KAJIAN KE-ISLAMAN “PERANG SIMBOL” (Pengaruh dan Bahaya Simbol-simbol Jahiliyah yang Digandrungi Remaja)

Pada hari Jum’at tanggal 16 Oktober 2015, SMP ar-Rohmah mengadakan Kajian Islam dengan tema “ PERANG SIMBOL  (Pengaruh dan Bahaya Simbol-simbol Jahiliyah yang Digandrungi Remaja)” dengan pemateri Ust. Alimin Mukhtar (salah seorang da’i yang juga tim DPP Pendidikan Hidayatullah Pusat). Kegiatan tersebut diikuti olah siswa kelas 7, 8 dan kelas 9, Semua perserta sangat antusias saat  mengikuti kajian ke-Islaman tersebut,  terlebih disaat ust. Alimin memperlihatkan simbol Partai Komunis Indonesia (PKI) yang telah dimodivikasi menyerupai salah satu ormas Islam terbesar di Indonesia.

Kajian tersebut membedah makna simbol-simbol atau logo yang banyak bertebaran di berbagai media. Tujuan diadakan kajian tersebut agar generasi Islam terhindar dari pengaruh simbol-simbol negative yang saat ini bertebaran di media cetak dan media sosial. Dikhawatirkan, karena ketidak tahuannya, mereka ikut menggunakan simbol atau logo dari suatu organisasi terlarang atau aliran sesat sehingga dengan tidak sengaja ikut mepromosikan dan menyebarluaskannya. Lebih parah lagi jika sampai simbol-simbol tersebut akan mempengaruhi prilaku remaja. Dengan kajian tersebut diharapkan juga agar santri lebih hati-hati dan lebih selektif dalam menggunakan simbol atau logo yang banyak tercetak di baju, kaos atau aksesori-aksesoris yang dijual secara umum.

Simbol merupakan salah satu media komunikasi yang digunakan oleh hampir semua lembaga, organisasi, perusahaan, grup music, produk, bahkan tidak sedikit orang yang membuat dan memiliki simbol yang mencerminkan kepribadian dirinya agar mudah dikenal dan terkenal. Simbol kadang juga digunakan untuk menjalin komunikasi rahasia antar perorangan atau kelompok-kelompok tertentu yang memiliki misi rahasia.

Dengan menggunakan simbol tertentu seseorang bisa dikenali dari kelompok atau aliran apa dia berasal. Karena simbol atau logo mencerminkan suatu organisasi atau aliran yang memiliki visi, misi dan budaya. Simbol atau logo juga mengandung makna filosofi yang mencerminkan Visi dan Misi suatu organisasi. Walaupun tidak semua orang yang menggunakan simbol tertentu dianggap anggota atau berasal dari golongan atau aliran tertentu, Misalnya karena ketidaktahuan seseorang tentang makna dari simbol yang dia gunakan. Karena jika dia paham dengan makna dan asal dari simbol tersebut misalnya simbol palu dan arit (PKI),jika dia seorang muslim yang baik, tentunya dia tidak akan menggunakannya.

Dan tidak dipungkiri bahwa  orang-orang barat memiliki visi dan misi besar dalam setiap simbol yang mereka sebarluaskan melalui semua media yang mereka punya, hal ini perlu menjadi perhatian serius karena sampai saat ini tidak banyak kalangan yang mengantisipasi dan memperhatikan dampak buruk simbol atau logo yang bertebaran dimana-mana yang saat ini digandrungi dan dipakai oleh remaja hanya karena terlihat indah dan keren. Tentunya kita tidak ingin anak-anak dan remaja sebagai generasi berikutnya  menjadi penganut paham terlarang yang dengan bangga mengunakan simbol-simbol terlarang di bajunya semacam simbol komunis, atau mengidolakan kelompok-kelompok tertentu yang memiliki kebiasaan berprilaku bebas dan tanpa batas seperti halnya simbol ‘‘Bendera Pelangi“ yang menjadi simbol kelompok LGBT kaum sodom abad modern/gay. Atau simbol ‚‘‘Palu dan Arit“ dengan berbagai versi dan variannya yang menjadi simbol dari partai komunis atheis.

Dalam pesan terakhir sebagai penutup dari kajian tersebut, ust Alimin berpesan agar semua santri lebih berhati-hati dalam membeli baju atau kaos bergambar atau bersimbol, dikhawatirkan terpengaruh atau ikut menyebarkanluaskan paham sesat secara tidak sengaja karena tidak tahuan akan makna simbol atau logo yang dipakai. Dan sebaiknya membeli distro islami yang sudah jelas maknanya demi menjaga aqidah dan sekaligus berdakwa.