Monthly Archives - February 2016

Sepasang Sandal dan LGBT

Saya mengikuti beberapa grup whatsapp belajar bahasa arab. Walau santai, pelajaran berbasis online seperti ini juga tetap membutuhkan keseriusan. Bahkan, ada sebuah grup yang membuat aturan sangat ketat; sekali gak kerja PR, langsung di-kick dari grup alias DO. Sudah DO, bayar denda juga. Persis seperti “sudah jatuh, tertimpa tangga pula”.

Di salah satu grup yang saya ikuti tersebut, pembahasan sore ini seputar “sandal”. Yah, sandal yang diciptakan sebagai alas kaki agar kaki nyaman dibuat jalan. Sandal, yang dalam bahasa arab dikenal dengan na’lun itu tiba-tiba menjadi tema hangat penunggu sajian buka puasa. Apa pasal?

Asal mulanya adalah pertanyaan seorang ‘santri’ tentang status sandal; apakah dia laki-laki atau perempuan. “Suhu, mau nanya. Na’lun itu muzakkar atau muannats?” tanya santri tersebut. Pertanyaan sederhana yang jawabannya memicu diskusi panjang.

Jawaban pertama yang muncul adalah: laki-laki alias muzakkar. Alasannya jelas. Tak ada ta’ marbuthoh yang menjadi ciri khas muannats di ujungnya.

Belum saja jawaban itu di-sah-kan oleh pembimbing, ada lagi jawaban lain bahwa sandal adalah muannats. Alasan yang diberikan karena sandal itu berpasangan. Dan sebagaimana diketahui, benda-benda yang berpasangan biasa dikategorikan sebagai perempuan. Seperti tangan, mata dan kaki, walaupun tidak diakhiri ta’ marbuthoh, iya tetap terkategori berjenis peremuan. Sebab “hidup” berpasangan.

Secara kaidah, kata benda dalam bahasa Arab hanya dibagi menjadi dua jenis saja; laki-laki dan perempuan. Laki-laki diistilahkan dengan muzakkar, dan perempuan disebut muannats. Kedua jenis kelamin ini memiliki jenis turunan lagi.

Muzakkar terbagi menjadi dua; muzakkar haqiqi dan muzakkar majazi. Muzakkar yang haqiqi adalah laki-laki yang benar-benar laki-laki; sebab memang jenis kelaminnya menunjukkan itu, seperti manusia yang memiliki organ kelamin laki-laki dan hewan yang berjenis kelamin jantan. Adapun yang majazi, adalah jenis yang disifati sebagai laki-laki, karena tidak ada ciri peremuan padanya. Misalnya pulpen, buku, dan sebagainya.

Berbeda dengan muannats. Pembagiannya lebih banyak dan kompleks. Dalam pembahasan bahasa Arab, muanntas dibagi menjadi empat; lafdzi, haqiqi, majazi dan ma’nawi. Kok banyak? Yah, begitulah. Di dunia nyata, perempuan memang seperti itu, kan?

Muanntas lafdzi adalah jenis kata benda yang memiliki tanda peremuan (alamat ta’nits) padanya. Tanda perempuan itu adalah adanya ta’ marbuthoh di belakangnya. Kata jenis ini bisa menunjukkan kepada peremuan itu sendiri, seperti Fathimah. Selain itu, bisa juga menunjukkan laki-laki, seperti Tolhah. Walau demikian, lafazhnya saja yang menunjukkan dia perempuan dan tetap dianggap sebagai laki-laki.

Kemudian, muannats haqiqi. Ini jenis yang dikenal karena jenis kelaminnya memang menunjukkan dia peremuan, seperti manusia yang memiliki organ kewanitaan asli dan hewan berkelamin betina. Jenis ini lebih mudah, kok.

Muannats ma’nawi adalah jenis kata benda yang memang menunjukkan jenis peremuan, tetapi pada lafazhnya tidak ada tanda peremuan. Misalnya, nama orang, Maryam, Zainab, dan sebagainya,

Selanjutnya, yang terakhir, adalah muannats majazi. Seperti halnya muzakkar majazi, jenis ini juga dianggap sebagai muannats karena disifati sebagai perempuan. Orang-orang yang menganggap sandal adalah perempuan, memasukkan ke golongan ini. Mengapa? Karena sandal itu berpasangan, sama dengan jenis muannats majazi lainnya yang hidup berpasangan.

Pembahasan soal sandal yang belum diketahui jenis kelaminnya itu ternyata ditengahi dengan dua buah hadits. Hadits yang di dalamnya terdapat kata “sandal”. Pada akhirnya, dua hadits itu menjadi jawaban dari polemik soal jenis kelamin sandal tersebut. Keduanya menjadi dalil dan jalan terang bahwa sandal, kadang disebut muzakkar, dan di kesempatan lain disebut muannats.

Penasaran? Cek haditsnya.

Hadits pertama: dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
أسرع قبائل العرب فناء قريش , و يوشك أن تمر المرأة بالنعل, فتقول : إن هذا نعل قرشي
“Kabilah Arab yang paling cepat punah adalah Quraisy. Dan hampir-hampir seorang wanita melewati sandal, lalu ia berkata, ‘Ini dahulu sandalnya orang Quraisy.’” (HR. Ahmad)

Hadits kedua: dari Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
لا يمشِ أحدكم في نعل واحدة، لِيَنْعَلْهما جميعًا، أو لِيَخْلَعهما جميعًا
“Janganlah salah seorang dari kalian berjalan hanya dengan satu sandal saja; hendaknya ia memakai sandal itu kedua-duanya, atau melepaskan kedua-duanya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Pada hadits pertama, disebut (هذا نعل). Pada redaksi ini, sandal dianggap muzakkar. Sebab kata tunjuknya menggunakan kata tunjuk untuk muzakkar.

Pada hadits kedua, redaksinya berbunyi (نعل واحدة). Ini adalah susunan sifat (shifah) dan yang disifati (maushuf). Salah satu kaidah penting dari pembahasan sifat dan yang disifati adalah bahwa keduanya harus sama jenis kelaminnya. Dan, sifat yang digunakan pada hadits ini adalah perempuan. Maka, sandal sebagai maushuf-nya dianggap sebagai muannats.

Jadi, sandal boleh dianggap sebagai muannats, boleh juga dianggap sebagai muzakkar. Tentu ada hikmah dari semua ini. Hanya saja, sampai pembahasan itu berakhir, hikmahnya masih belum terlihat; masih tersirat. Yang penting bahwa sandal tidak dianggap memiliki kelamin ganda. Ini salah besar, tentunya. Sebab anggapan ini menyalahi sunnatullah.

Di penghujung diskusi, ustadz pembimbing yang menengahi pembahasan sandal ini memberi bocoran. Ternyata, masalah jenis kelamin sandal juga diributkan di beberapa grup yang diikuti sang ustadz. Agak mencurigakan juga kelihatannya.

“Maklumin aja, ikhwan. (Soalnya) lagi musim LGBT,” komentar salah seorang santri.

Oh, iya. Benar juga. Ternyata sandal yang tak berakal saja memiliki pasangan serasi; kanan dan kiri. Di toko-toko, para penjual alas kaki akan menjual sandal dengan pasangannya yang seharusnya. Adakah yang menjual kanan-kanan atau kiri-kiri? Tentu itu ide gila!

Bandingkan dengan pasangan lesbi dan homo yang pasangannya kanan dan kanan atau kiri dan kiri. Gilakah mereka? Ah, entahlah. Setidaknya, sandal lebih beradab dan “berakal” dari mereka.

Read more...

Pemberian Penghargaan untuk siswa berprestasi

Sebanyak 12 siswa SMA Ar Rohmah yang meraih prestasi tingkat kabupaten mendapatkan penghargaan khusus oleh kepala sekolah SMA dalam hal ini Fahhmi Ahmad S.PdI,M.M. Penghargaan ini diserahkan secara langsung, dan disaksikan seluruh siswa dan guru dalam apel pagi khusus untuk pemberian penghargaan bagi siswa berprestasi. Pemberian penghargaan ini dilaksanakan dilapangan Darsussalam I asrama SMA Ar Rohmah, dan telah menjadi agenda tetap sekolah sebagai apresiasi kepada siswa . Selain itu, pemberian penghargaan merupakan salah satu cara memberikan motivasi kepada para siswa  untuk terus berprestasi dalam bidang akdemik maupun non akademik. Selamat kepada para juara semoga barokah.

Read more...

Cerpen: Sidang Kelas (1)

oleh : Sleeper Biyos*

Kalo aku adalah seorang detektif sebenarnya, aku akan menuliskannya seperti ini.

# No. Kasus : X-File
# Kasus : Pencurian HP Pak Jauhari, Kepala Asosiasi Wali Kelas 11
# Barang yang dicuri : Smartphone warna putih, 5.5 inch, merek Oppa
# Waktu Kejadian : Jum’at, ##-##-20##. Sekitar pukul 14.20-15.00
# Tempat Kejadian : Kantor Wali Kelas 11
# Tersangka : Seluruh murid Kelas 11
# Perkiraan Motif : Penggeladahan hari Kamis yang memakan korban 135 HP
# Orang-orang yang terlibat :
1. Pak Jauhari (Korban) : Meninggalkan HP-nya di kantor wali kelas untuk charging baterainya. Saat kembali, beliau menemukan HP tersebut raib; hilang dari posisinya.
2. Pak Andi (Saksi) : Pemegang kunci kantor wali kelas saat itu. Melihat Pak Jauhari meninggalkan HP-nya. Ia mengaku meninggalkan kantor wali kelas sekitar 10 menit setelah Pak Jauhari keluar kantor.
3. Pak Hari (Saksi) : Memasuki kantor entah jam berapa untuk mengambil beberapa majalah.
4. Odi (Tersangka) : Melihat Pak Hari masuk kantor wali kelas 11.
5. Sudip (Tersangka) : Mengaku sedang ngumpul dengan teman-temannya di dekat kantor wali kelas sebelum Ashar. Tidak ingat siapa saja yang memasuki kantor wali kelas 11 saat itu.
6. Riko (Tersangka) : Mengaku sedang ngumpul dengan teman-temannya di dekat kantor wali kelas sebelum Ashar. Tidak ingat siapa saja yang memasuki kantor wali kelas 11 saat itu.
7. Arif (Tersangka) : Mengaku sedang ngumpul dengan teman-temannya di dekat kantor wali kelas sebelum Ashar. Tidak ingat siapa saja yang memasuki kantor wali kelas 11 saat itu.
8. Ridho (Tersangka) : Mengaku sedang ngumpul dengan teman-temannya di dekat kantor wali kelas sebelum Ashar. Tidak ingat siapa saja yang memasuki kantor wali kelas 11 saat itu.
9. Rafi (Tersangka) : Mengaku sedang ngumpul dengan teman-temannya di dekat kantor wali kelas sebelum Ashar. Tidak ingat siapa saja yang memasuki kantor wali kelas 11 saat itu.
# Kronologis Kejadian:
1. Pada jam 14.00, seluruh murid kelas 11 kembali dari perpustakaan untuk mengikuti pelajaran terakhir di kelas masing-masing. HP Pak Jauhari kehabisan baterai.
2. Sekitar pukul 14.10, Pak Jauhari memasuki kantor wali kelas 11 dan meletakkan HP tersebut di mejanya dengan kabel charger yang masih terhubung dengan stop kontak. Saat itu, di ruangan wali kelas 11 ada Pak Andi, Wali Kelas 11-C.
3. Sekitar pukul 14.20, Pak Andi keluar dari kantor wali kelas 11 dan lupa menguncinya kembali.
4. Sekitar pukul 14.25, Pak Hari, Wali Kelas 10-C memasuki kantor wali kelas 11 untuk mengambil majalah yang rencananya akan dibagikan kepada seluruh wali kelas 10-12.
5. Pukul 14.30, pelajaran berakhir dan semua murid keluar dari kelas dan berangkat sholat Ashar.
6. Sekitar pukul 14.50, Sholat Ashar berakhir. Pak Jauhari yang ingat akan HP-nya yang ia tinggalkan di kantor wali kelas 11 pun masuk ke kantor tersebut dan mendapati HP-nya telah hilang.
7. Pukul 15.00, seluruh murid kelas 11 berniat pulang namun dicegat oleh Pak Jauhari dan seluruh wali kelas 11.

***

Sebelum membaca laporanku, ada baiknya kalian mengetahui beberapa hal.

Pertama, sekolah kami sangatlah besar. Setiap tingkat kelas, kelas 11 contohnya, memiliki kurang lebih 26 kelas yang diurutkan dari 11-A sampai 11-Z. Masing-masing kelas memiliki seorang wali kelas dan 30 orang murid, kurang lebih. Setiap tingkatnya, memiliki kantor wali kelasnya sendiri, kantor wali kelas 11 contohnya, dan kedua puluh enam wali kelas tersebut memiliki ketua, yaitu Kepala Asosiasi Wali Kelas 11 yang saat ini dipegang oleh Pak Jauhari.

Maka kasus kali ini sangatlah besar.

Melibatkan sekitar 780 siswa dan 27 guru. Hanya karena seorang anak yang begitu nekatnya membalas dendam kepada pria yang jelas-jelas adalah gurunya dan hanya melakukan apa yang seharusnya dilakukan seorang guru, yaitu mendidik muridnya, meskipun dengan menyita HP murid-muridnya.

Oke, aku harus mengakui kalo ini berlebihan. Menyita HP memang seharusnya tidak dibenarkan dimanapun, kecuali pada saat-saat tertentu. Aku sendiri kesal melihat HP temanku disita oleh mereka para guru. Bikin susah saja, pikirku.

Kedua, entah sudah berapa kali penyitaan dilakukan tapi biasanya mana ada yang peduli? Beberapa yang punya orangtua kaya, mudah saja untuk membeli HP lagi. Yang lainnya cukup dengan patungan untuk membeli HP baru. Dan ada pula yang meminjam HP kedua golongan tadi dan biasanya mereka juga dipinjamkan. Yang dipikirkan hanyalah hukuman kebotakan sementara yang harus dialami sebagai “hadiah” karena melanggar. Tapi bukankah rambut itu tidak sampai 2 bulan sudah panjang lagi?

Ketiga, apa benar-benar ada murid yang masuk ke kantor wali kelas 11 saat kejadian? Aku mengerti kalau jumlah murid kelas 11 begitu banyak. Sampai-sampai, ada teman satu angkatan yang belum kuhafal betul mukanya. Tapi dari kesaksian mereka yang berkumpul dan mengobrol di dekat kantor tersebut, kemungkinan besar tidak ada murid yang masuk ke kantor wali kelas 11 saat itu. Masuknya seorang murid ke kantor wali kelas adalah tidak lain dan tidak bukan berputar pada 5 hal, yaitu penghargaan, berita duka (yang sangat amat jarang terjadi), hukuman (yang lebih sering terjadi), mengumpulkan tugas, dan memanggil seorang guru.

Dari data-data di atas, aku pun mulai bertanya-tanya…
Apa sebenarnya yang terjadi?
Apakah HP tersebut benar-benar diambil murid kelas 11?
Ataukah ini hanyalah sebuah konspirasi untuk memecah angkatan kami dan mengetes kekompakan kami?

Maka sidang kelaslah, tempat yang tepat untuk pembuktian.

***

Sidang kelas adalah istilah resmi bagi rapat besar seluruh kelas. Setiap kelas akan mengirimkan 3 orang perwakilannya sebagai bagian dari sidang tersebut, sementara yang lainnya hanya bertindak sebagai penonton. Meskipun disebut sidang, tapi ini tidak seperti sidang pada pengadilan biasa. Yang terjadi hanyalah sebuah musyawarah antar para perwakilan kelas dan 3 orang perwakilan wali kelas. Tapi sekali lagi, ini adalah prosedur jika yang dibahas bukanlah hal kacau seperti ini. Sepanjang sejarah aku belajar selama beberapa tahun di sekolah ini, tidak pernah ada kasus sebesar ini. Maka apa yang terjadi setelah ini tak bisa kujamin. Apakah nasib baik masih berpihak kepada kami ataukah nasib buruk yang akan menghadang? Apakah pelakunya benar-benar ada di antara kami dan bersedia mengaku ataukah ini kasus yang tidak akan pernah terpecahkan?

Pintu aula terbuka lebar. Dari sana, lautan siswa pun mengalir memasuki ruangan. Ada yang berjalan dengan santai sambil memasukkan tangannya dalam saku seolah tidak peduli apa yang terjadi, namun siapa yang tahu isi hatinya? Bisa saja ia merasa sangat khawatir dan takut. Ada pula mereka yang masuk sambil menatap lantai, entah malu atau takut ekspresinya terbaca oleh teman-temannya. Ada pula yang masuk sambil berbisik-bisik dengan temannya. Bisikan yang mungkin saja mereka lakukan untuk menutupi rasa bersalah mereka.

Ada yang masuk sendiri-sendiri. Ada pula yang masuk berdua dengan sahabat dekatnya. Ada yang masuk bertiga dengan kelompoknya. Ada pula yang masuk berempat, entah dengan siapa saja.

Sekilas, tidak ada kesamaan diantara mereka.

Tapi kita semua tahu, bukan? Sebuah kesamaan mengerikan yang menciptakan atmosfer menekan ini. Sebuah kesamaan yang menjadi bahan pembicaraan mereka yang berbisik-bisik tadi. Sebuah kesamaanyang membuat semuanya harus menanggung rasa malu dicap sebagai angkatan yang nakal. Sebuah kesamaan yang membuat hati semuanya gundah dan diliputi badai ketidakpastian dan kecurigaan

Yaitu, bahwa mereka semua tersangka.

Tepat di sisi yang satunya, pintu aula juga terbuka lebar. Dan dari sanalah, para guru masuk. Ada yang masuk dengan wajah yang tidak peduli. Ada yang masuk sambil menatap layar HP-nya. Dan ada pula yang masuk dengan wajah yang mengeras marah.

Tak terasa, para penonton telah menempati tempat duduknya masing-masing. Termasuk diantaranya, 3 orang perwakilan dari setiap kelas, 3 orang perwakilan wali kelas, serta sang pelaku yang entah dimana sedang duduk, mungkin saja tersenyum karena rencananya yang berjalan dengan sempurna, ataukah gemetaran karena takut aibnya ditemukan oleh teman-temannya yang tidak sedikit ini.

Donggggg … Donggggggggg… Dongggggggg…

Suara menara lonceng terdengar dari kejauhan.

Inilah saat-saat kesukaanku. Ketika semua indera tiba-tiba menajam, meningkatkankewaspadaanya. Ketika waktu tiba-tiba melambat, mengabadikan semua momen yang ada. Ketika bukti dan spekulasi diadu. Ketika kesaksian dan loyalitas dipertanyakan. Ketika kronologis dan ingatan dibuka kembali. Ketika kebenaran dan kesalahan dipertemukan.
Ketika mereka yang menganggap dirinya sebagai penegak hukum dan mereka yang memosisikan dirinya sebagai sang bayangan yang melakukan semua ini bertarung mempertaruhkan segalanya.

Sidang kelas ke-4, resmi dibuka!!!

Lalu tanpa aba-aba apapun, dua sosok berdiri dengan cepatnya.

***

Aula terasa senyap. Seolah semuanya menahan napas, tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi. Suara detak jantung mereka terdengar keras. Ekspresi kekagetan bercampur heran tak bisa disembunyikan dari wajah mereka. Tentu saja, siapa yang tidak kaget dengan delapan kata yang ia katakan tadi? Ataukah kami yang salah dengar? Tidak mungkin ada orang yang mengaku secepat itu!

Sosok yang pertama berdiri melihat dengan kaget kepada sosok yang kedua berdiri. Dalam benaknya, sosok yang berdiri bersama dengannya itu pastilah orang yang bodoh tapi jujur. Ataukah mungkin aku salah? Mungkin ada sesuatu yang lain yang dipikirkan si sosok pertama.

Ekspresi sosok yang pertama lalu menenang. Namun dibalik ekspresi tenangnya, si sosok pertama menyimpan kegelisahaan akan HP-nya yang hilang dan penasaran akan penuturan si sosok kedua. Ya, dia adalah Pak Jauhari sendiri, sang korban dalam kasus ini.

“Apa yang kau bilang tadi?” tanyanya dengan pelan, berusaha memastikan.

Si sosok kedua hanya tersenyum kepada Pak Jauhari. Senyuman polos yang entah apa artinya. Setelah itu, ia lalu mengulang delapan kata penentuan yang ia katakan beberapa detik lalu.

“Akulah pelakunya. Aku yang mengambil HP Pak Jauhari.”

Aula tiba-tiba berubah ricuh. Teriakan dan umpatan tiba-tiba menyeruak dari kerumunan. Semuanya mengarah kepada si sosok kedua, bagaikan anak panah yang meluncur dari busurnya.
Pak Jauhari lalu berjalan ke arah si sosok kedua dan menarik tangannya.

“Baiklah, nak. Sekarang ikut bapak ke kantor.” Katanya lembut tapi tegas penuh ancaman.

Dengan tujuh kata itu, aula pun kembali senyap.

Mereka berdua pun berjalan cepat menuju pintu aula yang tadinya adalah pintu bagi guru wali kelas. Meninggalkan kerumunan siswa dan guru yang masih manahan napas dengan sejuta pertanyaan di kepalanya.

[Bersambung .…]

*Sleeper Biyos adalah nama pena dari Biyoso Pradnyo Purnomo, santri kelas XI-MIA 1 SMA Ar-Rohmah Putra Malang asal Makassar. Cerpennya berjudul Untukmu, Apapun Itu baru saja memenangi sebuah lomba menulis cerpen yang diadakan oleh sebuah penerbit.

Read more...

Siswa SMA Ar Rohmah “Belajar” di Kandang Kelinci

Belajar bisa dimana saja, prinsip ini sepertinya menjadi sebuah keharusan bagi guru-guru sma Ar Rohmah. Hal ini sejalan dengan misi sma Ar Rohmah untuk melahirkan generasi taqwa, cerdas dan mandiri. Sebagai salah satu usaha untuk mencapai misi tersebut, sma Ar Rohmah melaksanakan pembelajaran outing class untuk memberikan pengalaman yang lebih bagi para peserta didiknya. Rabu lalu misalnya untuk memperkenalkan siswa dibidang peternakan sekaligus bisnis, para siswa diajak mengunjungi peternakan Kelinci didesa Ngijo kecamatan Karangploso.Peternakan kelinci yang dikunjungi oleh para siswa, merupakan peternakan kelinci terbesar dikabupaten Malang. Kedatangan para siswa langsung disambut oleh pak Winarno pemilik peternakan sekaligus rekanan Dinas peternakan kab. Malang. Dalam sambutannya Winarno menyampaikan seluk beluk beternak kelinci, selain itu ia menjelaskan tentang prosfek bisnis olahan daging kelinci. Pada kesempatan itu juga ia memperlihatkan beberapa contoh produksi nugget,abon yang bahan utamanya adalah daging kelinci.

kelinci 2

Setelah menjelaskan berbagai hal yang berkaitan dengan kelinci, Winarno kemudian mengajak para siswa melihat secara langsung sekaligus memperkenalkan berbagi jenis kelinci yang diternaknya.Para siswa nampak antusias mengikuti kegiatan dikandang kelinci sebab mereka bisa melihat secara langsung berbagai jenis kelinci yang selama ini dilihatnya hanya melalui media. Puas melihat kelinci para siswa melanjutkan outingnya ke tempat berikutnya.

Read more...

Jelang UN , kelas XII SMA melakukan persiapan fisik

Semenjak disosialisasikannya program khusus untuk siswa kelas XII sma Ar Rohmah, seolah tak kenal kata berhenti program yang dimulai sejak pukul 03.00 dini hari terus  berjalan seperti  roll play dalam permainan out bond. Intensitas kegiatan kelas XII tidak hanya berkutat pada peningkatan materi UN, namun juga diikuti dengan kegiatan fisik agar para siswa siap secara lahir dan bathin. Pagi ini misalnya, meskipun diiringi dengan rinti-rintik hujan para siswa tetap semangat mengikuti gerakan yang diperagakan oleh instruktur senam dari teman mereka sendiri. Olahraga pagi merupakan program fisik yang langsung di tangani oleh pengasuh dan wali kelas, kerjasama pengasuh dan guru ini sengaja digagas untuk lebih mendekatkan keduanya sehingga program yang telah direncankan bisa berjalan sesuai dengan rencana. Semangat semoga kelas XII sukses menghadapi UN

Read more...

Menangis (Lagi)

Menangis kadang membuat orang dekat dengan sifat lemah, rapuh dan cengeng. Maka, jangan heran, banyak lelaki yang tak ingin menangis atau menampakkan kesedihan di depan orang banyak. Sebab lelaki identik dengan sifat kuat, tegar, tegas dan tak mudah menangis.

Benarkah demikian? Mungkin ada benarnya. Dan menurut saya, tidak sepenuhnya benar.

Ada banyak hal di dunia ini yang membuat kita harus banyak menangis; lelaki maupun perempuan. Dari sisi kesehatan, air mata dipercaya mampu menghilangkan bakteria, mengeluarkan racun, membantu kejernihan penglihatan, dan sebagainya. Dari sisi psikologis, menangis emosional mampu menghilangkan stress berlebihan, memperbaiki mood, melegakan perasaan, dan banyak lagi.

Menangis juga terbagi beberapa macam, tergantung sebab meledaknya tangisan tersebut. Tangisan orang dewasa, bisa terjadi karena kasih sayang dan lembutnya hati, atau karena rasa takut, terlalu gembira, ada rasa cinta yang membuncah, atau menangis haru. Ada juga tangisan lain yang disebabkan karena terlalu sedih, tak kuasa menahan derita, merasa hina dan lemah, agar mendapat belas kasihan orang lain, atau ikut-ikutan menangis karena orang lain menangis. Bahkan ada juga tangisan pura-pura, yaitu tangisan orang munafik.

Dalam ajaran agama, menangis merupakan bukti adanya iman di dalam hati. Semakin sering seseorang menangis, maka itu bukti bahwa hatinya lembut penuh keimanan. Para shahabat –ridhwanullahu alaihim- yang memiliki hati lembut sangat mudah menangis. Tangisan mereka bukan karena cengeng dan rapuh. Sebaliknya, tangisan mereka adalah ungkapan jujur dari hati yang bersih; tangisan yang lahir dari rasa takut kepada Allah Ta’ala.

Ada banyak hadits nabi –shallallahu alaihi wa sallam- dan atsar orang-orang shalih tentang keutamaan menangis karena Allah.

Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ’anhuma, bahwa Nabi ﷺ bersabda, “Dua mata yang tidak akan disentuh oleh neraka; mata yang menangis karena takut kepada Allah dan mata yang berjaga di jalan Allah.” (HR. At-Tirmidzi).

Dari Abu Umamah radhiyallahu ’anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak ada sesuatu yang lebih dicintai Allah daripada dua tetesan dan dua bekas. Tetesan air mata karena takut kepada Allah dan tetesan darah yang tertumpah di jalan Allah. Sedangkan dua bekas itu adalah bekas-bekas fii sabilillah (jihad) dan bekas-bekas mengamalkan kewajiban Allah.” (HR. At-Tirmidzi dan Adh-Dhiya’)

Abdullah bin Umar radhiyallahu ’anhu berkata, ”Sesunggunya, aku menangis karena takut kepada Allah, ini lebih aku cintai dari pada bersedekah sebanyak seribu dinar.”

Yazid Ar-Riqasyi berkata, “Telah sampai riwayat kepadaku bahwa orang yang menangisi satu dosa dan sekian dosa-dosanya, maka dua malaikat penjaganya lupa terhadap dosa tersebut.”

Sufyan Ats-Tsauri berkata, “Menangis itu dibagi menjadi sepuluh bagian, yang satu bagian karena Allah dan yang sembilan bagian semuanya karena riya’. Jika yang satu bagian itu terjadi setahun sekali, insya Allah dia akan selamat dari neraka.”

Lalu, kapan terakhir kali kita menangis karena Allah? Berikut ini ada kisah yang ditulis langsung ustadz Utsman Adhim, murobbi kelas IX, tentang tangisannya yang baru terjadi lagi sejak sekian lama. Semoga kita dapat mengambil ibroh darinya.

“Alhamdulillah setelah ramadhan jauh berlalu akhirnya menangis lagi di dalam sholat,” gumam saya dalam hati.

Tadi, saat sholat lail bersama para santri kita (santri kelas IX, red) tiba-tiba saya tersentak. Hati saya berguncang saat Mas Fariqi, imam shalat ada kesempatan itu, sampai pada bacaan ayat ke-33 dari surah alQolam :

(كَذَٰلِكَ الْعَذَابُ ۖ وَلَعَذَابُ الْآخِرَةِ أَكْبَرُ ۚ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ)

Artinya: “Seperti itulah azab (dunia). Dan sesungguhnya azab akhirat lebih besar jika mereka mengetahui.”

Tidak hanya sekali. Ayat dahsyat ini diulangnya lagi hingga dua kali. Karuan saja, dada semakin tergetar. Air mata segera menganak sungai membasahi kelopak yang telah lama kering. Lalu tertumpah berkejaran membasahi pipi.
Ayat ini menginformasikan tentang sifat orang kafir quraisy yang ingkar akan nikmat Allah yang telah diberikan kepada mereka, yakni hamparan kebun luas nan subur. Mereka lupa dan enggan bershadaqah sebagai bentuk kesyukuran atas nikmat yg Allah berikan kepada mereka.

Karena keingkarannya itu, orang kafir quraisy satu sama lain merencanakan akan menghalang-halangi orang miskin yang mau datang ke kebun mereka, seperti firman Allah Ta’ala:

(فَانْطَلَقُوا وَهُمْ يَتَخَافَتُونَ. أَنْ لَا يَدْخُلَنَّهَا الْيَوْمَ عَلَيْكُمْ مِسْكِينٌ)

Artinya : “Maka pergilah mereka dengan saling berbisik-bisikan: ‘Pada hari ini janganlah ada seorang miskin pun yang masuk ke dalam kebunmu.’”

Maksudnya sebagian mereka berkata kepada sebagian yang lainnya, janganlah kalian izinkan seorang miskin pun memasuki kebun kalian karena mereka mau meminta-minta.

Maka sebagai balasannya Allah membumi hanguskan kebun yang siap panen itu. Digambarkan oleh para mufassir setelah kejadian itu bahwa kebun-kebun tersebut seperti “malam yang gelap gulita” atau seperti “tanaman-tanaman di kebun itu habis tanpa sisa, seperti telah dipanen.”

(لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ)

Artinya : “Sungguh jika kalian bersyukur, niscaya Aku pasti akan menambah nikmat Ku atas kalian, tapi kalau kalian mengingkarinya, maka sungguh azab Ku (sebagi gantinya) amatlah pedih.”

Demikianlah Allah menguji makhluknya dengan kemapanan, seperti umat-umat sebelumnya. Dan mereka akan mengetahui azab Allah jika menahan hartanya dari fakir miskin dan orang-orang yang membutuhkannya.

Allahua’lam bishshowab.

Read more...

Cerpen; Engkau yang Terpilih

oleh Sleeper Biyoso

Selamat pagi, wahai engkau yang terpilih.

Saat kau membaca pesan ini, kau pasti mendapati dirimu terbangun tanpa ingatan sedikit pun. Kau tidak mengenal siapa dirimu, dimana engkau berada sekarang, dan mengapa serta bagaimana engkau bisa ada di sini. Tidak usah khawatir. Hal itu hanya akan berlangsung sementara atau selamanya; itu terserah padamu. Tapi kalau itu kau, kau pasti akan melakukan apapun untuk mengembalikan ingatanmu, kan? Tenang dulu, aku tahu kau pasti bingung. Tapi, selama kau menuruti apa yang kami tuliskan di pesan ini, ingatanmu akan perlahan-lahan kembali. Kau mengerti?

Sekarang, mari kita bahas apa yang harus kau lakukan pertama. Jika kau membaca pesan ini, artinya Proyek 13-Delta —kemungkinan terburuk kita semua— telah dijalankan. Hal-hal mengenai Proyek 13-Delta akan kami jelaskan nanti. Tapi perlu kami tekankan bahwa hal tersebut bersifat sangat rahasia dan tidak boleh dibicarakan di depan umum, sehingga kami tak bisa menjelaskannya jika kau tidak berjanji untuk melenyapkan surat ini setelah membacanya. Berjanjilah bahwa jika kau menolak untuk melakukan apa yang kami minta untuk kau lakukan, kau akan melakukan hal ini. Hanya satu hal ini saja, oke?

Saat kau sudah sampai di baris ini, kami anggap kau sudah berjanji akan melenyapkan surat ini nanti. Jadi, kami tidak akan ragu lagi memberitahu apa yang terjadi sebenarnya. Dan juga, kami minta kau untuk tidak menyalin apa yang kami tulis selanjutnya.

Kami yakin, wahai engkau yang terpilih, bahwa ketika kau telah sampai pada baris ini, ingatanmu akan tertuju pada suatu visi. Jika kau berhasil menyibakkan kabut yang mengaburkan visi tersebut, maka salah satu ingatan terpentingmu akan muncul. Ingatan tersebut merupakan sebuah nama yang kamu rasa familiar. Ketahuilah, nama itu adalah namamu.

Sekarang, kami ingin bertanya untuk terakhir kalinya. Apakah kau benar-benar ingin mengingat masa lalumu? Jika kau memilih untuk berhenti membaca, maka ingatanmu yang kembali hanya sebatas ini saja. Tapi ini cukup, bukan? Setidaknya kau tidak perlu khawatir jika ditanya tentang nama. Kau juga tidak perlu mengingat ingatan-ingatan menyakitkanmu dari masa lalu. Jika kau memilih pilihan ini, berbaliklah dan kau akan menemui sebuah pintu kayu. Bukalah pintu tersebut dan keluarlah. Kemudian penuhilah janjimu untuk melenyapkan surat ini, oke?

Namun jika kau memutuskan untuk lanjut seperti yang kami harapkan, teruslah membaca. Teruslah membaca dan ingatlah semua yang telah kau lakukan. Teruslah membaca dan kami mohon, jangan sampai engkau, wahai yang terpilih, mengulang kembali kesalahan yang telah kami perbuat dahulu. Jangan sampai kau membuat kesalahan yang membuat Proyek 13-Delta dijalankan kembali.

Ah, maafkan kami. Kau yang baru saja bangun dan masih bingung sudah disulitkan dengan semua hal yang membingungkan ini. Tapi seperti janji kami di awal, selama kau mengikuti apa yang kami perintahkan, amnesia yang kau derita ini akan perlahan-lahan menghilang.

Saat kau sampai pada baris ini, kami yakin angin akan mulai bertiup di sekitarmu. Ketahuilah, angin tersebut membawa selembar foto tua yang akan mendarat tepat di hadapanmu. Ambillah foto tua tersebut dan perhatikan gambarnya baik-baik. Jika kau penasaran bagaimana muka kami, ketahuilah bahwa mereka yang ada di foto itu adalah kami. Kamu lihat anak yang di tengah itu? Itu adalah aku yang menulis surat ini.
Sekarang tarik napasmu dalam-dalam. Tenangkanlah dirimu. Apa yang akan aku beritahukan kepadamu mungkin akan mengguncangkanmu. Tapi dari sini, apa yang aku tuliskan adalah kebenaran.

Alasan kau berada di sini adalah karena kesalahan kami, atau lebih tepatnya kesalahanku. Aku adalah seorang peneliti di lembaga penelitian terkemuka. Apa yang kami teliti adalah mengenai apa yang disebut partikel penciptaan. Dengan mesin super besar, kami berkutat siang malam demi menemukannya. Bayangkan, hanya untuk mengaktifkan mesin tersebut, perlu daya sebesar 700 juta volt. Sedangkan daya yang dihasilkan dari setiap percobaan mencapai 1,4 trilliun volt dan melepaskan hampir sekitar 600 juta partikel tak stabil ke segala penjuru.

Sungguh saat-saat yang hebat. Ketika berpikir bahwa kami masih bisa mengendalikan semuanya. Ketika kami masih dengan sombongnya berpikir bahwa penciptaan di dunia ini terjadi karena partikel penciptaan tersebut dan kami bisa menciptakan partikel penciptaan tersebut. Kami sudah diperingatkan sebelumnya akan bahaya bermain dengan sesuatu seperti ini. Tapi kami tidak peduli, bahkan cenderung meremehkan, dan terus melanjutkannya. Terus hingga hal itu terjadi.

Saat itu, sebuah kesalahan kecil terjadi. Hanya sebuah kesalahan kecil. Salah satu pipa di mesin mengalami kebocoran. Dan apakah kau tahu? Saat itu pula kami ditakdirkan berhasil sekaligus gagal. Andaikan saja kesalahan itu tidak terjadi, maka kami yakin partikel penciptaan telah kami temukan. Tapi karena kebocoran tersebut, reaksi yang terjadi adalah reaksi pemusnahan. Reaksi ini sama seperti reaksi berantai nuklir dan menimbulkan energi yang sangat besar dalam sekejap mata. Energi yang ditimbulkan itu cukup untuk menghancurkan bumi dalam waktu 12 jam. Ya, setiap peradaban, kebudayaan, dan apa saja yang menjadi bukti bahwa manusia pernah ada akan lenyap di tangan kami.

Kau tahu? Saat kami menganalisis keadaan dengan komputer super kami, kami hanya bisa terdiam. Kami hanya bisa terdiam, memikirkan, dan menyesali apa yang telah kami lakukan. Apa yang kami lakukan sebenarnya?!! Untuk apa kami melakukan ini?!! Sebodoh apakah kami sebenarnya?!! Apa tidak ada yang kami bisa lakukan selain menyerah?!!

Ternyata, kami masih memiliki satu harapan terakhir. Masih ada Proyek 13-Delta –sebuah proyek yang disiapkan sebagai bentuk jaga-jaga-. Proyek ini adalah proyek mengirimkan manusia ke luar angkasa untuk beberapa waktu. Proyek ini ditinggalkan karena penelitian bahwa batas waktu manusia tinggal di luar angkasa tidak lebih dari beberapa tahun, juga karena manusia yang dikirim hanya terbatas 10 orang. Tapi, apa boleh buat. Pilihannya hanyalah menyelamatkan 10 orang atau tidak sama sekali.

Jadilah aku dan 9 anak lainnya disiapkan demi kelangsungan manusia selanjutnya. Aku terpilih menjadi salah satu dari mereka. Setelah itu, mudah saja. Kami menggunakan roket untuk terbang dan mempersiapkan segalanya untuk hidup di luar angkasa. Dan begitulah sampai aku bisa berada di sini. Aku memutuskan untuk menulis surat ini, agar jika terjadi apa-apa dengan diriku di masa depan, aku akan mengingat semuanya.
Ya, engkau adalah aku, dan aku adalah engkau. Kita ini satu.

*Sleeper Biyos adalah nama pena dari Biyoso Pradnyo Purnomo, santri kelas XI-MIA 1 SMA Ar-Rohmah Putra Malang asal Makassar. Cerpen ini merupakan salah satu naskah yang mengikuti lomba menulis cerpen dan puisi bertema “Amnesia” yang diadakan oleh Ellunar Publisher. Dan, Alhamdulillah, pada 12 Desember 2015 lalu terpilih menjadi salah satu dari 168 naskah yang diseleksi dari 495 naskah yang akan diterbitkan menjadi buku antologi cerpen. Buku ini akan dibagi menjadi 4 volume. Dan naskah ini yang aslinya berjudul Untukmu, Apapun Itu akan diterbitkan di volume 4.

Read more...

Pelantikan Pengurus baru LIC periode 2015-2016

Language Improntmen Center atau disingkat dengan LIC, telah memiliki ketua dan pengurus baru. Mereka dilantik secara resmi oleh Pembina LIC di bumi perkemahan Bedengan menggantikan pengurus lama periode 2014-2015 pada Sabtu 30 lalu. Pelantikan pengurus baru LIC ini juga dibarengi dengan berakhirnya masa bakti Pembina LIC lama yaitu Ali Maksum yang selanjutnya akan diserahkan kepada Pembina baru Danang Suhadi.

Dalam pidato perpisahannya , Ali Maksum mengatakan bahwa LIC merupakan organisasi yang termasuk baru dalam mewadahi para siswa yang mempunyai keinginan kuat untuk mengembangkan bahasa. Beberapa program sudah bisa dijalankan sesuai dengan perencanaan namun masih banyak kekurangan yang perlu di perbaiki. Selanjutnya ia berpesan kepada para pengurus baru LIC 2015-2016 untuk senantiasa bersemangat dalam menjalankan tugas meskipun terdapat  banyak kendala.Ia meyakini bahwa Danang Suhadi Pembina baru LIC, akan mampu mengembangkan program LIC lebih bagus lagi. “ Tugas selanjutnya adalah menjadikan LIC sebagai wadah kreatifitas para siswa yang konsen terhadap pengembangan bahasa “ katanya.

Usai memberikan sambutannya Ali Maksum memakaikan Jas Merah LIC kepada ketua baru LIC periode 2015-2016 Akmal Rizaldy, selanjutnya diikuti oleh pengurus lainnya. Acara pelantikan kemudian ditutup dengan lantunan doa yang dibacakan oleh Afandi Ali dan photo bersama pengurus.

Selamat dan sukses kepada pengurus baru LIC semoga dapat menjalankan tugas dengan baik dan amanah.

Read more...