Siswa SMA ,serius mengikuti UTS Al Qur’an

Tiga tahun terakhir ini UTS dan UAS antara sekolah dan kepesantrenan telah diintegrasikan pelaksanaannya. Jika sebelumnya hanya pengasuh dan asatidz di pesantren saja yang berhak menguji tilawah dan hafalan para siswa, maka sejak tiga tahun lalu penguji al Qur’an para santri melibatkan  wali kelas. Pelaksanaan ujian gabungan ini dimaksudkan, agar penilaian bidang Qur’an lebih mendalam dan maksimal.

Beberapa hari  ini misalnya sejak Kamis hingga hari ini, para siswa telah menyetorkan hafalannya di hadapan wali kelas. Beragam metode dilakukan oleh wali kelas, agar siswa merasa nyaman dan fresh ketika menyetorkan hafalannya. Seperti yang sempat di dokumentasikan oleh penulis, para  siswa boleh menyetorkan hafalannya diluar kelas sambil menikmati udara pagi yang sejuk sekaligus merasakan terpaan sinar matahari dipagi hari. Semoga dengan metode ini siswa dapat menyetorkan lebih banyak hafalannya.

Senin depan  (5/10) para siswa akan langsung mengikuti UTS (ulangan tengah semester) yang diadakan sekolah, mohon doa para orang tua agar para siswa dimudahkan dalam menjawab soal-soal UTS.