei efek pada mata.

“Agak pusing, tadz,” katanya.

Terlepas dari masih barunya sistem ujian ini, pihak sekolah dan para santri siap mensukseskn UNBK 2017.

Read more...