Ditenteng Dua Orang, Santri SMP-SMA Ar-Rohmah Bagikan Zakat Fitrah kepada Yang Berhak

Kaum Dhuafa Tak Perlu Berdesakan

Pembagian zakat fitrah ala siswa SMP-SMA Ar-Rohmah Pesantren Hidayatullah Malang, Kecamatan Dau Kab. Malang, ini layak diacungi jempol. Mereka mendatangi satu per satu rumah warga yang kurang mampu. Beras zakat itu diantar ramai-ramai dengan masing-masing 5Kg beras dan bingkisan untuk dua siswa.

Kampus Lembaga Pendidikan Islam (LPI) Ar-Rohmah yang berada di daerah Desa Sumbersekar Kecamatan Dau Kabupaten Malang, ramai dengan aktivitas santri siang itu (Jum’at 19 Agustus 2011). Maklum saja, di tempat itu terdapat dua sekolah. Semuanya berada di bawah naungan LPI Ar-Rohmah Pesantren Hidayatullah Malang. Ada SMP Ar-Rohmah dan SMA Ar-Rohmah.

Selepas sholat Jum’at, ratusan santri berkumpul di depan kantor sekolah yang terletak di bawah gedung Al Baghdadi. Para santri berseragam putih tersebut antusias membawa sesuatu yang dibungkus dalam tas kresek putih. Bungkusan itu dikumpulkan di aula di depan perpustakaan sekolah. Selanjutnya, para santri berdiri untuk mengantri membawa bingkisan yang telah dikoordinasikan oleh Organisasi Santri Hidayatullah (OPH).

Belakangan diketahui, isi tas kresek itu adalah beras. Ratusan kilogram beras yang dikemas dalam 300an tas kresek tersebut sumbangan santri. Setiap santri memang membawa 2,5 Kg beras, namun dijadikan 5Kg an untuk dua santri dengan ditambah beberapa macam, baik berupa mie, kue, maupun gula. Beras tersebut merupakan pembayaran zakat fitrah mereka pada tahun ini. Alhamdulillah, program ini dijalankan setiap tahunnya yang langsung dibawahi Waka Kesiswaan SMP-SMA Ar-Rohmah.

Saat beras sudah terkumpul, Ust. Badrus Sholeh dan Ust. Mawardi selaku Kesiswaan SMP-SMA Ar-Rohmah mengumpulkan santri memberikan nasehat dan memberikan doa akad membagikan zakat. Seluruh santri itu memperhatikan dengan seksama setiap kata dalam nasehat dan doa yang diucapkannya. Setelah menyimak dengan seksama, para santri menuju ke tempat aula, untuk membawa masing-masing beras serta tulisan bagi para mustahiq (orang yang berhak menerima zakat). Setiap kelas, didampingi oleh wali kelasnya masing-masing. Sementara itu, ketua kelas memimpin untuk membagikan kepada warga sekitar. Dengan semangat dan penuh keikhlasan dalam menjalankan puasa di siang hari, para santri berjalan beriringan memasuki gang-gang setiap rumah warga tidak mampu yang bermukim di sekitar kompleks kampus. Kaum dhuafa itulah yang mereka beri zakat fitrah.

Singkat kata, seluruh santri membentuk perkelas. Masing-masing kelas yang didampingi oleh wali kelas tersebut bertugas mendampingi dan mengantarkan para santri untuk memberikan zakat ke warga. Sebelumnya, calon penerima zakat sudah didata oleh humas kampus LPI Ar-Rohmah. Kelompok yang terdiri perkelas tersebut, mendatangi dusun Karang Mloko, Banjar Tengah, Krajan, Sumbersekar, Jetak Ngasri dan Semanding. Saat sampai di setiap rumah sederhana tersebut, setiap santri mengucapkan salam di depan pintu yang tertutup. Sesaat kemudian, seorang nenek keluar membukakan pintu seraya menjawab salam. “Assalamu’alaikum mbah, kami bermaksud memberikan zakat fitrah ini kepada mbah,” kata Iqbal Nurdianto Irsyad, santri kelas IX asal Sidokare Sidoarjo ini.

Mbah Sariyem, 60an, yang menerima zakat asal Banjar Tengah (daerah baru mustahiq tahun ini), mengatakan baru kali pertama ada anak yang mengantarkan zakat ke rumahnya. “Diantar seperti ini lebih enak. Tidak perlu berdesak-desakan dengan penerima zakat yang lainnya,” ujarnya.

Menurut mbah, beras zakat yang diterima akan dimasak untuk berbuka puasa. “Beras niki kate mbah masak mengko sore ndok, matur nuwun nggih (beras ini akan kami masak nanti sore nak.. terima kasih banyak ya, -red). Ujar mbah yang kesehariannya mencari kayu bakar tersebut.

Iqbal NI mengatakan, dirinya dan teman-teman sekolahnya merasa ibah dan bangga, untuk membagikan zakat sendiri ke warga. Setelah mereka kumpulkan, beras zakat disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan. “Kami ingin tahu sendiri, bagaimana kehidupan masyarakat kurang mampu itu. Dengan demikian, kami akan lebih bisa mensyukuri nikmat Allah yang selama ini telah kami terima,” katanya.

Semoga dengan kegiatan ini, santri dan seluruh warga Hidayatullah Malang lebih dekat dengan Allah serta warga, agar kelak semua mendapat perlindungan dan kemudahan dalam menjalankan ibadah puasa. Bagi santri, ini sebgai pembelajaran makna hidup mereka, bahwasanya hidup berbagi itu nikmat, berkah dan bermanfaat. Amin (zan)