Peringati G-30S/PKI, ArRohmah Datangkan Saksi Kekejaman PKI

Dalam rangka peringatan peristiwa berdarah G-30S/PKI yang terjadi pada tahun 1965, SMP-SMA Ar-Rohmah mengadakan kajian bertema “Bahaya Makar PKI” pada Jum’at, 30 September 2016. Kajian yang dilakukan di masjid Baiturrohmah ini menghadirkan Ustadz Muhammad Tisno, seorang pelaku sejarah sekaligus saksi yang ikut merasakan kekejaman dan sadisnya PKI ketika itu.

Menurut Ustadz Mawardi, S.Sy, Kaur Kesiswaan SMA Ar-Rohmah Malang, kajian ini diadakan untuk memberi tambahan wawasan mengenai gerakan komunis dan PKI kepada para santri. “Tujuannya untuk membentengi anak-anak generasi muda ini dari paham berbahaya komunis,” jelas Ustadz Mawardi. Pada kesempatan tersebut, sekitar 700-an santri SMP-SMA Ar-Rohmah hadir menjadi pendengar didampingi beberapa guru.

Dalam pemaparannya di hadapan para santri, Ustadz Muhammad Tisno menjelaskan situasi yang sangat mencekam akibat teror dan intimidasi yang dilakukan oleh orang-orang PKI pada saat itu. Penculikan dan pembantaian terjadi di mana-mana. Hingga pada akhirnya, pasukan TNI dibawah pimpinan langsung Soeharto dapat mengamankan situasi dan memberantas para pemberontak PKI.

Menurut pria kelahiran 1940 ini, keharusan masyarakat Indonesia memasang bendera merah putih setengah tiang adalah bagian dari upaya memperingati peristiwa berdarah G-30S/PKI yang memakan korban meninggalnya 7 jenderal berpangkat tinggi. Dulu, lanjutnya, pemerintah selalu mengingatkan masyarakat untuk memasang bendera.

“Tapi saat ini, jarang ditemui ada yang memasang bendera setengah tiang lagi,” sesalnya.

Menurutnya, ada upaya terselubung agar bangsa ini melupakan peristiwa berdarah tersebut. Peristiwa yang seharusnya selalu dikenang agar hikmahnya bisa dipelajari itu seolah tidak penting lagi diperingati.

Di akhir kajian, Ustadz Tisno berpesan agar generasi muda harus berpendirian dan mengatakan tidak pada gerakan komunis. “Kalian harus berani menolak dan berani memberantas paham gerakan PKI yang saat ini berusaha bangkit dan eksis kembali di Indonesia,” pesannya.

Rep: Mawardi
Edi: Admin