Lepas Sambut Tahun Hijriyah

Mentari pagi Sabtu, 25 Oktober 2014 M – 1 Muharram 1436 H terbit hangat dari arah pegunungan Tengger Malang Jatim, seperti membawa pesan damai untuk seluruh alam. Bersama terbitnya mentari pagi itu, sekitar pukul 06.30 WIB, 700-an santri putra Pesantren Hidayatullah Malang mengikuti Apel Muharram 1436 H di lapangan utama LPI Ar-Rohmah Putra Malang. Lapangan utama tersebut tiba-tiba berubah warna orange dipenuhi santri yang berseragam orange khas Pandu Hidayatullah. Selain santri, seluruh tenaga pengajar dan karyawan ikut serta meramaikan kegiatan tersebut.

Tampil memberikan orasi adalah ustadz Fahmi Ahmad, M.M yang juga sebagai Kepala SMA Ar-Rohmah Malang. Dalam orasi yang penuh semangat tersebut, berkali-kali beliau menekankan pentingnya mengambil spirit hijrah sebagai titik tolak perubahan. “Hari ini akan menjadi sejarah bagi kita. Sebab hari ini akan menjadi titik awal perubahan kita dari berbagai sisi,” serunya lantang.

Tanding  Sepak Bola Ustadz Vs Santri

Kegiatan apel muharram ini adalah puncak dari seluruh rangkaian acara melepas 1435 H dan menyambut 1436 H. Sehari sebelumnya, Jum’at (24/10/2014 – 30/12/1435) ba’da ashar, diadakan sebuah pertandingan sepak bola di lapangan besar di komplek pesantren. Pertandingan tersebut adalah laga yang jarang terjadi di lingkungan Pesantren Hidayatullah Malang. Pasalnya, yang bertanding adalah tim all-star asatidz dan tim all-star santri.

Pertandingan yang banyak diwarnai insiden unik ini di menangkan oleh tim asatidz dengan skor akhir 2-1. Laga berjalan seimbang di babak pertama dengan skor 1-1. Di babak kedua, tim santri lebih banyak memberikan serangan-serangan mematikan. Tapi, tetap saja tidak merubah skor 2-1 hingga akhir game.

Malam Muhasabah

Malam harinya, Jum’at (24/10/2014 – 1/1/1436) ba’da Isya, acara berlanjut di lapangan darul hijrah. Di bawah langit gelap malam pertama tahun 1436 H, ustadz Muhammad Muhdi tampil memberikan tausiyah hijrah. Beliau lebih banyak memberikan bahan renungan untuk hadirin tentang perjalanan hijrah Nabi Muhammad SAW yang sarat dengan hikmah dan pelajaran. “Bahwa orang-orang yang bercita-cita dan beridealisme tinggi, harus menempuh proses yang lama serta pengorbanan yang besar. Untuk merealisasikan peradaban madinah, beliau –shallallahu alaihi wa sallam– dan Abu Bakar harus berjalan kaki siang-malam di bawah ancaman perburuan dan pembunuhan. Belum lagi rasa haus dan lapar, dingin ketika malam dan terik matahari kala siang bahkan gigitan kalajengking yang menjadi tantangan perjalanan keduanya,” kata ust Muhdi menjelaskan.

Acara malam muhasabah mendatangkan M. Yazid al-Fakhri dkk dari tim Nasyid ArVo (Ar-Rohmah Voice). Tim nasyid yang sudah hampir regenerasi ini membawakan tiga nasyid acapela untuk untuk menghibur peserta.

Jalan Sehat

Rangkaian acara menyambut 1436 H masih berlanjut pagi hari, Sabtu (25/10/2014 – 1/1/1436). Setelah apel muharram di lapangan utama, peserta apel kemudian mengikuti acara jalan sehat. Mengambil rute memutar, peserta jalan sehat  khususnya santri diharapkan bisa lebih mengenal masyarakat sekitar pesantren. Di satu sisi, kegiatan ini juga mendapat sambutan hangat dari santri. “Minimal, kami bisa menghirup udara ‘bebas’ sedikit,” celoteh seorang santri.

Acara yang sama juga digelar di Ar-Rohmah Putri. Sekitar 1000-an santri putri juga melakukan jalan sehat. Selain santri, ibu-ibu ustadzah juga mengikuti kegiatan ini. Agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, panitia putri mengambil jalur berbeda dengan putra.

Peran Syabab

Syabab Hidayatullah Malang mengambil peran cukup penting dalam acara jalan sehat ini. Didatangkan khusus sebagai ‘pengaman’, rekan-rekan syabab dapat mensukseskan jalan sehat dengan baik, baik di putra maupun di putri. Khusus putri, rekan-rekan syabab tampaknya lebih memberikan perhatian khusus. Itu terlihat dari jumlah personil syabab yang diturunkan untuk putri yang lebih banyak dari putra.

Door Prize Menarik

Di Ar-Rohmah Putra, kegiatan menyambut 1436 H ditutup dengan pembagian Door Prize. Mulai santri, karyawan, hingga ustadz tumpah ruah di lapangan Darul Jihad menunggu nomor undiannya keluar.

Tepat pukul 10.00 WIB, rangkaian acara melepas 1435 H dan menyambut 1436 H yang dimulai Jum’at sore berakhir. “Semoga tahun depan hadiahnya bisa lebih menarik, Aamiin,” kata seorang santri penuh harap.