MEMUPUK KEDISIPLINAN DENGAN STANDARISASI RAMBUT ALA MELITER

Rambut gondrong dan model rambut artis masa kini tidak akan ditemukan di lingkungan SMP Ar-Rohmah. Bahkan model rambut boy band dan bintang sepak bola eropa yang saat menajadi idola dan digandrungi kalangan remaja juga tidak akan ditemukan. Karena sudah menjadi ciri khas santri di SMP Ar-Rohmah rambut mereka harus rapi, bersih dan standart meliter. Model rambut  cepak ala meliter menjadi pilihan model rambut siswa SMP Ar-Rohmah dikrenakan selama ini tentara terkenal memiliki standart disiplin tinggi, professional, berani, tangguh, tegas, gagah, tidak lebay dan tidak alay. Hal demikian dilakukan dengan harapan siswa Ar-Rohmah memiliki gaya dan karakter hidup yang disiplin seperti mereka, tentunya dengan tambahan nilai-nilai tauhid, Qur’ani dan akhlaqul karimah yang ditanamkan setiap saat dilingkungan pesantren, sehingga kelak mereka diharapkan menajadi da’iyan illaah  diberbagai bidang profesi yang mereka tekuni.

Kerena Sudah menjadi rahasia umum bahwa gaya rambut, model pakaiaan dan aksesoris yang digunakan akan mempengaruhi perilaku dan karakter seseorang. Fenomina rambut sebagai mahkota kaum Adam dan Hawa selama ini menjadi salah satu delima kehidupan, karena dengn rambut sesorang bisa terlihat tampan dan cantik namun ketampanan dan kecantikannya justru bisa membuat dia terjerumus. Namun tidak sedikit pula, bagi seseorang yang memahami bahwa rambut yang diberikan oleh Allah adalah ujian bagi seseorang maka dia akan menjaga diri dan hatinya terhindar dari sifat ujub, riya dan sombong.

Disamping bertujuan untuk memupuk kedisiplinan, standarisasi rambut juga bertujuan agar santri-santri di ar-Rohmah terhidar dari gaya rambut Qoza’ yang jelas-jelas dilarang dalam Islam. Mengingat Trend model gaya rambut memang terus mengalami perubahan seiring perkembangan jaman. Berbagai model gaya rambut sudah diterapkan banyak orang utamanya para pemuda remaja masa kini. Apa itu Qoza’?

Qoza’ adalah memotong rambut secara tidak rata sehingga sebagian dicukur habis (dibotaki), sementara sebagian lainnya tidak dipotong atau dibiarkan panjang. Ternyata Qoza’ ini sudah ada sejak zaman Rasulullah SAW dan merupakan gaya rambut orang jahiliyah. Banyak riwayat/Hadits yang melarang model rambut ini.

gaya-rambut-qoza'

Dari Nafi’ Maula Abdullah bahwa ia mendengar Ibnu Umar radhiyallahu anhuma mengatakan: Aku mendengar Rasulullah shallallahu alaihi wasallam melarang qoza’(HR. Bukhari).

Rasulullah SAW pernah melihat Qoza’ dan melarangnya secara langsung:
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam pernah melihat anak yang dicukur sebagian rambutnya dan dibiarkan sebagian lainnya, maka beliau melarang hal itu dan bersabda: “Cukurlah seluruhnya atau biarkan seluruhnya” (HR. Abu Daud dan An Nasa’i).

Semoga uapaya untuk menjadikan santri-santri SMP Ar-Rohmah pesantren Hidayatullah Malang  menjadi pribadi-pribadi yang berbudi pekerti luhur melalui program standarisasi rambut ini dapat terwujud demi lahirnya  lahirnya generasi robbani yang Ber-taqwa cerdas dan mendiri yang menjadi cita-cita dan harapan kita bersama. Aamiin.

017ba799-a032-42c7-b359-502fcbc9ec89