AWAL KEBANGKITAN PERADABAN ISLAM

Alhamdulillah, puji syukur kepada Allah, kita telah dipertemukan dengan bulan Ramadhan yang penuh Rahmat, Maghfiroh serta dihindarkan dari Api Neraka. Bulan dimana juga diturunkannya Al Qur’an, sebagai pedoman hidup umat Islam. Ramadhan yang ke 1432 H ini sebagai hadiah Allah kepada kaum Muslimin yang beriman. “Hai orang-orang beriman diwajibkan atas kalian untuk berpuasa, sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian, agar kalian menjadi orang bertaqwa” (Al Baqoroh: 183). Maka, tujuan dari serangkaian ibadah puasa ini adalah menjadi orang bertaqwa. Taqwa dalam arti yang sebenar-benarnya, menjalankan segala apa yang diperintahkan-Nya serta menjauhi segala apa yang dilarang-Nya.

Ramadhan juga mengajarkan kita untuk selalu peduli kepada sesama, hal ini sebagai cermin kita untuk selalu memperhatikan orang-orang sekitar kita. Dengan tujuan kita juga merasakan bagaimana hidup yang didasari oleh kepekaan antar manusia. Allah membimbing langsung lewat pendidikan puasa, yakni menahan segala hawa nafsu dan menahan lapar serta dahaga dari terbitnya fajar hingga terbenamnya matahari. Jika kita tengok saudara seiman kita di kolong jembatan, dibantaran rel kereta api, di perempatan jalan, bahkan diemperan toko, terlihat begitu banyaknya saudara-saudara kita yang membutuhkan uluran tangan.

Tidak peduli tua muda, bayi maupun nenek renta, jika mereka membutuhkan uluran kita, sangatlah layak tangan kita berada di atas. Allah mengajarkan kita untuk selalu memberi tanpa mengharap imbalan pamrih. Bukankah “Tangan di atas itu lebih baik dari tangan di bawah?”.

Subhanallah, Lembaga Pendidikan Islam (LPI) Ar-Rohmah Pesantren Hidayatullah Malang, hadir untuk memberikan warna dalam penyambutan Ramadhan. Kehadiran ini dengan ditandai sebagai perwujudan untuk membangun peradaban Islam. Adik-adik SMP-SMA Ar-Rohmah Malang mewujudkannya dengan syiar Ramadhan, melalui safari Ramadhan atau pawai Ramadhan. Dari daerah sekitar kampus Ar-Rohmah hingga ke pelosok daerah yang terkenal dengan rawan kristenisasi. Mereka berjalan kaki dengan tertib berbanjar dua baris serta berpakaian putih, karena dilaksanakan selepas sholat Jum’at 29 Juli 2011.

Sebagai rasa syukur adik-adik Ar-Rohmah, selain mengadakan pawai Ramadhan mereka juga memberikan sebagian rizki berupa 1Kg gula pasir ke warga yang membutuhkan. Jangan mengukur jumlah dari yang diberikan, namun justru kehadiran adik-adik ini membuat warga begitu bahagia mendapatkan salah satu bahan pokok ini. Begitu senangnya, warga begitu hangatnya menyambut kedatangan santri. Tua muda ibu bapak tersenyum dengan pemberian dari santri. Alhamdulillah, semoga serangkaian ini sebagai awal untuk menyambut datangnya Peradaban Islam yang gemilang. Sesuai visi Hidayatullah yakni Membangun Peradaban Islam. (zan)