Ar-Rohmah Putra Tuan Rumah Shalat ‘Idul Adha 1436

Kampus LPI Ar-Rohmah Putra kembali menjadi tuan rumah penyelenggaraan shalat idul adha 1436 H bagi kampus-kampus pendidikan Hidayatullah Malang, seperti tahun-tahun sebelumnya.

Shalat Idul Adha yang dilakukan pada Kamis, 24 September 2015 itu dihadiri sekitar 2000-an orang yang memenuhi dua lapangan di kompleks kampus Ar-Rohmah Putra; lapangan Darul Jihad digunakan untuk tempat shalat jamaah putra, dan lapangan Afghan yang agak rendah digunakan untuk jamaah putri.

Tercatat, ada 2 kampus pendidikan Hidayatullah Malang yang bergabung shalat ‘id di kampus Ar-Rohmah Putra. Yang pertama adalah kampus Ar-Rohmah Putri yang terletak di Jalan Raya Jambu yang datang dengan sekitar 900-an santri dan warganya. Yang kedua adalah santri dan warga kampus Ar-Rohmah Tahfizh yang baru berdiri 2 tahun lebih yang berjumlah 200-an orang.

Sekitar jam 06.00 WIB, sesaat sebelum shalat dan khutbah, terlebih dahulu panitia mengumumkan perolehan total hewan kurban di Hidayatullah Malang. Berdasarkan data yang dibacakan panitia qurban, Kampus Ar-Rohmah Putri mendapat amanah qurban sebanyak 78 ekor kambing dan 8 ekor sapi. Kampus Ar-Rohmah Tahfizh mendapat amanah qurban 40 ekor kambing dan 1 ekor sapi. Adapaun Kampus Ar-Rohmah Putra mendapat amanah 39 ekor kambing dan 3 ekor sapi.

IMG-20150924-WA0014
Tampak jamaah khusyuk mendengar khutbah

Setelah pengumuman tersebut, barulah shalat ‘id ditegakkan. Bertindak sebagai imam shalat ‘id adalah ustadz Muhammad Muhdi. Ustadz yang menjabat direktur 1 LPI Ar-Rohmah Putra ini juga didaulat untuk menyampaikan khutbah ‘id.

Khutbah panjang beliau seputar perjalanan hidup nabi Ibrahim alaihissalam dan nabi Ismail alaihissalam berakhir beberapa menit sebelum pukul 07.00 WIB. Berakhirnya khutbah tersebut menandakan berakhirnya prosesi ibadah ‘id. Yang tersisa adalah ramah tamah dengan seluruh jamaah yang hadir.

Untuk menghindari adanya ikhtilath antara santri putra dan santri putri, panitia putri langsung mengakomodir jamaah putri untuk langsung meninggalkan lapangan. Sedang santri putra dilarang meninggalkan tempat sebelum santri putri terakhir meninggalkan lapangan tak terlihat lagi. Alhamdulillah, semua berjalan lancar dan terkendali hingga putri kembali ke kampus mereka, dan santri tahfizh menyusul setelahnya.