Mengkorupsi “Al-Hamdulilldah”

Apa yang kita lakukan saat seseorang memuji kita atas prestasi yang tercapai? jika (kita sadar) pasti mengembalikan pujian tersebut kepada Allah SWT dengan mengucapkan Al-Hamdulilldah (Segala puji milik Allah),karena Dia lah pemilik dan yang berhak menerima segala puja dan pujian. Sedangkan kita sedikitpun tak berhak atas pujian itu apalagi mengakui semua apa yang kita capai adalah murni dari hasil usaha kita,karena hakekatnya semua yang terjadi tidak akan pernah terjadi tanpa kehendak Allah SWT.

Namun benarkah saat kita dipuji oleh orang lain kita benar-benar telah mengembalikan pujian tersebut kepada yang berhak (Allah) ? sungguh dan sungguh tak banyak orang yang benar-benar bisa ikhlas mengembalikan pujian itu kepada pemiliknya. coba kita renungkan dan rasakan saat kita dipuji oleh seseorang, walau lisan berucapAl-Hamdulilldah dengan maksud mengembalikan pujian itu kepada Allah, terkadang atau sering kita masih mengkorupsi/mencuri pujian itu walau sedikit dari pemiliknya dengan munculnya rasa bangga dalam jiwa kita. bahkan tak jarang karena rasa bangga yang berlebihan seseorang mencuri semua pujian itu dengan hati yang lupa untuk mengucapkan Al-Hamdulilldah .

Bukankah salah satu diantara tujuan disunnahkannya mengucapkan Al-Hamdulilldah saat kita mendapatkan limpahan nikmat baik berupa rizki atau kesuksesan adalah agar kita tak lupa siapa sebenarnya yang menaqdirkan semua itu terjadi dan siapa yang telah memberi sehingga hilang dari dalam hati kesombongan dan rasa bangga diri dan akan menjadikan kita hamba yang bersyukur dan rendah diri.

Bukankah semua bencana dan musibah terjadi karena tak terhitung lagi orang yang terlena dengan limpahan nikmat dan rahmat-Nya serta dengan bangga mengakui semua itu adalah hasil usahanya (Q.S: 28:78,16:83). Dan jika kesembongan itu terjadi maka tak lama lagi nikmat itu akan berubah menjadi niqmah (bencana).

“Karena itu ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu dan bersyukurlah kepada-Ku dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku”. QS 2: 152,

Seharusnya kita selalu mengingat firman-Nya:
“ Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.”(QS. Ibrohim:7).

Semoga hati kita dibersihkan dari sifat, sikap dan perilaku koruptor yang sering mengkorup Al-Hamdulilldah dan dengan ikhlas mengembalikan setiap pujian yang kita terima kepada yang berhak menerimanya yaitu Allah SWT. Karena semua amal kebaikan termasuk mengucapkan Al-Hamdulilldah yang dibarengi dengan rasa bangga diri saat dipuji seseorang tak akan pernah bernilai ibadah apalagi berbuah pahala.