Apel Muharram PH Awali 1 Muharram 1437 H

Gelaran kegiatan menyambut tahun 1437 H memasuki puncaknya hari ini, Rabu, 14 Oktober 2015. Sejak pukul 05.00, ratusan santri telah memadati lapangan utama dengan seragam orange khas pandu dipadu dengan celana hitam. Dengan barisan rapi sesuai kelas masing-masing, semua santri siap dan diam mengikuti acara.

Pagi itu adalah pagi pertama Muharram 1437 H. Kesempatan tersebut oleh Panitia Muharram LPI Ar-Rohmah Putra Malang digunakan untuk mengadakan Apel Muharram Pandu Hidayatullah (PH). Ustadz Jumari sebagai Instruktur Kepala PH di lingkungan Ar-Rohmah Putra tampil sebagai roishul fashilah (pemimpin apel). Adapun ustadz Ali Imron, M.Ag bertindak sebagai amirus sariyyah (pembina apel) untuk memberikan amanat apel muharram.

Dalam amanatnya, ustadz Ali Imron menyampaikan pentingnya momen hijrah bagi seorang pemuda. Dalam sejarah, pemuda adalah lambang kekuatan sebuah bangsa. Pemuda, merupakan asep penting untuk kemajuan sebuah bangsa.

Napak Tilas Jalan Sehat

Setelah apel usai, para santri kemudian berbaris rapi membentuk dua barisan memanjang untuk mengikuti jalan sehat muharram. Barisan panjang ini dimulai dari kelas tertinggi, yaitu kelas XII. Kemudian berturut hingga terakir kelas VIII.

Rute perjalanan napak tilas muharram ini lumayan panjang. Dari gerbang pondok, para santri mengambil jalur ke kanan menuju perempatan Semanding. Dari sana, belok ke kiri menuju pertigaan Dermo. Peserta mengambil jalur ke kiri untuk keluar dari gerbang Embong Anyar menuju jalan besar. Keluar dari Embong Anyar, para santri berbelok ke kiri untuk terus menuju arah Batu. Beberapa saat setelah melewati gerbang kota Batu dari arah Sengkaling, santri mengambil jalan ke kiri menuju ke pondok.

Perjalanan napak tilas ini dipimpin oleh sebuah mobil pick up yang membawa sound system. Ustadz Fahmi Ahmad, M.M selaku kepala sekolah SMA Ar-Rohmah berdiri sepanjang jalan memberikan orasi.

Dalam orasinya, beliau memaparkan hikmah dari perjalanan hijrah Rasul shallallahu alaihi wasallam dan para shahabat.

“Hijrah adalah upaya mempertahankan keimanan. Karena imanlah, para shahabat rela meninggalkan kampung halaman dan seluruh harta bendanya menuju tanah hijrah; Kota Yatsrib,” papar Ustadz Fahmi dengan semangat.

“Karena iman, perjalanan panjang mengarungi padang pasir nan panas tidak terasa berat,” tambahnya.

Menurut beliau, hijrah juga merupakan perjalanan ibadah. Sehingga, penting untuk memantapkan niat dalam berhijrah. Sebab niat adalah tolak ukur diterimanya amalan seseorang. Selain itu, lanjutnya, hijrah juga adalah perjalanan ukhuwah. Keyakinan yang satu pada ajaran yang dibawa Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam menjadikan Anshor Madinah langsung menerima Muhajirin Mekkah dengan rasa ukhuwah yang tinggi. Kelak, oleh Allah, mereka semua mendapat jaminan surga pada hari kiamat.

Sampai di pondok, panitia sudah menyiapkan kupon yang dibagikan kepada santri dan seluruh peserta. Semua mendapatkan satu kupon dengan nomor yang berbeda.

“Acara ini dimaksudkan untuk menapaktilasi perjalanan Rasul –shallallahu alaihi wa sallam- dalam berhijrah. Selain itu, kita ingin menampakkan syiar Islam kepada masyarakat sekitar,” ungkap Abu Ayman, salah satu panitia.

Acara yang dinanti setelah jalan sehat adalah pembagian door prize. Panitia menyiapkan berbagai macam hadiah menarik. Dari yang terlihat, semua hadiah adalah barang-barang kebutuhan sehari-hari. Tapi, juga banyak berbagai macam makanan yang disiapkan. Bahkan, panitia juga menyiapkan beberapa ekor ayam potong hidup sebagai hadiah.

Sebelumnya, tim komsumsi menyediakan nasi kuning tumpeng untuk memeriahkan acara. Setelah mengambil air untuk melepas dahaga, para santri melahap nasi kuning yang dihidangkan spesialuntuk sarapan. Tak ketinggalan para asatidzah mendapat jamuan serupa.

Ustadz Suwanto tampil dipanggung mengarahkan acara pembagian doorprize. Sampai menjelang zhuhur, hadiah baru selesai dibagikan.

Setelah pembagian door prize selesai, pantia akhirnya mengumumkan juara hasil lomba yang telah digelar sehari sebelumnya. Lomba tersebut adalah gerak jalan, yel-yel PH dan paduan suara.

Juara lomba PBB, untuk peringkat ke dua diraih oleh kelas XI MIA 1 dengan total nilai 1170. Sedang juara 1 berhasil digondol oleh kelas XII ISO dengan perolehan nilai 1358.

Pada perlombaan yel-yel, kelas XI MIA 1 kembali meraih juara 2 dengan total nilai 1195. Dan lagi-lagi, kelas XII ISO tampil sebagai juara 1 dengan nilai 1212.

Untuk lomba paduan suara, kelas XI MIA 2 mendapat juara 2 dengan nilai 480. Dan kelas XII MIA berhasil keluar sebagai juara pertama dengan total nilai 565.

Berakhirnya pengumuman juara pada kesempata menjelang dzhuhur ini juga merupakan tanda berakhirnya seluruh rangakaian acara melepas tahun 1436 H dan menyambut 1437 H. Tentu saja, ada banyak kekurangan yang perlu dibenahi.

“Ada banyak kekurangan pada acara ini. Semoga ini menjadi evaluasi untuk kegiatan serupa di tahun depan,” tutup ustadz Syuhud, salah seorang dewan direksi penuh harap.