Implementasi Ramadhan sebagai Syahrul Jihad

Memasuki Ramadhan tahun ini, umat Islam Indonesia masih berjiabku dengan naiknya kebutuhan pokok sehari-hari, hal ini diakibatkan oleh kebijakan pemerintah yang menaikkan harga BBM hingga menyentuh harga 6500 per-liter. Meskipun pemerintah telah memberikan konpensasi kenaikan harga BBM dengan program BALSEM namun belum banyak mengurangi beban masyarakat. Hari ini dan entah sampai kapan harga-harga kebutuhan akan cenderung mengalami kenaikan, maka tidak salah jika saya mengatakan jika bulan Ramadhan telah datang pada momen yang sangat tepat. Mengapa demikian? sebab dibulan inilah Allah akan kembali menguji kesabaran hamba-Nya. Balasan dari Allah tentu saja akan lebih besar jika hamba-Nya menjalankan ibadah puasa disertai dengan ujian kehidupan lainnya.

Jika kita mengambil salah satu nama dari nama lain bulan Ramadhan, yaitu syahrul jihad, maka kondisi umat Islam Indonesia saat ini sangat tepat dengan pilihan nama syahrul jihad. Pemilihan nama ini tentu saja berpijak dari pendapat syaikhul islam Ibnu Qoyyim Al Jauzy. Dalam kitab zaadul ma’ad, Ibnu Qoyyim al Jauzy membagi jihad menjadi empat : jihad melawan hawa nafsu, jihad melawan syetan,jihad melawan orang kafir dan jihad melawan orang munafik.

Menghadapi kondisi ekonomi saat ini, maka Jihad melawan hawa nafsu saat ini menjadi hal yang krusial untuk kita fokuskan. Gaya hidup umat Islam yang lebih banyak  menjadi konsumen daripada produsen, secara tidak langsung telah membentuk sikap hidup yang boros. Bulan Ramadhan hadir menjadi solusi sekaligus ajang latihan untuk bersikap hidup hemat. Musuh setiap orang yang bernama hawa nafsu memang cenderung membawa manusia terjerumus kedalam sikap hidup hedonis.

Jihad  melawan hawa nafsu tidaklah mudah namun bukan berarti tidak bisa kita lakukan. Kekuatan iman adalah menjadi kekuatan yang diandalakan dalam jihad melawan hawa nafsu. Syetan memang telah dibelenggu dibulan Ramadhan namun kader syetan yang bernama hawa nafsu jauh lebih militan dibandingkan dengan syetan itu sendiri. Syetan telah melatih nafsu kita selama sebelas bulan, untuk mengalahkannya  Allah memberikan kita kesempatan untuk memeranginya selama bulan Ramadhan tahun ini. Mari kita jihad melawan nafsu kita dengan menjalankan puasa dan amalan sunnah lainnya. Siapkan pula senjata kita berupa : sabar, taqwa dan ikhlas agar nafsu bisa kita tawan dan kemenangan menjadi milik kita di sebelas bulan yang akan datang. selamat menjalankan ibadah Ramadhan semoga gelar taqwa menjadi milik kita semua.