Kenangan Yang Tak terlupakan dari Praktek Dakwah Pandu Hidayatullah

Umumnya setiap sekolah yang  siswanya  kelas XII UNAS, maka kelas 10 dan 11 akan diliburkan. Berbeda dengan para siswa kelas 10 dan 11 SMA Ar Rohmah, mereka mendapatkan materi ujian yang lebih berat. Ujian yang dimaksudkan adalah ujian kepedulian,sensitifitas, dan interaksi social. Inilah yang dimaksudkan dengan contektual learning siswa dihadapkan kepada persoalan hidup yang sesungguhnya agar terasah kemampuannya dalam memecahkan masalah yang dihadapinya secara langsung ditengah masyrakat.

Selama enam hari para siswa dilatih untuk hidup dengan kondisi riil dalam kehidupan bermasyarakat, jika selama ini mereka mendengarkan berbagai macam teori kehidupan maka saat itu mereka merasakan sendiri hubungan antara teori dan praktek. Program ini telah rutin dilaksanakan oleh SMA Ar Rohmah, dengan misi pengabdian dan penempaan diri kepada masyarakat. Program ini dinamakan PDPH (Praktek Dakwah Pandu Hidayatullah), atau yang dikenal juga dengan PKL. Program ini menjadi program pavorit bagi para siswa, sebab mereka merasakan pengalaman hidup dari masyarakat yang tak didapatkannya dikelas-kelas pembelajaran Formal.

PDPH tahun ini dilaksanakan di desa Pujon Kidul kec. Pujon kabupaten Malang. Desa yang letaknya bersebelahan dengan kota wisata Batu ini, memiliki hawa yang cukup dingin sementara masyarakatnya mayoritas hidup sebagai petani dan peternak sapi perah. Dipilihnya desa ini sebagai tempat praktek kerja lapangan, tidak lain karena tiga kegiatan warga desa Pujon Kidul mulai bertani,beternak dan kegiatan anak-anak TPQ didesa ini masih semarak disetiap RT dan RW-nya. Menjadi anak desa adalah pengalaman yang menyenangkan bagi para siswa, tak tersirat rasa capek diwajah mereka meskipun sejak pagi buta hingga malam hari mereka harus mengikuti ritme kegiatan warga desa. Secara umum kegiatan para siswa dimulai dengan memerah susu pada jam 03.00 dini hari , kemudian dilanjutkan dengan sholat subuh dan penyetoran susu ke koperasi desa setempat. Menjelang siang mereka berangkat kesawah untuk mencari rumput, menyiangi tanaman bahkan ikut serta panen berbagai macam sayuran yang ditanam warga, kegiatan ini berlangsung hingga dzuhur. Setelah dzuhur beristirahat hingga menjelang Ashar, selepas sholat Ashar para siswa mendatangi musholla-musholla terdekat untuk mengajar al qur’an, cara berpidato dan mengajar kaligrafi, kegiatan ini berlangsung hingga sholat isya’. Dalam jadwal tertulis bahwa setelah isya’ para siswa sudah beristirahat namun sebagian mereka ada yang dimintai bantuan untuk mengajar materi UNAS untuk siswa kelas VI SD. Kegiatan ini berkangsung setiap hari hingga menjelang kepulangan mereka.

Saat mengharukan bagi para siswa adalah ketika mereka harus kembali ke Asrama , keharuan mereka bukan tanpa alasan sebab kedekatan mereka dengan adik-adik siswa TPQ selama enam hari telah mengikat bathin mereka untuk senantiasa bersama dan berbagi ilmu dan pengalaman. Keharuan ini tampak jelas saat mereka menaiki kendaraan, para siswa-siswi TPQ bergiliran menyalami mereka sambil menangis tersedu-sedu karena merasa berat ditinggalkan,pemandangan ini menjadi rutin saat para siswa melaksanakan Praktek Dakwah Pandu Hidayatullah setiap tahunnya. Mudah-mudahan enam hari berada didesa Pujon Kidul dapat memberikan pengalaman dan pelajaran hidup bagi para siswa. Sayonara, sampai jumpa tahun depan