Silaturrahim dai Spesialis Papua,Ustadz Fadlan Garamathan di kampus Ar Rohmah

Hari ini (Kamis 27 Agustus 2015) , LPI Ar Rohmah kedatangan da’i spesialis Papua yaitu ustadz Fadlan Garamathan. Dai yang terkenal dengan sebutan da’i sabun mandi ini, datang bersama dua orang santrinya. Kedatangan beliau dalam rangka menjalin kerjasama dengan beberapa perguruan tinggi di kota Malang untuk program beasiswa khusus bagi anak-anak Papua. Disela-sela kesibukannya, beliau menyempatkan diri mengunjungi kami di kampus LPI Ar Rohmah. Kedatangan beliau tentu saja disambut antusias oleh seluruh siswa SMP, SMA dan dewan asatidz. Sejak pagi para siswa telah berkumpul di masjid Baiturrahmah untuk mendengarkan tausiyah beliau. Dalam tausiyahnya, ustadz yang asli dari Fakfak Papua, banyak bercerita tentang liku-liku berdakwah kepada beberapa suku di pedalaman Papua. Berbagai tantangan beliau hadapi, mulai dari kekerasan fisik hingga menginap selama sembilan bulan di hotel prodeo. Kegigihan dan keyakinan beliau akan pertolongan Allah  akhirnya membuahkan hasil, sebanyak dua ratus duapuluh satu ribu orang dari suku pedalaman Papua berhasil beliau Islamkan.

Ustadz yang juga dikenal sebagai Ketua Tim Pencari Fakta Komite Umat untuk Insiden Tolikara Papua inisempat terharu saat mengungkapkan, para misionaris sengaja membodohi masyarakat Papua untuk tetap tidak menggunakan pakaian, dan mandi dengan melulurkan seluruh tubuhnya menggunakan minyak babi. Bahkan jika ada seorang wanita melahirkan seorang bayi, maka sang ibu diharuskan menyusui anaknya sebelah kiri sementara bayi seekor babi disusui disebelah kanannya. “Betapa sesungguhnya mereka saudara kita disana tidak lebih berharga dari seekor babi!!,” ungkap beliau sambil menundukkan kepala karena menahan kesedihan yang mendalam atas perlakuan yang tidak manusiawi yang dialamai masyarakat Papua.

Ustadz Fadlan memberikan semangat kepada seluruh santri agar senantiasa peduli dan memperhatikan saudara muslim di Nuu War Papua, beliau juga menantang siswa SMP dan SMA Ar Rohmah untuk berdakwah di bumi Cendrawasih. “Dakwah adalah profesi yang sangat mulia, keren dan bergengsi,” tandas beliau. Diakhir ceramahnya, beliau mengajak para siswa untuk tetap semangat dalam menuntut ilmu. Tak terasa satu jam lebih beliau berbagai ilmu namun para siswa tetap bersemangat, saat beliau mengakhiri ceramahnya terlihat wajah para siswa belum puas mendengarkan  tausiyahnya. Sebagai bentuk hormatnya, para siswa berebut bersalaman dengan ustadz Fadlan saat beliau berpamitan. Salah seorang ustadz sempat bertanya kepada seorang siswa kelas VII SMP  tentang kesannya kepada ustadz Fadlan Garamatan, siswa tersebut amat terkesan dengan kerja keras, kegigihan dan keberanian beliau dalam berdakwah di bumi Papua. Semoga  kedatangan ustadz Fadlan Garamathan menjadi inspirasi dakwah bagi seluruh siswa.