Segeralah Hijrah dari Perilaku Jahiliyah

Alhamdulillah, atas rahmat Allah swt Insya Allah kita masih berada pada jalan yang diridloi-Nya. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad saw, beserta para keluarga dan segenap pengikutnya.

Alhamdulillah, tidak terasa akhirnya kita bisa berjumpa kembali dengan Tahun Baru Islam 1431 H. Tepat 1 Muharrom 1431 H, seluruh umat islam di penjuru dunia merayakan tahun baru, selain tahun baru masehi yang jatuh pada tanggal 1 Januari.

Segeralah Hijrah dari Perilaku Jahiliyah

Seperti diketahui, penanggalan Islam bermula dari ide Amirulmukminin Umar Ibn Khatthab ra (± 586-644 M). ide itu muncul setelah sahabat Umar mendapat surat dari Abu Musa ‘Asy’ari ra. Gubernur Kufah tersebut menyatakan bahwa dia telah menerima beberapa surat yang tidak bertanggal. Amirulmukminin pun, seperti kebiasaannya, mengumpulkan tokoh-tokoh sahabat, misalnya, Sayyidina Utsman bin Affan, Sayyidina Ali Ibn Abi Thalib, dan lain-lain untuk diajak bermusyawarah mengenai idenya tentang penangglan Islam itu.

Dalam musyawarah muncul bermacam-macam pendapat mengenai hari bersejarah apa yang akan dijadikan patokan bagi penangglan Islam. Ada yang berpendapat, sebaiknya tarikh Islam dimulai dari tahun lahirnya Nabi Muhammad SAW, ada yang sebaliknya, mengusulkan dimulai dari wafatnya, ada jug ayang berpendapat sebaiknya dimulai dari saat Nabi Muhammad SAW diangkat menjadi rasul, ada yang berpendapat sebaiknya dimulai dari saaat Rasulullah SAW di Isra’ Mi’rajkan, dan ada juga yang berpendapat sebaiknya kalender Islam dimulai dari tahun hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Mekkah ke Madinah.

Akhirnya, usul yang terakhir itulah menjadi keputusan. Dibanding tonggak-tonggak sejarah dalam Islam yang lain, hijrah ke Madinah memang merupakan yang paling bermakna. Hijrah merupakan tonggak pemisah antara kondisi jahiliyah di Mekkah dan kondisi peradaban Islam di Madinah. Tonggak pemisah antara kekufuran dan iman; kemusyrikan dan ketauhidan. Atau, menurut istilah Sayyidina Umar ra, merupakan pemisah antara yang haq dan bathil.

Semangat hijrah dari satu kondisi ke kondisi yang lain; terutama dari yang buruk ke yang baik, diharapkan terus menyala di dada umat Muhammad SAW. Karena setiap tahun baru, mereka diingatkan kembali kepada peristiwa bersejarah yang penuh makna itu. Bukan hanya perpindahan fisik dari Makkah ke Madinah; meskipun ini saja sudah memerlukan pengorbanan yang besar. Diharapkan lebih dari itu orang akan teringat betapa kebodohan dan keangkuhan jahiliyah ditinggalkan oleh muslim-muslim teladan di bawah pimpinan sang pemimpin teladan, Nabi Muhammad SAW, menuju peradaban dan keluhuran akhlak.

Perselisihan digantikan persatuan. Permusuhan digantikan persaudaraan. Kesombongan digantikan kerendahan hati. Fanatisme buta digantikan tawassuth wal I’tidaal. Merasa pintar dan benar sendiri digantikan oleh ketawahu’an dan kesediaan menghargai pihak lain.

Bila hijrah secara fisik sudah tidak ada, kit amasih bisa mengambil hikmah dari maknanya yang agung itu. Pada tahun baru hijriah ini, kita misalnya, bisa kembali mengahdirkan tokoh-tokoh Muhajirin dan Anshor yang begitu mulia budi pekertinya. Mereka tak henti-hentinya menebar kasih sayang kemana-mana, terutama dengan amar makruf nahi munkar. Mereka tidak saling membenci dan saling menghina. Mereka yang memiliki kelebihan justru bersikap tawaduk kepada sesama. Yang memiliki kelebihan ilmu, misalnya, tidak menjadi pongah dan merendahkan orang lain.

Yang memiliki harta tidak menjadi congkak dan bakhil terhadap sesama. Semua meniru belaka pemimpin agung mereka, Nabi Muhammad SAW, nabi kasih sayang yang memilki kelebihan tak ada bandingannya, namun selalu bersikap tawadhu’ dan rendah hati.

Mudah-mudahan kita diberi kekuatan oleh Allah SWT untuk melakukan hijrah dari kondisi jahiliyah yang tengik menuju kondisi peradaban yang beradab. Mudah-mudahan Allah memberikan kekuatan kepada kita untuk menundukkan ego kita sendiri yang degil dan melawan setan yang terkutuk, serta memudahkan kita mendapatkan keridhaan-Nya. Amin

Itulah sekelumit tulisan dari KH Mustofa Bisri yang akrab disapa Gus Mus (jawapos, 18 Desember 2009 / 1 Muharrom 1431 H).

AGENDA KEGIATAN MUHARROM

17-18 Desember 2009

Sebelum berangkat ke sebuah tempat, SMA Ar-Rohmah mengadakan briefing di masjid. Dengan pendampingan dari para guru dan asatidz, mereka diberi pengarahan di masjid Baiturrahmah, Pesantren Hidayatullah Malang. Selanjutnya mereka mengikuti agenda kegiatan yang telah disusun panitia. Diantaranya adalah kegiatan Muhasabah Akhir Tahun. Bertempat di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Malangkucecwara atau yang lebih dikenal dengan kampus ABM di daerah Jl. Candi Mendut Malang. Rangkaian muhasabah ini diikuti oleh seluruh santri SMA dari kelas X sampai kelas XII.

Dengan suasana yang khusyuk dan tenang, mereka mendapat siraman rohani langsung dari Ust. Muwaffiq. Beliau salah satu trainer di Malang. Ustadz Muwaffiq juga sebagai dosen di salah satu perguruan tinggi negeri terkemuka yang ada di kota apel ini. Pemberian materi tentang mawas diri dikemas sedemikian rupa, dengan harapan para santri akan mendapatkan sesuatu yang berbeda dari sebelumnya.

Dalam renungan muhasabah kali ini, juga terdapat permainan di keesokan harinya. Setelah pelaksanaan sholat shubuh berjama’ah para santri diajak untuk menggerakkan semua anggota tubuh mereka, dengan olah raga/senam bersama. Dilanjutkan dengan sepak bola futsal di lapangan MCE Futsal. Yang tidak kalah serunya, yang pastinya adalah sparing partner dengan SMA 8 Malang dalam pertandingan bola basket.

Diujung akhir acara, sebelum menginjakkan kakinya di bumi Ar-Rohmah, para santri berkumpul tepat pukul 11.00 WIB, mengikuti taushiyah yang disampaikan langsung oleh Ust. Alimin Muhtar. Salah satu ustadsz/murobbi di LPI Ar-Rohmah. Dan dilanjutkan dengan pelaksanaan sholat Jum’at di masjid ABM. Ba’dha sholat jum’at para peserta menyaksikan gelaran acara yang dikemas dengan nonton bareng. Nonton bareng ini, menyaksikan film KCB 1. Dalam pemutaran film ini, harapannya adalah bagaiman sosok pemuda yang eksis dan berjuang tanpa bantuan orang tua di negeri orang lain.

Akhrinya, tepat pukul 14.30 WIB, para santri berkumpul di depan halaman kampus ABM, untuk kembali ke kampus kesayangan kita bersama. Bersama-sama naik kendaraan truk terbuka, canda tawa dan suasana ceria mengiringi mereka untuk kembali beraktifitas lagi di asrama dan sekolah.

18 Desember 2009

Dari rangkaian di atas, selain para santri SMA Ar-Rohmah, tidak ketinggalan dari kakak kelasnya, para santri SMP Ar-Rohmah dan segenap para guru mengadakan outing kelas. Yakni, rangkaian kegiatan dalam penyambutan Tahun Baru Islam. Dengan berjalan kaki dari kampus, para santri dan guru berangkat diiringi dengan takbir. Semangat mereka sangat diacungi jempol. Karena, perjalanan dari kampus menuju ke tempat acara mencapai jarak ± 15 Km, begitupun sebaliknya dengan kembali dari tempat acara ke kampus berjalan kaki. Sehingga dibutuhkan tenaga ekstra serta perbekalan yang memadai. Namun, itu semua dapat diarungi oleh para santri dari kelas VII hingga kelas IX. Suasana ceria mengiringi mereka, dengan keindahan panorama sekelilingnya membuat tenaga kembali pulih.

Tidak lama kemudian mereka mendapati tempat yang tidak asing lagi bagi mereka, yakni Bedengan. Tempat yang sering dipakai untuk kegiatan Out Bound, ini membuat mereka semakin semangat dan semangat. Dikarenakan tempat yang ditunggu-tunggu akan mereka jejaki. Tepatnya di Dsn. Princi Ds. Gadingkulon Kec. Dau Malang “Air Terjun Parangtejo”. Di sana para santri mengikuti beberapa kegiatan pembinaan spiritual dan mental. Diantaranya taushiyah langsung dari Ust. Mohammad Syuhud. Selain itu, agenda kegiatan juga diisi kegiatan pidato dari para santri, dengan bahasa dari daerah masing-masing. Ada sekitar kurang lebih 10 bahasa yang ditampilkan oleh para santri. Diantaranya bahasa Jawa, Madura, Bugis dll.

Selain itu, di akhir acara adalah pembagian hadiah bagi para peserta kelompok masing-masing yang bisa menampilkan beregu yang kompak dan bisa menghibur para peserta yang lain. Dengan the best performance tersebut diharapkan sekembali dari kegiatan, dapat diterapkan di kampus LPI Ar-Rohmah. Kerjasama, etos kerja dan saling bahu-membahu dapat diterapkan di lingkungan asrama.

Tepat memasuki pukul 14.30, selepas sholat ashar, mereka kembali lagi dan berkumpul di kampus LPI Ar-Rohmah. “Dengan kegiatan ini, selain untuk memeriahkan tahun baru islam 1431 H, kedepannya anak-anak bisa menjalin ukhuwah yang lebih kuat lagi diantara mereka, serta dapat mengokohkan kerja sama yang lebih baik lagi” ujar Ust. Nadzif guru SMP Ar-Rohmah sekaligus ketua acara.

Sebuah turnamen sepak bola diadakan untuk anak-anak berusia 12 tahun. Tim yang menang berhak mengantongi trophy dan uang pemibinaan. Turnamen yang bertajuk Liga Anak Tunas Harapan ke-1 “Ar-Rohmah Cup” ini digelar di Lembaga Pendidikan Islam Ar-Rohmah Pesantren hidayatullah Malang. Dari peserta turnamen ini diikuti oleh beberapa Sekolah dasa (SD) dan Sekolah Sepak Bola (SSB) se-Malang Raya. Turnamen ini menggunakan babak penyisihan grup, yang terdiri dari 8 grup yang terdiri atas 4 tim tiap grupnya. Di setiap turnamen ini, yang bertanding pada hari pertama sebanyak 5 grup (A, B, C, D dan E). Sedangkan untuk hari kedua dan ketiga diikuti oleh grup E, F, G dan H. Tim yang berhak menang dalam setiap grupnya akan lolos ke babak selanjutnya yang akan diadakan pada hari Ahad 24 Mei 2009, yakni juara grup dan runner up grup. Namun, dalam turnamen ini, tiap SD/SSB tidak hanya mengirimkan satu grup saja, melainkan ada yang dua tim. Setiap tim ini berjumlah 12 anak dibawah umur 12 tahun, yang mana merupakan pemain-pemain yang dianggap tampil impresif selama ini. Beberapa anak mengaku antusias mengikuti kompetisi ini. Mereka juga tertarik untuk menjuarai turnamen ini. Turnamen ini untuk pertama kalinya dihelat pada tahun ini. Harapannya pada tahun-tahun mendatang, turnamen ini akan menjadi agenda tahunan LPI Ar-Rohmah Pesantren Hidayatullah Malang yang akan bekerja sama dengan pihak-pihak terkait. Di babak penentuan hari Ahad, 24 Mei 2009, SSB Dom Hills Arema berhak menyandang Juara 1 LATH 1 Ar-Rohmah Cup dan Juara 2 adalah SSB Gajayana A dan Juara 3 serta 4 disandang SSB Putra Gelora dan SSB Gajayana B. Mereka berhak menggondol Trophy dan uang pembinaan. “Mereka harapannya memiliki rasa sportivitas sejak dini serta menjalin silaturrohmi dengan sekolah se Malang Raya” ujar Fahmi Ahmad, S.PdI ketua penyelenggara LATH I Ar-Rohmah Cup. Acara ini terselenggara atas kerja sama antara LPI Ar-Rohmah, BMH Malang, dan Kantin Ar-Rohmah Corp. Untuk pertandingan hari pertama, dapat diketahui juara dan runner up grup dalam turnamen ini. Untuk lebih jelasnya bisa lihat tabel di bawah ini: GRUP

GRUP A

GRUP B

GRUP C

GRUP D

GRUP E

JUARA

GAJAYANA A

GANTARI

PUTRA GELORA

BEJI PUTRA

GAJAYANA B

RUNNER UP

YA BUNAYYA

BATU RAYA C

TIDAR SAKTI

UNIBRAW B

SABILILLAH

Presented by: // <![CDATA[
n
// ]]>achzan4@yahoo.com

E-mail ini dilindungi dari spam bots, kamu perlu mengaktifkan JavaScript utk melihatnya

Setelah melewati babak penyisihan di hari Jum’at 22 Mei 2009, kompetisi Liga Anak Tunas Harapan I “Ar-Rohmah Cup” ini akhirnya telah ditemukan siapa yang berhak maju ke babak selanjutnya. Dengan pertandingan tiga kali main pada hari ini, saatnya dua tim yang akan mewakili pada hari Ahad tanggal 24 Mei 2009. Yakni, juara Grup F adalah Kridayuana (7 poin) dan runner up grup adalah Blue Eagle (6 poin). Sehingga merekalah berhak maju ke babak KO. Dengan kemenangan ini, berarti mereka telah menyingkirkan tim MCE (Malang Kucecwara) yang diasuh langsung oleh Bpk. Fuad Pramudji, Sec. serta tim PAS yang diasuh oleh Bpk. Sujitno. Jalannya pertandingan Di awal pertandingan yang mempertemukan antara tim PAS dengan Kridayuana di lapangan 1 sangat seru dan enak ditonton. Dengan permainan umpan-umpan pendek, para pemain PAS mengandalkan seorang striker di depan. Dengan demikian, permainan dipegeng anak-anak asuhan Suyitno. Sehingga pada menit 7, striker PAS menceploskan bola ke gawang Kridayuana yang kosong. Namun, anak-anak Kridayuana tidak kalah menariknya dalam menerapkan one man making, sehingga tidak sampai terjadi kecologan gol yang kedua kalinya. Memasuki babak kedua, permainan Kridayuana semakin berkembang, dengan dimasukkannya striker baru yang menggantikan pemain sebelumnya. Berkali-kali serangan Kridayuan digagalkan oleh kecermelangan kiper PAS. Dari berbagai sudut, baik sisi kiri lapangan maupun kanan dari gawang Kridayuana terjepit oleh bombardir serangan Kridayuana. Memasuki menit ke 19, pemain pengganti Kridayuana akhirnya bisa menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Proses lahirnya gol ini berasal dari umpan Andi kepada Rocky yang bernomor punggung 7 dengan sepakan yang sangat spektakuler di pojok atas gawang PAS. Sehingga, pada masa penantian menuju menit-menit terakhir, kedudukan masih imbang. PAS 1 Kridayuana 1. Tak kalah menariknya, yakni pertandingan pertama di lapangan ke dua, antara MCE B dengan Blue Eagle (Elang Biru). MCE B yang diasuh oleh Fuad Pramudji berkali-kali mendapat serangan dari anak-anak Blue Eagle dari Batu. Tak dipungkiri juga, terjadinya gesekan antara pemain kedua tim. Tak pelak menjurus kasar dan sering terjadi pelanggaran. Singkat kata, pada pertandingan ini, akhirnya kekalahan telak diterima oleh MCE B dengan skor 4-0 dengan kemenangan Blue Eagle. Lolos ke babak berikutnya Dengan hasil-hasil pertandingan di grup F ini, antara PAS, Kridayuana, Blue Eagle, dan MCE B setelah melalui pertandingan kualifikasi selama tiga kali main, dapat diketahui dengan lolosnya Tim Kridayuana yang memperoleh poin 7 dan Blue Eagle (6). Skor pertandingan dapat dilihat di bawah ini. · PAS 1-1 Kridayuana · MCE B 0-3 Blue Eagle · Blue Eagle 1-0 PAS · Kridayuana 4-1 MCE B · Blue Eagle 1-3 Kridayuana · PAS 3-1 MCE TIM

M

M

S

K

M

K

P

PAS

3

1

1

1

4

3

4

Kridayuana

3

2

1

8

5

7

Blue Eagle

3

2

1

5

3

6

MCE B

3

3

2

10

0

Dalam pertandingan pada hari keempat atau hari Ahad, 24 Mei 2009 akan dilangsungkan babak KO yang akan mempertemukan tim-tim yang lolos pada grupnya masing-masing. Yang diwakili dari juara grup dan runner up grup. Untuk diketahui dari Juara Grup A Gajayana A dan Runner Up nya Ya Bunayya (Pujon), Juara Grup B Gantari (Batu) dan runner up nya Batu Raya C (Batu), Juara Grup C Putra Gelora (Malang) dan runner up Tidar Sakti (Batu), Juara Grup D Beji Putra (Batu) runner up nya Unibraw B (Malang), Juara Grup E Gajayana B (Malang) runner up nya Sabilillah (Malang), Juara Grup F Kridayuana (Malang) dan Blue Eagle (Batu), Juara Grup G Cobra (Malang) dan runner up MCE A, Juara Grup H Dom Hill (Malang) dan Indonesia Muda (Malang). Dengan demikian mereka yang berhak mencapai babak 16 besar yang dilangsungkan hari ahad. Untuk babak KO ini, diteruskan dengan 8 besar. Di babak ini, ada Gajayana A, Gantari, Putra Gelora (PG), Indonesia Muda (IM), Gajayana B, Kridayuana, Tidar Sakti, Dom Hills. Mereka saling menyalip dalam memperebutkan posisi di semifinal. Dengan demikian, turnamen semakin seru. Pada babak 8 besar ini, kita disuguhi dengan permainan cantik, keras, dan seru, bahkan menjurus kasar. Dimana permainan keras dari IM diladeni dengan permainan cantik dari Putra Gelora. Tak nyana, para pendukung (suporter) pun dibawa arus permainan ini. Official dari Putra Gelora tidak luput dari cemoohan dari supporter IM. Tak ayal perselisihan kecil terjadi di luar lapangan, namun itu semua bisa diatasi dengan kepala dingin. Walaupun tim kalah, kalau permasalahan dapat diatasi dengan jalan damai maka akan damailah. Babak semifinal Pada babak ini, ada empat tim yang lolos ke semifinal. Dari delapan tim di atas, yang lolos antara lain Gajayana A, Gajayana B, Domhills, dan Putra Gelora. Penentuan ini, memperebutkan siapa yang berhak maju ke grand final Liga Anak Tunas Harapan I. Empat tim inilah yang selalu difavoritkan oleh penonton, mulai babak kualifikasi di awal hingga akhir, sampai babak semifinal. Karena tim-tim ini yang selalu melangkah ke babak lebih besar baik kompetisi lokal maupun kompetisi divisi utama Persema. Semifinal edisi perdana ini, berlangsung pukul 13.45 sampai menjelang ashar. Akhirnya dari babak semifinal ini, pertemuan antara Gajayana A dengan Putra Gelora. Dan pertemuan kedua, antara Gajayana B dengan Dom Hills. Skor akhir dari Gajayana A 2 VS 1 PG (1-0). Kemenangan dipetik oleh anak-anak Gajayana A dengan susah payah. Babak pertama mereka?