Sebuah testimoni Alumni SMA AR ROHMAH

Pagi subuh (Ahad 20/12) dua kendaraan roda empat memasuki gerbang LPI Ar Rohmah, satu kendaraan jenis Nissan dan satunya lagi jenis Toyota. Dua kendaraan tersebut diparkir dilapangan depan Masjid Baiturrahmah, setelah terparkir dengan baik pemilik kendaraanpun berbegas memasuki masjid, tak banyak yang mengenal kedua pemilik kendaraan tersebut kecuali beberapa ustadz yang sempat bertemu dengan keduanya. Sementara para siswa masih diliputi tanda tanya siapa mereka?. Kedua orang tadi langsung mengambil shaf terdepan untuk ikut melaksanakan solat subuh berjamaah. Tak lama setelah wirid subuh selesai , pak Muhdi selaku imam ketika itu mengumumkan bahwa seluruh santri SMP maupun SMA dilarang meninggalkan masjid. Para santri  diminta segera merapatkan barisan untuk mendengarkan motivasi dari kedua orang tersebut yang tak lain adalah alumni SMA Ar Rohmah,keduanya Rifky Ja’far Tholib dan M.Ulul Albab. Kedua alumni ini sengaja didatangkan oleh LPI untuk memberikan motivasi kepada para santri agar tetap bersemangat menuntut ilmu di pondok pesantren Hidayatullah Malang.

Rifky Ja’far Tholib merupakan alumni SMA Ar Rohmah tahun 2003, dan pada kesempatan itu mendapatkan giliran pertama untuk menyampaikan Testimoni. Dalam testimoninya Rifky menceritakan pengalamannya saat di pondok dulu, banyak pengalaman yang menyenangkan dan kesan mendalam yang didapatinya saat menjadi santri. Hal yang paling berkesan dalam dirinya adalah, kesabaran dan keuletan pengasuh ketika membangunkan para santri untuk melaksanakan solat subuh. Dia menasehati seluruh santri untuk senantiasa taat kepada perintah orang tua sebab dengan taat kepada kedua orang tua,  insyaAllah Allah akan memudahkan langkah seorang anak dalam berbagai urusan,ungkapnya. “ Saya termasuk orang yang tidak ingin dipesantren, namun karena ini merupakan permintaan orang tua maka saya ikuti saja apa kata beliau”, ujarnya. Ketaatan Rifky pada orang tuanya kini berbuah manis, saat ini Rifky menjadi nara sumber diberbagai pengajian yang ada dikota Kediri dan Malang. Kini kemanapun ia pergi banyak jamaah pengajian yang senantiasa menunggu tausiyahnya. Selain menjadi ustadz Rifky juga menjadi pengelola Depot Amanah di Kasembon, depot tersebut terletak bersebelahan dengan rumahnya tempat ia tinggal bersama isteri dan dua anaknya.

Testimoni Rifky dan Ulul

Testimoni Rifky dan Ulul

Setelah Rifky menyampaikan tausiyahnya kini giliran Muh.Ulul Albab, Ulul merupakan salah satu alumni SMA Ar Rohmah angkatan tahun 2005. Ulul mengenyam pendidikan di pesantren Hidayatullah yang merupakan yayasan tempat bernaungnya SMA Ar Rohmah, selama tiga tahun. Namun dalam kesaksiannya dia mengungkapkan betapa tiga tahun dipesantren adalah waktu yang sangat bermakna dalam hidupnya. Ia mengungkapkan disiplin yang diterapkan oleh pesantren telah membentuk kepribadiannya menjadi tangguh dalam menghadapi godaan maksiat diluaran sana. Meskipun disiplin yang keras ia rasakan dipesantren , namun ia tetap tegar bahkan saat ia sudah tidak dipesantren ia sering merindukan suasana pesantren, merindukan suara pengasuh yang senantiasa membangunkannya  disaat subuh tiba, ujarnya.” Bagi seorang santri tidak perlu rendah diri dalam bersaing untuk mencari pekerjaan didunia luar, asalkan kita mempunyai nilai tawar dengan lainnya, jangan lupa untuk senantiasa solat dan doa sebab keduanya adalah senjata andalan bagi seorang muslim”ungkapnya. Apa yang dikatakan Ulul , memang tampak sejalan dengan keberhasilannya menjadi orang Indonesia yang behasil bekerja di perusahaan minyak orang asing. Selain bekerja diperminyakan, Ulul juga telah merintis usaha cuci mobil tanpa air brending VALO di Mall MATOS kota Malang.

Testimoni kedua alumni tersebut telah mampu menyedot perhatian para santri, tak terasa testimoni yang dimulai sejak selesai subuh itu berakhir pada waktu dhuha, acara kemudian diakhiri dengan doa yang dipimpin langsung oleh Rifky Jafar Tholib.