Cerpen; Engkau yang Terpilih

oleh Sleeper Biyoso

Selamat pagi, wahai engkau yang terpilih.

Saat kau membaca pesan ini, kau pasti mendapati dirimu terbangun tanpa ingatan sedikit pun. Kau tidak mengenal siapa dirimu, dimana engkau berada sekarang, dan mengapa serta bagaimana engkau bisa ada di sini. Tidak usah khawatir. Hal itu hanya akan berlangsung sementara atau selamanya; itu terserah padamu. Tapi kalau itu kau, kau pasti akan melakukan apapun untuk mengembalikan ingatanmu, kan? Tenang dulu, aku tahu kau pasti bingung. Tapi, selama kau menuruti apa yang kami tuliskan di pesan ini, ingatanmu akan perlahan-lahan kembali. Kau mengerti?

Sekarang, mari kita bahas apa yang harus kau lakukan pertama. Jika kau membaca pesan ini, artinya Proyek 13-Delta —kemungkinan terburuk kita semua— telah dijalankan. Hal-hal mengenai Proyek 13-Delta akan kami jelaskan nanti. Tapi perlu kami tekankan bahwa hal tersebut bersifat sangat rahasia dan tidak boleh dibicarakan di depan umum, sehingga kami tak bisa menjelaskannya jika kau tidak berjanji untuk melenyapkan surat ini setelah membacanya. Berjanjilah bahwa jika kau menolak untuk melakukan apa yang kami minta untuk kau lakukan, kau akan melakukan hal ini. Hanya satu hal ini saja, oke?

Saat kau sudah sampai di baris ini, kami anggap kau sudah berjanji akan melenyapkan surat ini nanti. Jadi, kami tidak akan ragu lagi memberitahu apa yang terjadi sebenarnya. Dan juga, kami minta kau untuk tidak menyalin apa yang kami tulis selanjutnya.

Kami yakin, wahai engkau yang terpilih, bahwa ketika kau telah sampai pada baris ini, ingatanmu akan tertuju pada suatu visi. Jika kau berhasil menyibakkan kabut yang mengaburkan visi tersebut, maka salah satu ingatan terpentingmu akan muncul. Ingatan tersebut merupakan sebuah nama yang kamu rasa familiar. Ketahuilah, nama itu adalah namamu.

Sekarang, kami ingin bertanya untuk terakhir kalinya. Apakah kau benar-benar ingin mengingat masa lalumu? Jika kau memilih untuk berhenti membaca, maka ingatanmu yang kembali hanya sebatas ini saja. Tapi ini cukup, bukan? Setidaknya kau tidak perlu khawatir jika ditanya tentang nama. Kau juga tidak perlu mengingat ingatan-ingatan menyakitkanmu dari masa lalu. Jika kau memilih pilihan ini, berbaliklah dan kau akan menemui sebuah pintu kayu. Bukalah pintu tersebut dan keluarlah. Kemudian penuhilah janjimu untuk melenyapkan surat ini, oke?

Namun jika kau memutuskan untuk lanjut seperti yang kami harapkan, teruslah membaca. Teruslah membaca dan ingatlah semua yang telah kau lakukan. Teruslah membaca dan kami mohon, jangan sampai engkau, wahai yang terpilih, mengulang kembali kesalahan yang telah kami perbuat dahulu. Jangan sampai kau membuat kesalahan yang membuat Proyek 13-Delta dijalankan kembali.

Ah, maafkan kami. Kau yang baru saja bangun dan masih bingung sudah disulitkan dengan semua hal yang membingungkan ini. Tapi seperti janji kami di awal, selama kau mengikuti apa yang kami perintahkan, amnesia yang kau derita ini akan perlahan-lahan menghilang.

Saat kau sampai pada baris ini, kami yakin angin akan mulai bertiup di sekitarmu. Ketahuilah, angin tersebut membawa selembar foto tua yang akan mendarat tepat di hadapanmu. Ambillah foto tua tersebut dan perhatikan gambarnya baik-baik. Jika kau penasaran bagaimana muka kami, ketahuilah bahwa mereka yang ada di foto itu adalah kami. Kamu lihat anak yang di tengah itu? Itu adalah aku yang menulis surat ini.
Sekarang tarik napasmu dalam-dalam. Tenangkanlah dirimu. Apa yang akan aku beritahukan kepadamu mungkin akan mengguncangkanmu. Tapi dari sini, apa yang aku tuliskan adalah kebenaran.

Alasan kau berada di sini adalah karena kesalahan kami, atau lebih tepatnya kesalahanku. Aku adalah seorang peneliti di lembaga penelitian terkemuka. Apa yang kami teliti adalah mengenai apa yang disebut partikel penciptaan. Dengan mesin super besar, kami berkutat siang malam demi menemukannya. Bayangkan, hanya untuk mengaktifkan mesin tersebut, perlu daya sebesar 700 juta volt. Sedangkan daya yang dihasilkan dari setiap percobaan mencapai 1,4 trilliun volt dan melepaskan hampir sekitar 600 juta partikel tak stabil ke segala penjuru.

Sungguh saat-saat yang hebat. Ketika berpikir bahwa kami masih bisa mengendalikan semuanya. Ketika kami masih dengan sombongnya berpikir bahwa penciptaan di dunia ini terjadi karena partikel penciptaan tersebut dan kami bisa menciptakan partikel penciptaan tersebut. Kami sudah diperingatkan sebelumnya akan bahaya bermain dengan sesuatu seperti ini. Tapi kami tidak peduli, bahkan cenderung meremehkan, dan terus melanjutkannya. Terus hingga hal itu terjadi.

Saat itu, sebuah kesalahan kecil terjadi. Hanya sebuah kesalahan kecil. Salah satu pipa di mesin mengalami kebocoran. Dan apakah kau tahu? Saat itu pula kami ditakdirkan berhasil sekaligus gagal. Andaikan saja kesalahan itu tidak terjadi, maka kami yakin partikel penciptaan telah kami temukan. Tapi karena kebocoran tersebut, reaksi yang terjadi adalah reaksi pemusnahan. Reaksi ini sama seperti reaksi berantai nuklir dan menimbulkan energi yang sangat besar dalam sekejap mata. Energi yang ditimbulkan itu cukup untuk menghancurkan bumi dalam waktu 12 jam. Ya, setiap peradaban, kebudayaan, dan apa saja yang menjadi bukti bahwa manusia pernah ada akan lenyap di tangan kami.

Kau tahu? Saat kami menganalisis keadaan dengan komputer super kami, kami hanya bisa terdiam. Kami hanya bisa terdiam, memikirkan, dan menyesali apa yang telah kami lakukan. Apa yang kami lakukan sebenarnya?!! Untuk apa kami melakukan ini?!! Sebodoh apakah kami sebenarnya?!! Apa tidak ada yang kami bisa lakukan selain menyerah?!!

Ternyata, kami masih memiliki satu harapan terakhir. Masih ada Proyek 13-Delta –sebuah proyek yang disiapkan sebagai bentuk jaga-jaga-. Proyek ini adalah proyek mengirimkan manusia ke luar angkasa untuk beberapa waktu. Proyek ini ditinggalkan karena penelitian bahwa batas waktu manusia tinggal di luar angkasa tidak lebih dari beberapa tahun, juga karena manusia yang dikirim hanya terbatas 10 orang. Tapi, apa boleh buat. Pilihannya hanyalah menyelamatkan 10 orang atau tidak sama sekali.

Jadilah aku dan 9 anak lainnya disiapkan demi kelangsungan manusia selanjutnya. Aku terpilih menjadi salah satu dari mereka. Setelah itu, mudah saja. Kami menggunakan roket untuk terbang dan mempersiapkan segalanya untuk hidup di luar angkasa. Dan begitulah sampai aku bisa berada di sini. Aku memutuskan untuk menulis surat ini, agar jika terjadi apa-apa dengan diriku di masa depan, aku akan mengingat semuanya.
Ya, engkau adalah aku, dan aku adalah engkau. Kita ini satu.

*Sleeper Biyos adalah nama pena dari Biyoso Pradnyo Purnomo, santri kelas XI-MIA 1 SMA Ar-Rohmah Putra Malang asal Makassar. Cerpen ini merupakan salah satu naskah yang mengikuti lomba menulis cerpen dan puisi bertema “Amnesia” yang diadakan oleh Ellunar Publisher. Dan, Alhamdulillah, pada 12 Desember 2015 lalu terpilih menjadi salah satu dari 168 naskah yang diseleksi dari 495 naskah yang akan diterbitkan menjadi buku antologi cerpen. Buku ini akan dibagi menjadi 4 volume. Dan naskah ini yang aslinya berjudul Untukmu, Apapun Itu akan diterbitkan di volume 4.