‘Ibroh di Balik ODOJ Award

Subhanallah, One Day One Juz (ODOJ) sepertinya istilah itu tidak berlaku buat Muhammad Hilmy Adhi Pradityo, Mungkin One Week One Al-Qur’an (ODOQ) lebih pas untuk menggambarkan prestasi yang dimiliki salah seorang santri SMP Ar-rohmah Malang yang memiliki nama panggilan Hilmy. Di tengah-tengah kesibukannya belajar, bermain dan menghafal Al-Qur’an, dia masih mampu membaca dan mengkhatamkan al-Qur’an 4 kali dalam sebulan atau satu kali dalam satu pekan.

Menjadi suatu kebanggaan tersendiri bagi Orang tua memiliki putra yang hari-harinya tidak lepas dari Al-Qur’an, dan sungguh sangat beruntung orang tua yang hampir setiap saat mendapatkan transfer pahala dari setiap huruf Al-Qur’an yang dibaca oleh anak-anaknya, anak-anak yang menjadikan Al-Qur’an sebagai sahabat setianya. Dan insyaallah kelak diakhirat Al-Qur’an akan menjadi syafa’at baginya.  Karena begitulah janji Allah SWT bagi hamba-hambanya yang sholih yang senantiasa mencintai Al-Qur’an.

Mungkin sebagian orang berpersepsi dia bisa meng-khatam kan Al-Qur’an karena dia banyak kesempatan, tidak ada tugas lain baginya selain belajar dan membaca Al-Qur’an. Padahal jika kita dalam kondisi yang sama dengannya (red:hilmy) mungkin sangat jauh berbeda. Jika begitu pertanyaan yang pas buat kita adalah bisakah kita meng-khatam kan A-l-Qur’an empat kali dalam satu bulan atau mungkin satu kali dalam satu bulan, atau mungkin satu tahun sekali ? boleh jadi kondisinya terbalik, Jadi sebenarnya yang menjadi motivasi seseorang bisa mengkhatamkan Al-qur’an bukanlah karena ada kesempatan yang terselip diantara kesibukan, melainkan sejauh mana kecintaan dan kebutuhan kita terhadap Al-Qur’an. Setinggi apa keinginan seseorang untuk mendapatkan syafa’at Al-qur’an kelak. Karena tidak sedikit orang yang memiliki kesempatan atau waktu yang luas yang sebenarnya bisa digunakan untuk membaca Al-Qur’an, namun waktu itu tidak dia gunakan untuk membacanya melainkan digunakan untuk aktivitas yang lain seperti lebihmenyibukkan diri dengan gadget, medsos, TV, Koran dan lain sebagainya.

Memanfaatkan waktu senggang dengan aktivitas selain membaca al-Qur’an bukanlah kesalahan asalkan aktivitas itu positif, namun akan menjadi masalah dan bahkan perlu dijadikan masalah jika dalam waktu 24 jam seseorang sama sekali tidak membaca Al-Qur’an. Apalagi saat ini yang terjadi ummat Islam sendiri banyak yang enggan menyentuh atau malas membaca  Al-Qur’an dengan berbagai alibi. Padahal kejayaan ummat ini akan tercapai dengan kembali kepada Al-Qur’an. Dan  musuh-musuh Allah saat ini, tidak gentar lagi dengan pekikan takbir saat aksi demonstrasi terjadi, akan tetapi, yang bisa membuat ummat ini kembali berjaya dan membuat gentar musuh musuh Allah adalah kembalinya ummat Islam terhadap Al-Qur’an dan penuhnya masjid-masjid dengan hamba-hamba yang bersujud saat sholat berjama’ah lima waktu. Karena itu diperlukan tekad, program serta perhatian atau sistem khusus dari setiap keluarga agar semua anggota keluarganya “kecanduan Al-Qur’an” dan senang sholat berjama’ah di masjid. semoga Allah SWT mencurahkan kepada kita dan keluarga kita kemampuan menjadikan Al-Qur’an sebagai bacaan utama dan sahabat setia sampai akhir hayat. Aamiin

Dan Sebagai salah satu lembaga yang bercita-cita besar membangun kembali peradaban Islam, LPI Ar-Rohmah memiliki target membangun kultur cinta Al-Qur’an di lingkungan SMP Ar-Rohmah Pesantren Hidayatullah Malang, sehingga disamping program tahfidz al-Qur’an, mulai tahun ajaran baru ini diadakan program ODOJ (One day One Juz) yang diikuti oleh semua santri.  Dan salah satu program untuk mensukseskan program tersebut, pada hari selasa 15 September 2015 Ust. Syarif Hidayatullah, M.Pd.I selaku kepala sekolah SMP Ar-Rohmah Pesantren Hidayatullah Malang secara langsung memberikan penghargaan kepada santri-santri berprestasi ukhrowi yang mampu mengkhatamkan Al-Qur’an sebanyak 4 kali dan 2 kali selama satu bulan. Dengan harapan semua santri semakin termotivasi untuk membiasakan diri mengkhatamkan Al-Qur’an dan  menjadikan Al-Qur’an sebagai sahabat setianya. Aamiin