Training Cara Sukses menjalin kerjasama Sponsorship untuk anggota OPH

Kekuatan loby, itulah rahasia kaum Yahudi yang jumlahnya tidak banyak namun mereka menguasai dunia,demikian yang disampaikan oleh Ust.Mawardi saat memberikan sambutan pada acara Training cara mempengaruhi orang. Selanjutnya dimengatakan ,Banyak kebijakan-kebijakan Negara adidaya merupakan hasil loby orang-orang Yahudi,seperti tidak tersentuhnya para pelaku kejahatan perang, yang dilakukan oleh petinggi Yahudi di Palestina merupakan bukti nyata akan kekuatan loby Yahudi, imbuhnya.

Berkaca dari hal tersebut pengurus OPH SMA Ar Rohmah periode 2015-2016, melakukan trobosan baru dengan membekali para anggotanya agar bisa menggunakan kepandaian bicara untuk memuluskan program-program social yang telah direncankan.Dengan mengambil tema “ Menjadikan anggota OPH SMA sebagai jagoan loby”, Sabtu kemarin (26/9) OPH SMA Ar Rohmah mengadakan training tentang cara mempengaruhi seseorang atau lembaga agar memberikan dukungan terhadap program yang ditawarkan. Acara yang mendatangkan Nurdin Safri seorang praktisi bisnis dan berpengalaman dalam bidang tersebut, berlangsung sejak pukul satu hingga menjelang Ashar. Diawal pembicaraannya  Nurdin Safri menyebutkan bahwa banyak program yang dianggap baik namun tidak mempunyai banyak pendukung , karena cara menyampaikannya yang salah. Dia juga mengatakan apa yang akan disampaikannya bukan hanya sekedar teori, namun telah dibuktikannya selama menjalani bisnis yang telah eksis hingga saat ini.

Acara yang diadakan di gedung Al-Baghdadi ini, disambut antusias oleh seluruh peserta. Terbukti, seluruh peserta tidak ada yang tertidur dan pertanyaan-pertanyaan kritis terlontar dari mulut peserta. Seluruh peserta berterimakasih kepada trainer dan merasa kegiatan ini menambah wawasan mereka  .

Read more...

Ramah Tamah dengan Asatidzah, Ustadz Ali Imron; Sering-sering Perbaharui Iman

Jelang Maghrib tadi, Senin, 28/09/2015, Humas LPI ArRohmah mengadakan acara ramah tamah dan silaturahim di Masjid Baiturrohmah. Acara yang digelar di hari pertama setelah berlalu hari-hari tasyrik ini dihadiri oleh seluruh SDM dan personalia LPI ArRohmah Putra. Selain itu, para istri dan/atau suami dari SDM dan personalia juga turut diundang.

Dalam kesempatan tersebut, Ustadz Ali Imron hadir memberikan tausiyah dan ceramah. Ustadz Ali Imron merupakan salah satu perintis awal Hidayatullah Malang dan LPI ArRohmah Putra. Saat ini, beliau memimpin ArRohmah Putra sebagai Direktur Utama.

Dalam tausiyahnya, Ustadz Imron, demikian beliau sering disapa, mengatakan bahwa salah satu persoalan mendasar ummat Islam di akhir zaman ini adalah krisis iman.

“Sehingga seorang muslim harus sering-sering mempebaharui imannya,” pesan beliau.

Masih menurut mahasiswa program doktoral pasca UIN Maliki Malang ini, seorang suami dan seorang istri dalam membangun keluarga harus berlandaskan iman.

“Sebab, Islam butuh dengan Ismail-ismail yang selalu taat dan siap berkorban untuk perjuangan,” pungkasnya.

Tausiyah sejuk dari ustadz Ali Imron akhirnya ditutup setelah bunyi biip panjang dari mauquta yang menandakan masuknya waktu maghrib. Beberapa saat kemudian, shalat maghrib jamaah pun ditegakkan dengan dipimpin langsung oleh ustadz yang juga ketua pendidikan pusat Hidayatullah ini.

Setelah shalat, acara ramah tamah dilanjutkan ke ruang makan. Tim ABC (arrohmah bisnis center) rupanya sudah menyiapkan makan malam istimewa. Berbagai macam olahan daging kambing menjadi santapan malam penutup acara tersebut.

Read more...

Tim Futsal SMA Ar Rohmah Juara Dua Se-Malang Raya

Setelah melewati lima kali pertandingan melawan beberapa tim futsal tangguh SMA se Malang Raya, akhirnya tim  Futsal SMA Ar Rohmah keluar sebagai juara 2( Runner Up). Pertandingan Futsal yang diadakan oleh KOMIPA (komite olahraga FMIPA) Universitas negeri Malang ini berlangsung seru. Sebab kompetesi yang diikuti oleh 25 tim dari berbagai SMA sederejat se-malang raya ini, menghadirkan banyak kejutan, terutama untuk tim Futsal SMA Ar Rohmah sendiri. Mereka berhasil melaju sampai final, walau takluk oleh tim berpengalaman, SMAN 7 Malang dengan skor tipis, yaitu 1-0. Kejutan lainnya, di semifinal kala itu,  bertemu dengan dengan sang juara bertahan, SMA Setia Budi yang juga didalamnya terdapat timnas U-19 berhasil dikalahkan.

Sandy

Hafidz Biswana Sandy sang top scorer

        Sejak pertandingan pertama hingga partai di final, tim futsal SMA  yang di gawangi  oleh Ilham Alif hanya jebol dua kali. Rahasianya adalah kekuatan tembok pertahanan oleh Rizal Ingge . Kejutan lainnya adalah, salah satu pemain tim SMA Ar Rohmah menjadi Top Scorer di ajang ini, dia adalah Hafidz Biswan Sandy. Dalam sebuah kesempatan ,Ia membuka rahasianya bisa menjadi Top Scorer. “Saya nggak tau juga, yang penting itu kita jangan Ambisi Gol dan percaya pada teman” Ungkap Sandy. Ia mengakui kemenangan tim futsal SMA  Ar-rohmah bukan hanya semata-mata dari kekompakan dan kerja keras saja, tapi ada sosok pelatih yang sangat berpengaruh pada tim. “Saya sangat berterima kasih pada coach kami dalam hal ini Rahmad Rizky Ramadhan yang juga alumni SMA Ar Rohmah, dia memberi semunya kepada kami, cara bermain dan semangat.” Ia pun berharap kedepan tim futsal SMA Ar Rohmah bisa dapat terus-terusan menjadi juara. Bravo Boarschar!

Read more...

Semarak Idul Adha 1436 H; Dari Potong Qurban Hingga Festival Sate

Setelah prosesi ibadah ‘id selesai, acara selanjutnya yang dinanti santri adalah pemotongan hewan qurban. Tentunya pemotongan ini dilakukan setelah santri menyelesaikan sarapan di ruang makan.

Bagi santri yang memilih berqurban di Ar-Rohmah Putra, ada pengalaman tersendiri yang tidak akan didapatkan oleh santri lain. Pengalaman itu adalah menyembelih sendiri hewan qurbannya yang di-atasnama-kan dirinya, atau ayahnya. Tentu ini adalah pengalaman berharga yang hanya bisa dilakukan sekali setahun saja.

Aufar Nubli Enmulia, misalnya. Santi kelas X yang sedang menjalani tahun pertamanya di Ar-Rohmah ini merasa bangga dan beruntung bisa diberi kesempatan menyembelih kurbannya sendiri. Walau di awal terlihat ragu dan canggung, tapi akhirnya ia menuntaskan pemotongan kambingnya dengan baik dan sukses.

IMG-20150924-WA0095
(Foto: Tampak Nubli berusaha menyembelih kambing kurbannya)

Dalam Islam, merupakan sunnah ketika berqurban adalah memotong sendiri hewan yang diqurbankan. Walaupun juga bisa diwakilkan ke panitia jika tidak bisa atau banyak kesibukan.

Pagi itu, pemotongan yang dimulai sekitar pukul 07.00 WIB dihentikan sementara ketika hewan yang telah dipotong mencapai angka 36, dengan rincian 35 ekor kambing dan 1 ekor sapi.

Festival Sate

Agar qurban lebih terasa manfaatnya, oleh panitia, setiap kelas diberi 1 ekor kambing untuk diolah. Kambing-kambing yang mereka potong sendiri itu akan diolah sesuai selera masing-masing kelas. Walaupun memotong sendiri, panitia tetap mendampingi di tempat yang dikhususkan untuk pemotongan. Setelah pemotongan, barulah para santri akan menguliti dan mencari tempat ternyaman untuk berekperimen dengan bumbu-bumbu yang telah mereka siapkan sebelumnya.
Di SMA sendiri, OPH SMA Ar-Rohmah Putra Malang mengadakan lomba sate untuk semua kelas di unit SMA. Total ada 8 kelas yang mengikuti kompetisi ini. Acara tahunan ini diadakan untuk memotivasi santri menghasilkan olahan dan kreasi bumbu sate yang terbaik.

“Biasanya kelas SMP juga ikut. Tapi tahun ini mereka tidak ikut festival sate. Entah kenapa,” ungkap Ghozi Naufal Qois, ketua OPH SMA Ar-Rohmah periode 2015-2016.

Dengan berbekal 1 ekor kambing di tiap kelas, para santri sesegera mungkin membuat dan berkreasi dengan sate. Walaupun mereka semua adalah santri putra, ternyata hasil olahan mereka terasa nikmat dan bervariasi.

Kelas XI MIA 2, misalnya. Dikomandoi oleh Ihza Nugroho, tim mereka membawakan racikan unik untuk dinilai dewan juri.
“Namanya Sate Bumbu Kuah Gulai,” ungkap Ihza ketika ditanya salah satu dewan juri.

Sajiannya memang sedikit beda dari sisi penampilan. Sebuah paprika besar menjadi wadah untuk kuah gulai. Sedang beberapa tusuk sate yang telah dilumuri bumbu kacang direndam di kuah tersebut.

“Tampilannya unik, rasanya menggingit,” komentar Ustadz Abdul Aziz yang turut mencicipi pertama kali.

“Kalau menurut saya, ini calon kuat untuk juara,” tambahnya.

DSC_0022
(Foto: Ihza memberikan sentuhan akhir sebelum dinilai dewan juri)

Dewan juri yang menilai sajian sate-sate tersebut akan menilai dari 3 kriteria utama. Yang pertama dan utama, tentu soal cita rasa. Ini yang penting dari soal makan memakan. Yang kedua adalah kreatifitas; soal penampilan luar masakan, cara peyajian, dsb. Kemudian, juga akan dinilai kebersihan dan kerapian. Ini juga penting sebab putra biasanya mengabaikan soal ini.

Bertindak sebagai dewan juri adalah ustadz Fahmi Ahmad, M.M, selaku kepala sekolah SMA Ar-Rohmah. Juga hadir ustadz Jayadi, S.E, Kaur Kurikulum SMA Ar-Rohmah Malang. Dua lainnya adalah ustadz Purnomo dan ustadz Anton. Keduanya juga merupakan guru di SMA Ar-Rohmah Putra.

Menurut panitia, hanya dua sate terbaik yang akan diberi hadiah.

“Kemungkinan Senin akan diumumkan siapa yang menjadi juara,” jawab Ghozi ketika ditanya soal bocoran pemenang.

Read more...

Ar-Rohmah Putra Tuan Rumah Shalat ‘Idul Adha 1436

Kampus LPI Ar-Rohmah Putra kembali menjadi tuan rumah penyelenggaraan shalat idul adha 1436 H bagi kampus-kampus pendidikan Hidayatullah Malang, seperti tahun-tahun sebelumnya.

Shalat Idul Adha yang dilakukan pada Kamis, 24 September 2015 itu dihadiri sekitar 2000-an orang yang memenuhi dua lapangan di kompleks kampus Ar-Rohmah Putra; lapangan Darul Jihad digunakan untuk tempat shalat jamaah putra, dan lapangan Afghan yang agak rendah digunakan untuk jamaah putri.

Tercatat, ada 2 kampus pendidikan Hidayatullah Malang yang bergabung shalat ‘id di kampus Ar-Rohmah Putra. Yang pertama adalah kampus Ar-Rohmah Putri yang terletak di Jalan Raya Jambu yang datang dengan sekitar 900-an santri dan warganya. Yang kedua adalah santri dan warga kampus Ar-Rohmah Tahfizh yang baru berdiri 2 tahun lebih yang berjumlah 200-an orang.

Sekitar jam 06.00 WIB, sesaat sebelum shalat dan khutbah, terlebih dahulu panitia mengumumkan perolehan total hewan kurban di Hidayatullah Malang. Berdasarkan data yang dibacakan panitia qurban, Kampus Ar-Rohmah Putri mendapat amanah qurban sebanyak 78 ekor kambing dan 8 ekor sapi. Kampus Ar-Rohmah Tahfizh mendapat amanah qurban 40 ekor kambing dan 1 ekor sapi. Adapaun Kampus Ar-Rohmah Putra mendapat amanah 39 ekor kambing dan 3 ekor sapi.

IMG-20150924-WA0014
Tampak jamaah khusyuk mendengar khutbah

Setelah pengumuman tersebut, barulah shalat ‘id ditegakkan. Bertindak sebagai imam shalat ‘id adalah ustadz Muhammad Muhdi. Ustadz yang menjabat direktur 1 LPI Ar-Rohmah Putra ini juga didaulat untuk menyampaikan khutbah ‘id.

Khutbah panjang beliau seputar perjalanan hidup nabi Ibrahim alaihissalam dan nabi Ismail alaihissalam berakhir beberapa menit sebelum pukul 07.00 WIB. Berakhirnya khutbah tersebut menandakan berakhirnya prosesi ibadah ‘id. Yang tersisa adalah ramah tamah dengan seluruh jamaah yang hadir.

Untuk menghindari adanya ikhtilath antara santri putra dan santri putri, panitia putri langsung mengakomodir jamaah putri untuk langsung meninggalkan lapangan. Sedang santri putra dilarang meninggalkan tempat sebelum santri putri terakhir meninggalkan lapangan tak terlihat lagi. Alhamdulillah, semua berjalan lancar dan terkendali hingga putri kembali ke kampus mereka, dan santri tahfizh menyusul setelahnya.

Read more...

Lomba Takbiran Meriahkan Malam Idul Adha 1436 H di Ar-Rohmah Putra

Sebagai bentuk ungkapan rasa gembira atas tibanya hari raya Idul Adha 1436 H, ISTH SMA Ar-Rohmah Pesantren Hidayatullah Malang mengadakan kegiatan lomba takbiran pada malam tanggal 10 Dzulhijjah yang bertepatan dengan 23 September 2015 M. Acara yang dimulai sekitar pukul 20.00 WIB dihadiri oleh seluruh warga Asrama Darussalam dan Asrama Darussyahadah.

Lomba ini sendiri diikuti oleh seluruh tingkatan kelas di unit pendidikan SMA. Kelas X, misalnya, datang dengan formasi lengkap; 3 tim. Kelas XI mewakilkan 2 timnya, sedangkan kelas XII tampil maksimal dengan 1 tim.

Dipandu oleh Suryadi Pranoto (X) dan Sultan Syafiq (XI) sebagai MC, acara ini terasa lebih renyah. Baru-baru ini, Syafiq juga menjadi pembawa acara pada acara Arreval yang digelar oleh LIC. Maka tak heran, acara demi acara berjalan dengan lancar hingga penutupan.

Di kesempatan awal, Imam Farkhan tampil dengan suara khasnya. Taekwondoin asal Ternate ini didaulat untuk membaca kalam suci firman Ilahi.

Kemudian berturut-berturut memberikan sambutan Ketua Panitia; Alif Fadhillah, Pembina ISTH; Ustadz Fikri Zakia, dan Kepala Kepengasuhan SMA Ar-Rohmah Malang; Ustadz Jumari. Selain memberi sambutan, Ustadz Jumari juga membuka acara dengan takbir-tahlil-tahmid yang diikuti oleh seluruh hadirin.

Setelah acara dibuka, tibalah pada acara inti; lomba takbiran. Duet MC Adi-Syafiq menjatuhkan pilihan pertama untuk tampil adalah santri kelas XI yang asuh oleh ustadz Khasany sebagai wali asrama. Kemudian, berturut-turut setelahnya penampilan dari santri kelas X asuhan Ustadz Nururrohman, lalu santri asuhan Ustadz Zakariya yang juga kelas X. Pilihan MC selanjutnya jatuh kepada santri kelas XI asuhan ustadz Rifal, lalu kelas X asuhan Ustadz Abdul Aziz. Sebagai penampilan terakhir, kelas XII yang hanya mewakilkan 1 tim maju sebagai tim yang paling berpengalaman. Disebut berpengalaman sebab mereka sudah 3 tahun mengikuti lomba serupa.

Tampil memberikan penilaian pada acara ini adalah Ustadz Ian Ahmad, Ustadz Abu Afrin dan Ustadz Abu Ayman. Ketiga anggota dewan juri menjadi penentu kemenangan berada di pihak siapa.

Aksi-aksi yang ditunjukkan peserta lomba sangat unik. Anak asuh ustadz Rival, misalnya. Dengan corak kostum yang beraneka ragam, ternyata mereka disatukan dengan dasi yang dikenakan seluruh anggota tim. Di sini terlihat kekompakan tim mereka.

Lain lagi yang ditampilkan oleh santri asuhan ustadz Abdul Aziz. Walaupun terkesan monoton, tapi penampilan mereka beda sendiri. Ada syair-syair yang tidak familiar yang menandakan bahwa mereka ingin tampil beda dari yang biasanya.

Yang paling unik adalah penampilan terakhir dari kelas XII. Mungkin karena jam terbang yang tinggi, mereka terlihat sangat kompak dan komplit. Dengan kostum paduan baju hitam celana biru, mereka tampil menakjubkan sejak awal.

Acara yang merupakan rangkaian dari IDHFEST 2015 ini berakhir pukul sekitar 21.30. Selain lomba takbiran, ada lomba poster dan lomba drama yang juga akan digelar oleh panitia. IDHFEST sendiri merupakan akronim dari Idul Adha Festival.

Hingga berita ini diturunkan, panitia masih belum mengumumkan siapa yang keluar sebagai pemenang. Salah satu dewan juri yang diminta memberikan bocoran, Ustadz Abu Ayman, hanya menjawab, “Silahkan tanya panitia.”

Read more...

‘Ibroh di Balik ODOJ Award

Subhanallah, One Day One Juz (ODOJ) sepertinya istilah itu tidak berlaku buat Muhammad Hilmy Adhi Pradityo, Mungkin One Week One Al-Qur’an (ODOQ) lebih pas untuk menggambarkan prestasi yang dimiliki salah seorang santri SMP Ar-rohmah Malang yang memiliki nama panggilan Hilmy. Di tengah-tengah kesibukannya belajar, bermain dan menghafal Al-Qur’an, dia masih mampu membaca dan mengkhatamkan al-Qur’an 4 kali dalam sebulan atau satu kali dalam satu pekan.

Menjadi suatu kebanggaan tersendiri bagi Orang tua memiliki putra yang hari-harinya tidak lepas dari Al-Qur’an, dan sungguh sangat beruntung orang tua yang hampir setiap saat mendapatkan transfer pahala dari setiap huruf Al-Qur’an yang dibaca oleh anak-anaknya, anak-anak yang menjadikan Al-Qur’an sebagai sahabat setianya. Dan insyaallah kelak diakhirat Al-Qur’an akan menjadi syafa’at baginya.  Karena begitulah janji Allah SWT bagi hamba-hambanya yang sholih yang senantiasa mencintai Al-Qur’an.

Mungkin sebagian orang berpersepsi dia bisa meng-khatam kan Al-Qur’an karena dia banyak kesempatan, tidak ada tugas lain baginya selain belajar dan membaca Al-Qur’an. Padahal jika kita dalam kondisi yang sama dengannya (red:hilmy) mungkin sangat jauh berbeda. Jika begitu pertanyaan yang pas buat kita adalah bisakah kita meng-khatam kan A-l-Qur’an empat kali dalam satu bulan atau mungkin satu kali dalam satu bulan, atau mungkin satu tahun sekali ? boleh jadi kondisinya terbalik, Jadi sebenarnya yang menjadi motivasi seseorang bisa mengkhatamkan Al-qur’an bukanlah karena ada kesempatan yang terselip diantara kesibukan, melainkan sejauh mana kecintaan dan kebutuhan kita terhadap Al-Qur’an. Setinggi apa keinginan seseorang untuk mendapatkan syafa’at Al-qur’an kelak. Karena tidak sedikit orang yang memiliki kesempatan atau waktu yang luas yang sebenarnya bisa digunakan untuk membaca Al-Qur’an, namun waktu itu tidak dia gunakan untuk membacanya melainkan digunakan untuk aktivitas yang lain seperti lebihmenyibukkan diri dengan gadget, medsos, TV, Koran dan lain sebagainya.

Memanfaatkan waktu senggang dengan aktivitas selain membaca al-Qur’an bukanlah kesalahan asalkan aktivitas itu positif, namun akan menjadi masalah dan bahkan perlu dijadikan masalah jika dalam waktu 24 jam seseorang sama sekali tidak membaca Al-Qur’an. Apalagi saat ini yang terjadi ummat Islam sendiri banyak yang enggan menyentuh atau malas membaca  Al-Qur’an dengan berbagai alibi. Padahal kejayaan ummat ini akan tercapai dengan kembali kepada Al-Qur’an. Dan  musuh-musuh Allah saat ini, tidak gentar lagi dengan pekikan takbir saat aksi demonstrasi terjadi, akan tetapi, yang bisa membuat ummat ini kembali berjaya dan membuat gentar musuh musuh Allah adalah kembalinya ummat Islam terhadap Al-Qur’an dan penuhnya masjid-masjid dengan hamba-hamba yang bersujud saat sholat berjama’ah lima waktu. Karena itu diperlukan tekad, program serta perhatian atau sistem khusus dari setiap keluarga agar semua anggota keluarganya “kecanduan Al-Qur’an” dan senang sholat berjama’ah di masjid. semoga Allah SWT mencurahkan kepada kita dan keluarga kita kemampuan menjadikan Al-Qur’an sebagai bacaan utama dan sahabat setia sampai akhir hayat. Aamiin

Dan Sebagai salah satu lembaga yang bercita-cita besar membangun kembali peradaban Islam, LPI Ar-Rohmah memiliki target membangun kultur cinta Al-Qur’an di lingkungan SMP Ar-Rohmah Pesantren Hidayatullah Malang, sehingga disamping program tahfidz al-Qur’an, mulai tahun ajaran baru ini diadakan program ODOJ (One day One Juz) yang diikuti oleh semua santri.  Dan salah satu program untuk mensukseskan program tersebut, pada hari selasa 15 September 2015 Ust. Syarif Hidayatullah, M.Pd.I selaku kepala sekolah SMP Ar-Rohmah Pesantren Hidayatullah Malang secara langsung memberikan penghargaan kepada santri-santri berprestasi ukhrowi yang mampu mengkhatamkan Al-Qur’an sebanyak 4 kali dan 2 kali selama satu bulan. Dengan harapan semua santri semakin termotivasi untuk membiasakan diri mengkhatamkan Al-Qur’an dan  menjadikan Al-Qur’an sebagai sahabat setianya. Aamiin

Read more...

Furqon: Duta Fisika Yang Ingin Membuat Pesawat

Perawakannya kecil. Hitam manis kulitnya. Kalau senyum, suka malu-malu. Terkesan agak pendiam, tapi enak diajak ngobrol. Oleh kawannya, dia dikenal baik, keren, pintar, sabar, rajin, tekun, rendah hati, istiqomah, gaul, kece, friendly.

Prestasinya segudang. Hafalannya juga banyak. Walau demikian, dia tidak sombong. Di kelas maupun di kamar, ketika ada teman yang kesulitan memahami pelajaran, dia selalu menjadi rujukan untuk bertanya setelah ustadz. “Mau mengajari teman jika diminta,” tulis seorang kawan sekamarnya ketika malam muhasabah beberapa waktu lalu. “Suka bagi-bagi ilmu,” tambah yang lain.

Mencarinya di antara 600-an santri tidaklah sulit. Selepas halaqoh subuh, ketika santri-santri sudah kembali ke asrama untuk persiapan sekolah, ia masih akan terlihat khusyuk melafalkan ayat-ayat alQur’an. Tidak banyak santri yang seperti ini; menambah waktu hafalan secara mandiri ketika halaqoh sudah bubar secara formal. Jika waktu formal halaqoh berakhir pada pukul 05.30 WIB, maka ia masih betah menghafal hingga pukul 06.00 WIB, bahkan tak jarang lebih dari itu.

Di kelas, ia juga dikenal memiliki akhlak yang baik. Ta’zhim kepada gurunya juga bagus. “Ketika belajar fisika, misalnya. Walaupun ia sudah paham dengan pelajaran, ia tetap masih khusyu memperhatikan penjelasan saya,” komentar salah seorang gurunya.

Diakui gurunya tersebut, ia memang tekun dalam belajar dan rajin bertanya pada pelajaran yang belum dimengerti. Rasa penasarannya terhadap soal-soal fisika sangat besar dan tinggi. Inilah yang menjadikan dirinya selalu termotivasi untuk selalu ikut lomba, fisika khususnya.

Dialah Muhammad Arif Furqon. Sehari-hari, dia lebih dikenal dengan panggilan Furqon. Anak ke-3 dari pasangan Abdul Rohman dan Idah Hadijha ini sudah 4 tahun lebih ‘hidup’ sebagai santri di LPI Ar-Rohmah Putra, Pondok Pesantren Hidayatullah Malang. Setelah 3 tahun belajar di SMPAr-Rohmah Putra, tidak ada pilihan lain baginya untuk tidak melanjutkan ke almamaternya di SMA Ar-Rohmah Putra. “Saya belum siap dengan dunia luar yang penuh dengan godaan,” jawabnya dengan yakin.

Duta Fisika

Santri-santri LPI Ar-Rohmah mungkin lebih mengenal dirinya sebagai duta fisika Ar-Rohmah. Bukan tanpa sebab. Santri yang kelahiran Malang ini memang selalu mewakili sekolah untuk mengikuti lomba fisika; baik ketika di SMP dulu maupun di SMA saat ini. Lomba terakhir yang diikutinya sebelum tulisan ini diturunkan adalah OSN Fisika tingkat provinsi mewakili Kabupaten Malang.

Sejak kelas VIII, Furqon memang sudah mulai mengikuti berbagai lomba fisika. Ada pengalaman menarik ketika Furqon didapuk mewakili Kabupaten Malang untuk mengikuti OSN Fisika tingkat provinsi. Saat itu Furqon masih kelas VIII. Untuk mensukseskan langkahnya di tingkat provinsi, oleh sekolah ia harus belajar intensif langsung dari dosen fisika. Selama sepekan, setiap pagi ia harus berangkat ke Universitas Negeri Malang, belajar dari dosen tersebut. “Alhamdulillah, walaupun tidak juara di tingkat provinsi, saya sudah bangga sempat menjadi mahasiswa satu pekan,” ujarnya membesarkan hati.

Pergi Nebeng, Pulang Tak Dijemput

Lain lagi ceritanya ketika SMA. Lombanya sama. OSN Fisika tingkat provinsi. Mewakili Kabupaten Malang. Ketika itu, Furqon sudah duduk di kelas X. Pengalaman yang didapatkan ketika itu kurang mengenakkan; pergi nebeng, pulang tidak dijemput.

Selama berhari-hari, Furqon kembali harus belajar intensif. Belajar dari pagi hingga sore. Lanjut kembali setelah makan malam hingga jam 22.00 WIB. Begitu terus ritme belajarnya selama dua pekan. 3 hari sebelum hari H, Furqon berangkat ke Masjid Sabilillah Malang dengan diantar salah seorang guru. Di sana, ia harus menunggu rombongan dari SMA Negeri 1 Kepanjen yang bertujuan sama; berangkat ke Surabaya untuk mengikuti OSN Fisika tingkat provinsi.
Kurang lebih 2 hari di Surabaya, tiba saatnya kembali ke Malang. Sebagaimana saat berangkat, ia juga harus nebeng dengan rombongan SMAN 1 Kepanjen yang membawa mobil. Kemudian, diturunkanlah ia di Masjid Sabilillah seperti saat dijemput sebelumnya. Naas bagi Furqon. Isya lama telah lewat, dan belum seorang pun yang datang menjemput untuk sampai ke pondok. “Lama menunggu, hingga yang muncul adalah bapak saya. Saya lalu pulang ke rumah, dan kembali ke pondok keesokan pagi,” lanjutnya menerangkan.

Target Harian

Satu yang patut dicontoh dari diri Furqon adalah kesungguhannya untuk belajar secara mandiri. Setiap hari kecuali Ahad, ia menargetkan menghafallan ayat-ayat alQur’an 1 halaman. Jika menggunakan mushaf standar ustmani, 1 halaman adalah 15 baris. Maka tak heran, di tahun pertama di SMA, hafalannya sudah sampai di juz ke-7.

Selain mendalami hafalan alQur’an, putra kelahiran Malang ini juga menarget dirinya harus bisa menyelesaikan dan memecahkan 6 soal fisika setiap harinya. Ketika menemui kesulitan dalam memecahkan soal-soal, banyak kesempatan untuk bertanya kepada gurunya. Sebab, setiap malam –kecuali Sabtu dan Ahad–, guru sekaligus wali kelasnya, Ustadz Abdurrahman juga memberikan les tambahan buat Furqon dan yang lainnya. Khusus Sabtu siang dan Ahad malam Ustadz Abdurrahman mewajibkan Furqon hadir mengikuti pembinaan.

Dengan intensitas belajar yang seperti ini, wajar jika banyak juara diraihnya. Berbagai lomba diikutinya. Berbagai piala dan penghargaan diraihnya. Tak hanya kejuaraan dan olimpiade, rangking kelas juga selalu menjadi langganannya.

Di tahun 2012/2013 misalnya, ketika masih duduk di bangku kelas VIII, Furqon menempati posisi 5 besar lomba Fisika se Jawa Timur yang diadakan MAN 3 Malang. Kemudian, tak lama berselang, di event OSN Fisika se Kabupaten Malang ia berhasil meraih juara 2. Di tahun ini juga, ia dinobatkan sebagai salah satu Siswa Berprestasi Kabupaten Malang.

Setahun kemudian, tahun pelajaran 2013/2014, Universtias Brawijaya mengadakan event BRAPHY (Brawijaya Physics Event) yang digelar se Jatim. Furqon yang sudah duduk di kelas IX saat itu, mampu mendapatkan posisi 4 besar untuk lomba Olimpiade Fisika. Masih di tahun yang sama, Furqon meraih juara pertama lomba Matematika IPA yang digelar di SMAN 1 Sidoarjo.

Prestasinya terus terukir. Di tahun pelajaran 2014/2015, Furqon kembali meraih juara 1 Fisika. Gelaran ini diadakan oleh MKKS Swasta se Kabupaten Malang. Selanjutnya, ia meraih tempat ke 2 dalam OSN Fisika se Kabupaten Malang dan menjadi salah satu wakil Kabupaten Malang untuk bertanding di tingkat provinsi.

Selain hobi fisika, Furqon juga hobi futsal dan beladiri. Taekwondo-in sabuk kuning ini tercatat pernah mendapat juara 2 Taekwondo ITATS Cup. Di dalam pondok sendiri, ia pernah juara 1 I’dad alQuwwah kelas A. Untuk futsal, ia pernah mengantarkan timnya meraih juara 2 pada JEF-L tahun 2012/2013.

Furqon empat dari kiri bersama teman-temannya kelas XI

Kini, Furqon telah duduk di bangku kelas XI. Ada harapan besar di dadanya untuk mengejar cita-cita besarnya.

“Saya ingin seperti BJ. Habibie; bisa membuat pesawat terbang,” ungkap Furqon dengan yakin.

Untuk mewujudkan cita-cita besarnya tersebut, Furqon berniat melanjutkan kuliah selepas SMA di bidang kedirgantaraan. Untuk itu ia juga punya harapan besar lainnya untuk bisa kuliah di tempat yang bisa mewujudkan cita-citanya membuat pesawat terbang tersebut.

“Teknik Aeronotika ITB, i’m coming,” tutupnya yakin.

Read more...

Santri SMP Ar-Rohmah Juara SPEECH CONTES dan Lomba HIFDZ AL-QUR’AN

Al-hamdulillah pundi-pundi penghargaan yang diraih siswa-siswa berprestasi SMP Ar-Rohmah Pesantren Hidayatullah Malang semakin bertambah, setelah meraih juara lomba pemilihan siswa berprestasi tingkat kabupaten dan menjadi delegasi pemilihan siswa berprestasi tingktat provensi jawa timur, pada hari senin, 13 September 2015 kemarin, ananda Muhammad Rafli Kusumawardhana meraih juara I Speech Contes dan M. musytahar Umar Fariqi meraih juara 2 lomba Tahfidz Al-Qur’an pada Al-Qolam Islamic Competition (Action) tingkat SMP/MTs dan pesantren se-Malang raya yang diselenggarakan oleh Ma’had Al-Qolam MAN 3 Malang.

Lomba Action tersebut diikuti oleh beberapa sekolah dan pesantren se-Malang raya dimulai pukul 07.00 WIB dan ditutup dengan pembagian hadiah bagi para juara pada sore harinya. Lomba yang diakan oleh pesantren Al-Qolam MAN 3 Malang tersebut, menurut salah seorang pengasuh pesantren Al-Qolam bertujuan disamping untuk menjalin silaturrahim dengan lembaga-lembaga pendidikan formal maupun non formal yaitu SMP, MTS Negeri dan suwasta serta pesantren se-Malang raya, juga bertujuan untuk menggali dan mengembangkan bakat siswa atau santri agar lahir generasi berintelktual tinggi dan berspiritual Robbani.

Semoga kedepan prestasi santri SMP Ar-Rohmah pesantren Hidayatullah Malang, semakin baik, karena di bulan September ini banyak event perlombaan dan kejuaran yang akan diikuti oleh santri SMP Ar-Rohmah. karena itu do’a dan dukungan semua pihak termasuk wali santri selalu kami harapkan.

(bsh Ar-Rohmah Press Crew)

Read more...

Dua Siswa SMA AR ROHMAH lolos ke Semifinal Olimpade Matematika

Dua dari enam siswa  SMA AR ROHMAH, yang dikirim untuk mengikuti OSN matematika yang diadakann oleh UIN Sunan Ampel Surabaya berhasil melaju ke babak semifinal. Keduanya adalah Bioso P. Purnomo dan Muhammad Azmir. Olimpiade Matematika yang mempertemukan seluruh siswa SMA Se- Jatim dan Jateng diselenggarakan oleh HIMAPTIKA. HIMAPTIKA merupakan singkatan dari Himpunan Mahasiswa Pendidikan Matematika, merupakan Organisasi Intra Kampus yang beranggotakan mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika Jurusan Pendidikan Matematika dan Pengetahuan Alam Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Ampel Surabaya. HIMAPTIKA UIN Sunan Ampel Surabaya didirikan pada tanggal 29 Oktober 2008 di Surabaya. (olimpiade-matematika.com)

Selanjutnya siswa yang lolos ke semifinal akan bertarung di kampus UIN Surabaya, Sebelumnya mereka yang lolos ke semifinal telah melalui babak penyisihan di berbagai kota yang ada di Jawa timur dan Jawa tengah

Read more...