Islamic student fair

Cito, Surabaya. Selama satu minggu di Surabaya, Lembaga Pendidikan Islam Ar-Rohmah mengikuti gelaran pameran pendidikan Islam di City of Surabaya, tepatnya di bundaran waru. Rangkaian pameran ini, meliputi pameran pendidikan Islam di Jawa Timur. Pameran pendidikan ini juga menampilkan beberapa gelaran lomba, diantaranya lomba peragaan busana muslim/muslimah, lomba nasyed, lomba da’i cilik. Dari sini, dengan harapan LPI Ar-Rohmah mendapat respon publik dari warga Surabaya dan sekitarnya. Keikutsertaan LPI Ar-Rohmah ini yang dibawah naungan Pesantren Hidayutullah Malang, membawa prospek tersendiri. Dari sekian peserta yang mengikuti pameran pendidikan Islam, satu-satunya lembaga pendidikan yang ada di Malang hanya LPI Ar-Rohmah saja. Tidak salah jika warga Surabaya begitu antusias mendekati stan yang dimilki wakil dari kota apel.

Rangkaian satu minggu ini bagi LPI Ar-Rohmah cukup menggembirakan, bagaimana tidak pameran yang sempat diisukan sepi dari pengunjung, namun diluar dugaan prediksi itu salah besar. Kesempatan terbatas mencari sekolah alternatif dibawah pendidikan Islam. Selama ini, pendidikan yang ditawarkan di berbagai sekolah yang ada, hanya menitikberatkan pad aspek kognitif saja. Aspek afektif justru sangat ditinggalkan. Tak ayal, sekolah-sekolah yang berlabel Islam ingin menjawab itu semua dengan menawarkan berbagai alternatif pendidikan yang ada di Indonesia. Mereka berkompetisi dalam menjaring siswa, untuk melanjutkan ke jenjang berikutnya.

Beberapa sekolah Islam turut serta dalam Islamic Student Fair 2010 ini, diantaranya Yayasan Al Hikmah Surabaya, Yayasan Al Falah Surabaya, Yayasan Khodijah, Yayasan Ta’miriyah Surabaya, bahkan perguruan Al Irsyad dan Muhammadiyah pun turut andil. Banyak diantara mereka yang mengedepankan berbagai informasi pendidikan yang ada di sekolahnya dengan menawarkan keunggulan masing-masing. Baik itu dari segi prestasi akademik, non akademik maupun di bidang mental dan spiritual. Sekolah yang menawarkan dengan konsep alampun tak mau ketinggalan. Semua itu tidak lepas dari sistem SWAT yang ada di sekolah masing-masing.

Pantauan dari lokasi, menunjukkan bahwa pendidikan islam sangat menunjang dalam kehidupan berikutnya. Bukan hanya di sisi spiritualnya namun juga ada di sisi akademik yang sangat menonjol. Mereka –sekolah Islam- ingin mengubah image bahwa selama ini sekolah-sekolah yang dilabeli Islam itu hanyalah sekolah kolot. Guru-gurunya yang selalu datang terlambat, murid-muridnya yang selalu tidak rapi dan terbelakang, atau sekolahnya yang kotor dan jauh dari pemukiman perumahan. Nah, sekolah-sekolah yang mengikuti pameran inilah menjadi solusinya. Bagaiman manajemen yang dikelolanya, atau pakaian para siswanya yang rapi dan bersih serta sekolahnya yang asri, megah, serta kondusif. Terkesan jauh dari image selama ini. Sungguh menakjubkan bila, semua sekolah yang berbasis atau berlabel Islam bisa mewadahi serta mempunyai andil besar dalam perubahan yang ada dalam pendidikan di Indonesia.